Wentius Nimiangge

Wentius Nimiangge, Amd. Pd. adalah Wakil Bupati Nduga saat ini yang mulai menjabat sejak tanggal 22 Mei 2017.

Wentius Nimiangge
Wakil Bupati Nduga ke-2
Mulai menjabat
22 Mei 2017
PresidenJoko Widodo
GubernurLukas Enembe
BupatiYairus Gwijangge
PendahuluFrans Roberth Kristantus
Informasi pribadi
Lahir24 Februari 1976 (umur 44)
Bendera Indonesia Tiom, Papua
KebangsaanIndonesia
Partai politikLogo Hanura.svg P. Hanura

Kehidupan AwalSunting

Wentius Nimiangge lahir di Tiom, Papua pada tanggal 24 Februari 1976. Beliau menyelesaikan pendidikan dasar dan menengah di Wamena. Setelah penyelesaikan bangku pendidikan, beliau memulai kariernya sebagai Guru di SMAN Kenyam. Lalu dia menjabat sebagai Direktur CV YAKAPMBI Karya pada periode 2003-2004 dan Sekretaris Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang & Distribusi Indonesia (ARDIN) untuk wilayah Kabupaten Nduga serta Bendahara Tim Badan Perencanaan Dan Pengkajian dan Pembangunan Daerah Nduga (BP3DN).[1]

Karier PolitikSunting

Wentius Nimiangge bergabung dengan Partai Hanura dan terpilih sebagai Ketua DPC Hanura Kabupaten Nduga.[1] Wentius menjabat sebagai Kepala Distrik Mbulmu Yalma sampai dengan tahun 2016.[2] Setahun kemudian, Wentius Nimiangge maju sebagai calon Wakil Bupati Nduga mendampingi Yairus Gwijangge dalam Pilkada Nduga 2017. Dari tiga kandidat dalam Pilkada Nduga 2017, pasangan Yairus Gwijangge-Wentius Nimiangge menjadi pemenang dan dilantik pada tanggal 22 September 2017.[3] Selama menjadi Wakil Bupati Nduga, Wentius Nimiangge sering menolong warga Nduga yang menjadi korban konflik dan menemaninya para korban ke Wamena untuk dirawat.[1] Setelah penyerangan tenaga kerja pembangunan jalan Trans Papua yang menewaskan korban jiwa, Wentius Nimiangge beserta Ketua DPRD Nduga, Anthy Gwijangge, membentuk Tim evakuasi dan kemanusiaan Nduga untuk mencari empat korban tewas dari Serangan OPM dan turun ke lapangan untuk melakukan penelusuran. Bukannya keempat jasad buruh, time evakuasi malah menemukan tiga jenazah warga sipil dan satu orang korban penembakan.[4]

Pada tanggal 20 Desember 2019, Hendrik Lokbere tewas tertembak saat dalam perjalanan menjemput penumpang ke perbatasan Kabupaten Asmat yang kebetulan juga sopir pribadi Wentius Nimiangge.[5] Kematian Hendrik Lokbere ditambah penderitaan rakyat Nduga yang tidak kunjung berakhir, Wentius Nimiangge mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 23 Desember 2019 dihadapan masyarakat di lapangan terbang Kenyam, Nduga.[6][7] Pengunduran diri Wentius Nimiangge tidak sepenuhnya diterima oleh pemerintah pusat karena tidak ada surat resmi.[8] Wentius Nimiangge juga akan mencari suaka di negara lain jika pemerintah tidak menarik pasukan keamananya di Kabupaten Nduga.[9]

ReferensiSunting

  1. ^ a b c Permana, Rakhmad Hidayatulloh (26 Desember 2019). "Profil Wabup Nduga Wentius Nimiangge yang Mundur karena Warganya Tertembak". Detik.com. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  2. ^ "MENTERI DALAM NEGERI REPUBLIK INDONESIA SALINAN KEPUTUSAN MENTERI DALAM NEGERI NOMOR 131.91 - 9494 TAHUN 2016 TENTANG PEMBERHENTIAN BUPATI NDUGA PROVINSI PAPUA MENTERI DALAM NEGERI". Diakses tanggal 2020-05-18. 
  3. ^ "Demi Rakyat, Samuel Tabuni Terima Kekalahan di Pilkada Nduga". Papua Bangkit. 26 Februari 2017. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  4. ^ Wakil Bupati Nduga bicara tentang evakuasi jenazah warga sipil Nduga di YouTube
  5. ^ Flassy, Angela (22 Desember 2019). "Sopir angkutan diduga ditembak aparat di Nduga". Tabloid Jubi. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  6. ^ Pademme, Arjuna (27 Desember 2019). "Ini alasan utama pengunduran diri Wabup Nduga". Tabloid Jubi. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  7. ^ Prabowo, Haris (30 Desember 2019). "Nestapa Nduga Selama 2019: 37.000 Orang Mengungsi, 241 Orang Tewas". Tirto. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  8. ^ Ratumakin, Roylinus (14 Januari 2020). "Wentius Nimiangge Masih Wabup Nduga". Medcom.id. Diakses tanggal 18 Mei 2020. 
  9. ^ Pademme, Arjuna (27 Februari 2020). "Konflik Tak Kunjung Usai, Wakil Bupati Nduga Akan Cari Suaka ke Luar Negeri". Kantor Berita Radio. Diakses tanggal 18 Mei 2020.