Tetrastigma

genus tumbuh-tumbuhan

Tetrastigma adalah salah satu genus tumbuhan dalam famili Vitaceae. Model pertumbuhan Tetrastigma adalah liana pemanjat. Sinar matahari diperoleh oleh Tetrastigma dengan cara merambat di batang tumbuhan lain karena batangnya tidak dapat berdiri secara tegak. Tetrastigma umumnya menjadi tempat bertumbuhnya tumbuhan parasit seperti Sapria himalayana dan Rafflesia arnoldii.[1] Keberadaan Tetrastigma di dalam kawasan hutan merupakan penanda hutan hijau abadi.[2] Jumlah spesies Tetrastigma sebanyak 97 jenis yang tersebar di seluruh wilayah di dunia. Sebagian besar penyebarannya berada di benua Asia yang beriklim tropika. Negara dan kawasan yang memiliki spesies Tetrastigma dengan jumlah yang cukup banyak adalah Republik Tiongkok, India, Thailand. Indochina dan Malaysia Barat.[3]

PenyebaranSunting

Cagar Alam PangandaranSunting

Setiap wilayah di dalam Cagar Alam Pangandaran selalu ditemukan Tetrastigma yang menjadi inang bagi Rafflesia patma.[4]  

PeranSunting

Inang bagi RafflesiaSunting

Tetrastigma merupakan inang bagi genus Rafflesia. Terdapat 10 spesies Tetrasigma yang menjadi inang bagi Rafflesia.[3] Empat jenis Rafflesia yang tumbuh di Indonesia diketahui menjadi parasit pada tiga spesies Tetrastigma. Di Jawa, Rafflesia patma menjadi parasit bagi spesies Tetrastigma leucostaphyillum dan Tetrastigma glabratum.  Di Sumatra, Rafllesia arnoldii menjadi parasit bagi Tetrastigma curtisii dan Tetrastigma leucostaphyillum. Sementara itu, Rafflesia zollingeriana menjadi parasit bagi Tetrastigma glabratum di wilayah Jawa Timur.[5] Pengenalan Tetrastigma sebagai inang Rafflesia sulit untuk dilakukan. Daun Tetrastigma umumnya tersamarkan dengan daun pohon lain karena perambatan Tetrastigma yang hanya di bagian kanopi pohon yang rimbun. Pada kondisi tertentu, Tetrastigam sebagai inang Rafflesia juga tumbuh berjauhan karena melakukan perambatan.[4]

Inang bagi Saparia himalayanaSunting

Tetrastigma juga menjadi inang bagi spesies Saparia himalayana. Tanaman ini memperoleh nutrisi dari akar-akar Tetrasigma.[6]

ReferensiSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Mursidawati dan Irawati 2017, hlm. 12.
  2. ^ Eliiot, S., dkk. 2006, hlm. 17.
  3. ^ a b Mursidawati dan Irawati 2017, hlm. 11.
  4. ^ a b Mursidawati dan Irawati 2017, hlm. 14.
  5. ^ Mursidawati dan Irawati 2017, hlm. 11-12.
  6. ^ Elliot, S., dkk. 2006, hlm. 12.

Daftar pustakaSunting