Technischer Überwachungsverein

Sebuah pendidih dengan label yang menandakan telah disertifikasi oleh TÜV

TÜV (pengucapan bahasa Jerman: [ˈtʏf]; kependekan untuk bahasa Jerman: Technischer Überwachungsverein, bahasa Indonesia: Asosiasi Inspeksi Teknis) adalah sebuah perusahaan asal Jerman yang menyediakan layanan inspeksi dan sertifikasi produk.[1]

SejarahSunting

TÜV memulai sejarahnya di Jerman pada akhir abad ke 1800-an, selama Revolusi Industri, pasca terjadinya ledakan pendidih uap di sebuah pabrik bir di Mannheim pada tahun 1865. Kejadian ini menginspirasi sekelompok insinyur untuk mendirikan Dampfkessel Überwachungsverein (DÜV, Asosiasi Inspeksi Pendidih Uap) dan kemudian diikuti pendirian asosiasi serupa di beberapa kota di Jerman, yang kemudian bergabung menjadi satu, pada tahun 1873.

Pada tahun 1877, mereka merilis standar pertama untuk konstruksi dan perawatan pendidih, yang kemudian dikenal sebagai "Standar Würzburg". DÜV kemudian mengembangkan bisnisnya dengan mulai menginspeksi listrik dan elevator.

Pada tahun 1906, Keharyapatihan Baden merilis peraturan untuk inspeksi kendaraan dan pengemudi, DÜV Baden kemudian diberi tanggung jawab untuk melaksanakan inpeksi tersebut. Pada tahun 1938, 37 DÜV yang telah ada pada saat itu direorganisasi, sehingga menjadi hanya 17 TÜV. Pada tahun 1951, peraturan baru mewajibkan semua mobil untuk diinspeksi oleh TÜV tiap dua tahun sekali.[2]

Pada tanggal 25 Januari 2019, sebuah bendungan di Brazil yang baru saja diinspeksi oleh TÜV runtuh, dan menewaskan 186 orang, sementara 122 orang masih belum ditemukan,[3] karena bencana bendungan Brumadinho ini menyebabkan aliran lumpur menghancurkan rumah-rumah di sepanjang alirannya. Otoritas Brazil pun menahan dua insinyur TÜV Süd, yang dikontrak untuk menginspeksi bendungan ini.[4][5][6]

TrasisiSunting

Seiring waktu, 17 TÜV yang ada pun berhasil menjadi perusahaan multinasional, dan menyediakan layanan untuk industri, pemerintah, individu, hingga organisasi nirlaba.[7]

Selama dekade 1980-an dan 1990-an, deregulasi berhasil meningkatkan iklim kompetisi pada industri inspeksi dan sertifikasi Jerman,[8] dan deregulasi pun kembali dilakukan pada akhir tahun 2007.[9]

Upaya penggabunganSunting

Pada tahun 2007, TÜV Nord dan TÜV SÜD setuju untuk bergabung, sehingga dapat menjadi perusahaan dengan 18.000 pegawai dan penjualan sekitar 1,8 miliar euro. Namun penggabungan ini kemudian dibatalkan, dengan alasan adanya potensi kesulitan dalam proses penggabungan, serta adanya batasan yang harus dipatuhi berdasarkan peraturan antitrust.[10] Pada tahun 2008, TÜV Süd dan TÜV Rheinland setuju untuk bergabung sehingga dapat membentuk perusahaan layanan pengujian terbesar kedua di dunia, setelah SGS S.A.. Gabungan kedua perusahaan tersebut pun memiliki sekitar 25.000 pegawai dan pendapatan 2,2 miliar euro.[11] Rencana ini kemudian dibatalkan karena adanya kekhawatiran menimbulkan monopoli.[12]

TÜV Nord memiliki 10.000 pegawai di seluruh dunia pada tahun 2015.[7]

Regulasi alat kesehatanSunting

TÜV berperan sebagai lembaga pengujian resmi untuk alat kesehatan di Eropa.[13] Pada tahun 2013, TÜV Rheinland dituntut bertanggung jawab oleh sebuah pengadilan di Prancis atas bocornya implan payudara di 1.600 wanita. Implan ini dibuat oleh Poly Implants Prothèses, dan TÜV Rheinland telah mensertifikasi proses produksinya.[14][15] TÜV Rheinland memperoleh pendapatan sekitar 1,88 miliar euro pada tahun 2015, yang mana lebih dari separuhnya diperoleh dari luar Jerman.[16]

ReferensiSunting

  1. ^ Dong, Jielin (2007). Network Dictionary (dalam bahasa Inggris). Javvin Technologies Inc. ISBN 9781602670006. 
  2. ^ Mayer, Hans W. (15 April 2016). "Wie die Industrie sicherer wurde". VDI Nachrichten. 
  3. ^ "Brumadinho dam collapse in Brazil: Vale mine chief resigns". Diakses tanggal 2019-03-03. 
  4. ^ "Brazil dam disaster death toll mounts as arrests warrants issued". 29 January 2019. 
  5. ^ Jan 29, Thomson Reuters · Posted; January 29, 2019 10:25 AM ET | Last Updated:. "3 Brazil mining company employees, 2 contractors arrested in dam disaster | CBC News". CBC (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-01-30. 
  6. ^ Silva De Sousa, Marcelo; Jeantet , Diane (31 January 2019). "Brazilian environmental group tests water after dam collapse". Diakses tanggal 1 February 2019. 
  7. ^ a b Hakim, Danny; Bowley, Graham (14 October 2015). "VW Scandal Exposes Cozy Ties in Europe's New Car Tests". The New York Times. 
  8. ^ Bennet, Gregory S. (2009). Food Identity Preservation and Traceability: Safer Grains (dalam bahasa Inggris). CRC Press. hlm. 270. ISBN 9781439804872. 
  9. ^ "Zusammenschluss: TÜV Süd und TÜV Rheinland stehen vor Fusion - SPIEGEL ONLINE - Wirtschaft". Spiegel. February 12, 2008. 
  10. ^ "Fusion von TÜV Süd und TÜV Nord geplatzt". tagesschau.de-Archiv. 27 August 2007. 
  11. ^ Dierig, Carsten (17 February 2008). "TÜV Rheinland und TÜV Süd wollen gemeinsam den internationalen Markt erobern: Auch nach dem geplanten Zusammenschluss der beiden Prüfinstitute soll der Standort Köln erhalten bleiben - WELT". Die Welt. 
  12. ^ "TÜV-Fusion: Elefantenhochzeit abgesagt". Frankfurter Rundschau (dalam bahasa Jerman). 26 August 2008. 
  13. ^ Labek, G; Schöffl, H; Meglic, M (February 2015). "New medical device regulations ahead - what does that mean for arthroplasty registers?". Acta orthopaedica. 86 (1): 5–6. doi:10.3109/17453674.2014.1002185. PMC 4366659 . PMID 25583172. 
  14. ^ Baume, Maïa De La (14 November 2013). "Court Orders German Firm to Pay Victims of Defective Breast Implants". The New York Times. 
  15. ^ Leeuwen, Barend van (2017). European Standardisation of Services and its Impact on Private Law: Paradoxes of Convergence (dalam bahasa Inggris). Bloomsbury Publishing. hlm. 134ff. ISBN 9781509908356. 
  16. ^ Bolsmann, Tobias (13 June 2017). "TÜV Rheinland kooperiert mit RAG-Prüflabor in Herne". Westdeutsche Allgemeine Zeitung (dalam bahasa Jerman).