Buka menu utama

Tiara adalah sebuah Sinetron mingguan produksi Genta Buana Paramita yang ditayangkan oleh Indosiar pada tahun 2007-2008.[1]

Sinetron Tiara
Tiara.jpeg
GenreDrama
Romantis
Musikal
PembuatGenta Buana Paramita
PemeranEva Asmarani
Arif Rahman
Chairil JM
Lilis Suganda
Choky Adriano
Alenta S. Hombing
Denia
Imelda Tahir
Pengisi suaraSanggar Prathivi
Negara Indonesia
BahasaIndonesia
Jumlah episode17 episode
Produksi
ProduserBudhi Sutrisno
LokasiJakarta
Durasi1 Jam
Rumah produksiGenta Buana Paramita
DistributorGenta Buana Paramita
Rilis
Jaringan penyiarIndosiar
Tanggal rilisSabtu, 15 September 2007 –
Sabtu, 5 Januari 2008
Kronologi
Diawali olehPanji
Dilanjutkan olehMelodi

PemeranSunting

SinopsisSunting

Kisahnya adalah tentang Tiara (Eva Asmarani) gadis cantik berasal dari keluarga kaya, tetapi karena bapaknya Herlambang (Chairil J.M) menikah kembali dengan istri barunya bernama Isti (Lilis Sugandha), maka keluarga Tiara menjadi berantakan. Tiara lebih memilih meninggalkan rumah serta kekayaan yang pernah dimilikinya untuk ikut dengan ibunya, Heni (Denia) tinggal di rumah kontrakan.

Pada suatu malam, Tiara yang berhujan-hujanan pergi untuk menemui bapaknya, Herlambang. Sesampainya di rumah yang dulu pernah ditinggalinya dan yang dulu penuh dengan kekayaan, kali ini ia datang justru untuk meminjam uang dari bapaknya dikarenakan ibu Tiara, Heni sedang sakit dan kontrakan rumah yang selama ini ditempati oleh ibu dan Tiara sudah menunggak 3 bulan dan harus secepatnya dilunasi — kalau tidak mereka akan diusir.

Tapi yang terjadi bukan uang yang didapat malah caci maki dan hinaan yang didapat oleh Tiara, hal tersebut terjadi karena ulah Isti yang memanas-manasi Herlambang bahwa Tiara dan ibunya Heni hanya bisanya meminta dan meminta saja dan hanya menjadi parasit keluarga Herlambang yang baru, Tiara pun naik pitam ketika Isti berbicara seperti itu karena bagi Tiara, dia dan ibunya masih menjadi tanggung jawab dari bapaknya Herlambang dan tanpa berpikir panjang. Tiara mengucapkan bahwa bapaknya sendiri saja tidak becus mengurusinya semasa dia masih sama-sama dan setelah berpisah pun juga.

Herlambang pun menjadi marah dan kemarahannya sangat tak terbendung. Siapa pun yang mencoba melindungi Tiara berarti menentangnya. Herlambang menyuruh Oka (Panji) untuk mengambil pecutan kuda lalu Tiara yang mengetahui bahwa dirinya akan dipecut dengan pecutan kuda — bukannya takut, tetapi malah melawan Herlambang. Semakin marah maka Herlambang lalu memecut beberapa kali ke tubuh Tiara.

Tiara tetap melawan dengan mengucap kata-kata makian kepada bapaknya sehingga membuat Herlambang semakin bernafsu dan semakin mengila dan terus memecut Tiara tanpa menyadari bahwa Tiara adalah darah dagingnya sendiri. Setelah Herlambang selesai karena kelelahan tubuh Tiara pun penuh dengan luka bekas pecutan dan diberikannya dia uang 5 juta rupiah untuk biaya berobat ibunya dan Tiara sendiri serta biaya kontrakan yang menunggak 3 bulan.

Tiara malah menolaknya ini dikarenakan sudah sakit hati atas apa yang terjadi oleh dirinya yang dilakukan oleh bapaknya sendiri. Kekecewaan itu membengkak sehingga dia pun berjanji kepada Herlambang suatu saat nanti dia akan membalas dendam dan memutuskan tali silaturahmi antara ayah dan anak.

Tiara pun berlari keluar rumah yang di mana hujan turun tidak juga berhenti Tiara tetap berlari menuju jalan raya, memang malang nasib Tiara sebuah mobil menyerempetnya hingga jatuh. Wira (Arief Rahman) yang menyerempetnya lalu memberikan bantuan kepada Tiara karena kesalahan yang sudah diperbuatnya dan Tiara pun menerimanya, tetapi setelah diketahui dari mulut Wira sendiri bahwa dia temannya Oka dan Maya, anak dari Herlambang beserta istrinya Isti, Tiara pun kembali pergi meninggalkannya dan kembali berlari sampai di rumahnya.

Ibu Tiara kaget melihat Tiara dengan badan penuh luka pecutan dan Tiara pun memberitahukan kepada ibunya bahwa ini perbuatan bapaknya. Heni pun menangis sedih. Di kemudian hari Tiara mencoba melamar pekerjaan dari satu tempat ke tempat yang lain tetapi hanya penolakan yang diterima hingga dia sampai pada satu tempat disebuah kafe dan dia melihat sedang ada sisi latihan vokal dari sang penyanyi kafe.

Di tempat itu pun dia ditolak lalu tetapi Tiara berucap kepada sang pemilik kafe bahwa dia bisa menyanyi lebih baik dari sang penyanyi yang sedang latihan. Sang pemilik kafe pun merasa tertantang ingin mencoba kemampuan Tiara. Tiara pun menerimanya dan mencoba menyanyi dan ternyata sambutan dari penonton sangat meriah. Kisahnya bersambung...

ReferensiSunting

Pranala luarSunting