Buka menu utama

Toemenggoeng Djaja Kartie[1] atau Toemenggoeng Djaija Kartie atau Tumenggung Jaya Karti (EYD) atau Temanggoeng Djaja Karti[2] atau Tamanggung Jaya Karti (ejaan Dayak)[3] adalah hoofd van Patei (m. sejak 21 mei 1857-1862)[1], kemudian menjadi Distriktshoofd van Patai di bawah pemerintahan Radhen Adipati Danoe Redjo Afdeeling Amoenthaij (sebelum 11 Juni 1860 masih pemerintahan sultan Banjar)[4], kemudian di bawah Afdeeling Dusson en Becompaij.[5][6] Nama lahirnya adalah Jelan. Dia termasuk pihak yang membantu Belanda dalam memerangi Tumenggung Surapati dalam Perang Barito/Perang Banjar. Namanya diabadikan sebagai nama Pasar di Tamiang Layang, Barito Timur.[7][8] Tamanggung Jaya Karti memiliki saudara yang semuanya tumenggung yaitu Tamanggung Jaya Dauk, Tamanggung Jaya Kasil dan Tamanggung Jaya Karani.[9]

Toemenggoeng Djaja Kartie
Dinobatkan21 Mei 1857
Nama asliDjelan
Lahir1805
Tempat lahirTemplat:Country data Kesultanan Banjar Distrik Pattai (Kesultanan Banjar)
Wafat1875
Tempat wafatBendera Belanda Distrik Pattai (Hindia Belanda)
AgamaKaharingan

Catatan kakiSunting

  1. ^ a b (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1861). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. 34. Lands Drukkery. hlm. 133. 
  2. ^ Sigit (10 Juli 2013). "Pasar Temanggoeng Djaja Karti Diresmikan". Metro7. Diakses tanggal 15 Agustus 2014. 
  3. ^ (Indonesia) Susanto, A. Budi (2007). Masihkah Indonesia. Kanisius. hlm. 216. ISBN 9792116575. ISBN 978-979-21-1657-1
  4. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. 35. Lands Drukkery. hlm. 136. 
  5. ^ http://www.indonesianhistory.info/map/borneo1879.html
  6. ^ (Belanda) Landsdrukkerij (Batavia), Landsdrukkerij (Batavia) (1862). Almanak van Nederlandsch-Indië voor het jaar. 36. Lands Drukkery. hlm. 136. 
  7. ^ http://www.metro7.co.id/2013/07/pasar-temanggoeng-djaja-karti-diresmikan.html
  8. ^ http://www.metro7.co.id/2013/11/januari-pasar-temanggoeng-djaja-karti.html
  9. ^ (Indonesia) Susanto, A. Budi (2007). Masihkah Indonesia. Kanisius. hlm. 216. ISBN 9792116575. ISBN 978-979-21-1657-1

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting