Buka menu utama

Kolonel Inf (Purn.) KGPHPA. Tedjowulan (EYD: Tejowulan) (lahir di Surakarta, 3 Agustus 1954; umur 64 tahun) adalah pepatih dalem Kasunanan Surakarta yang dinobatkan pada tahun 2012. Pada tanggal 9 November 2004 ia pernah dinobatkan pendukungnya sebagai Pakubuwana XIII[1]. Pangeran Tejowulan mengakhiri dualisme kepemimpinan di Kasunanan Surakarta setelah berekonsiliasi dengan kakaknya, Pangeran Hangabehi (Pakubuwana XIII) pada bulan Juni 2012. Tejowulan sendiri menjadi mahapatih dengan gelar KGPHPA (Kanjeng Gusti Pangeran Haryo Panembahan Agung). Walaupun rekonsiliasi sempat ditentang oleh beberapa anggota keluarga (terutama Gusti Moeng dan pendukungnya), tetapi atas dukungan Pemkot Surakarta dan masyarakat, Hangabehi dan Tejowulan berhasil rujuk, dan membentuk dwitunggal.

KGPHPA. Tedjowulan
1645600316tejowulan.jpg
Mahapatih Sunan Surakarta
Mulai menjabat
20 Mei 2012
Penguasa monarkiPakubuwana XIII
PresidenMegawati Soekarnoputri
Susilo Bambang Yudhoyono
Joko Widodo
PendahuluTidak ada, jabatan baru
Informasi pribadi
LahirGRM. Suryo Sutejo
3 Agustus 1954 (umur 64)
Bendera Indonesia Surakarta, Indonesia

KehidupanSunting

Nama aslinya adalah GRM. Suryo Sutejo, sebagai anak Pakubuwana XII Surakarta dari istri keempatnya, KRAy. Pradapa Ningrum. Ia dididik di Akademi Militer di Bandung pada 1984 dan pensiun sebagai Kolonel Infanteri. Pada tanggal 31 Agustus, ia berada di rumah Mooryati Soedibyo di Surakarta sebagai pewaris oleh para pengikutnya, menyatakan dengan gelar sebagai "Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom Amangku Negara Sudibya Rajaputra Narendra ing Mataram". Pada tahun 1982 ia menikah di keraton dengan Raden Ayu Nanik Indiastuti, bergelar GKR. Hemas. Pasangan ini memiliki dua anak perempuan.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting