Ulat dari spesies Papilio machaon
Ulat kupu-kupu monarch (Danaus plexippus) memakan bungkus biji yang belum terbuka dari tumbuhan Asclepias incarnata

Ulat adalah tahap larva dari anggota ordo Lepidoptera (ordo serangga yang terdiri dari kupu-kupu dan ngengat).

Seperti kebanyakan penamaan umum, penggunaan istilah ini sebenarnya tidak konsisten, sebab larva lalat gergaji juga sering disebut sebagai ulat.[1][2] Baik larva lepidopteran maupun larva symphytan sama-sama memiliki bentuk tubuh eruciform.

Ulat dari sebagian besar spesies adalah herbivora (folivora), tetapi tidak semuanya; beberapa persen (sekitar 1%) adalah insektivora, bahkan ada juga yang kanibal. Beberapa ulat memakan produk hewani lainnya; misalnya, ngengat pakaian memakan wol, sementara ngengat tanduk memakan kuku dan tanduk ungulata mati.

Ulat biasanya merupakan pemakan yang rakus. Banyak ulat yang menjadi hama pertanian serius. Kenyataannya banyak spesies ngengat yang lebih dikenal pada tahap ulatnya karena kerusakan yang ditimbulkan pada buah-buahan dan hasil pertanian lain, sedangkan ngengatnya bukan merupakan hama. Sebaliknya, berbagai spesies ulat sangat bermanfaat bagi manusia. Misalnya sebagai sumber sutra, makanan manusia dan hewan ternak, atau untuk pengendalian biologis tanaman hama (gulma).[butuh rujukan]

AnatomiSunting

  1. Kepala
  2. Dada
  3. Perut
  4. Spirakulum
  5. Kait anal
  6. Tungkai perut (abdominal)
  7. Segmen
  8. Tungkai dada (thoracis)
  9. 9. Antena

Kebanyakan ulat memiliki badan panjang dan berbentuk gilig (silinder). Ulat memiliki tiga pasang tungkai yang sejati pada tiga segmen dada, ditambah dengan empat pasang tungkai semu yang disebut tungkai perut pada segmen tengah perut dan sering sepasang tungkai perut pada segmen perut terakhir. Ulat mempunyai sepuluh segmen perut.

 
Sphinx ligustri
 
Tungkai perut (abdominal) Papilio machaon
 
Ulat duri

ReferensiSunting

Lihat pulaSunting