Tahun Lima Kaisar

Tahun Lima Kaisar mengacu kepada tahun 193 M ketika terdapat lima orang yang mengklaim gelar Kaisar Romawi, yaitu Pertinax, Didius Julianus, Pescennius Niger, Clodius Albinus, dan Septimius Severus

Septimius Severus, kaisar yang akhirnya berjaya seusai huru hara yang berlangsung selama Tahun Lima Kaisar

Tahun yang penuh huru hara ini dimulai oleh pembunuhan Kaisar Commodus pada tanggal 31 Desember 192 M. Seusai peristiwa tersebut, Pertinax diangkat menjadi kaisar, tetapi ia ditentang oleh Garda Praetoria ketika ia mencoba untuk melancarkan reformasi. Garda tersebut kemudian merencanakan pembunuhannya, dan Pertinax tewas saat mencoba berunding dengan para pemberontak.[1] Saat itu, Pertinax baru menjabat selama tiga bulan. Didius Julianus naik takhta setelah membeli gelar kaisar dari Garda Praetoria, tetapi ia kemudian digulingkan oleh Septimius Severus dan dieksekusi pada 1 Juni. Severus dinyatakan sebagai Kaisar oleh Senat, tetapi Pescennius Niger menolaknya dan menyatakan diri sebagai kaisar.[2] Akibatnya, meletus perang saudara antara Niger dan Severus; keduanya mengumpulkan pasukan dan bertempur di berbagai wilayah. Akibat perang ini, Severus mengizinkan Clodius Albinus, yang ia curigai sebagai ancaman, untuk menjadi kaisar kedua agar Severus tidak harus mengurus pemerintahan kekaisaran. Langkah ini memungkinkan Severus untuk mencurahkan perhatiannya pada perang melawan Niger. Sebagian sejarawan menganggap Severus dan Albinus sebagai dua kaisar yang berbeda meskipun mereka memerintah secara bersamaan. Wangsa Severa dibentuk seusai kekacauan pada tahun 193 M.

ReferensiSunting