Buka menu utama

Toponimi adalah bidang keilmuan dalam linguistik yang membahas tentang asal-usul penamaan nama tempat, wilayah, atau suatu bagian lain dari permukaan bumi, termasuk yang bersifat alam (sungai, lautan, dan pegunungan) yang buatan (kota, gedung, jalan, jembatan) Toponimi berkaitan dengan bidang etnologi dan kebudayaan. Pada beberapa kasus, nama-nama jalan berkaitan dengan sejarah, mitos, maupun legenda suatu tempat. Beberapa sistem penamaan jalan di Indonesia banyak diadopsi melalui nama-nama pahlawan di nusantara.

Toponimi berasal dari bahasa Yunani tópos (τόπος) yang berarti tempat dan diikuti oleh ónoma (ὄνομα) yang berarti nama.

Bacaan lebih lanjutSunting

  • Berg, Lawrence D. and Vuolteenaho, Jani (2009). Critical Toponymies (Re-Materialising Cultural Geography). Ashgate Publishing. ISBN 978-0754674535
  • Cablitz, Gabriele H. 2008. When “what” is “where”: A linguistic analysis of landscape terms, place names and body part terms in Marquesan (Oceanic, French Polynesia). Language Sciences Volume 30, Issues 2–3, Pages 200–226.
  • Desjardins, Louis-Hébert (1973). Les nons géographiques: lexique polyglotte, suivi d'un glossaire de 500 mots. Leméac. Without ISBN
  • Hercus, Luise, Flavia Hodges, Jane Simpson. 2009. The Land is a Map: Placenames of Indigenous Origin in Australia. Pandanus Books.
  • Kadmon, Naftali. 2000. Toponymy: the lore, laws, and language of geographical names. Vantage Press.