Takhayul (bahasa Inggris: superstition; bahasa Arab: الخرافة‎, al-khurāfa) adalah sesuatu yang hanya berdasarkan pada khayalan belaka.[1]

Penentang takhayul adalah Rasionalis pertengahan abad ke-17 Benedict de Spinoza[2] dan para intelektual Abad Pencerahan.

EtimologiSunting

 
Kucing hitam dianggap sebagai pertanda buruk dalam beberapa kebudayaan

Kata superstition pertama kali digunakan dalam bahasa Inggris pada abad ke-15. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, kata takhayul berasal dari bahasa Arab, yaitu زَجَرَ الطَّيْرَ yang berarti menerbangkan burung. Kata takhayul diserap secara salah kaprah karena takhayul dalam terminologi bahasa Arab saat ini hanya teruntuk pada kepercayaan yang menganggap sial segala sesuatu dengan melihat arah terbang sekelompok burung. Sedangkan terminologi takhayul dalam bahasa Indonesia sama dengan khurafat (خُرَافَةٌ), yang berarti sebuah cerita dongeng[3].

ReferensiSunting

  1. ^ https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/takhayul
  2. ^ Benedictus de Spinoza, Tractatus Theologico-Politicus, namely the preface.
  3. ^ Team, Almaany. "Terjemahan dan Arti kata takhayul dalam bahasa Arab, Kamus istilah bahasa Indonesia bahasa Arab Halaman". www.almaany.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-04-23. 

Pranala luarSunting