Buka menu utama
Supay menurut interpretasi festival di Peru.

Dalam mitologi Quechua, Aymara dan Inka, Supay adalah dewa kematian dan penguasa Ukhu Pacha (penguasa dunia bawah), dan juga mengacu kepada ras iblis.

Setelah Spanyol menjajah Amerika, para pendeta Kristen menggunakan nama "Supay" untuk menyebut setan di dalam Alkitab. Namun, tidak seperti bangsa Eropa, "para penduduk asli tidak menolak Supay, tetapi mereka merasa takut dengannya dan menyebut namanya dan memohon kepadanya agar tidak menyakiti mereka".[1]

Supay kini memiliki simbolisme sinkretik dan menjadi tokoh utama di dalam diablada Bolivia (seperti yang terlihat di Carnaval de Oruro), Peru dan negara-negara di Pegunungan Andes lainnya. Nama "Supay" kini diterjemahkan secara kasar menjadi diablo (dalam bahasa Spanyol berarti setan) di negara-negara Amerika Selatan. Di kawasan utara Argentina, dunia bawah tempat tinggal Supay disebut "Salamanca".

Di beberapa daerah di Peru, suku Quechua meneruskan tradisi tarian Supay di Mamacha Candicha, yang secara kasar bermakna "perawan api", dan festival ini berlangsung selama dua minggu.

ReferensiSunting

  1. ^ "El indígena no repudiaba al Supay sino que temiéndole, lo invocaba y rendía culto para evitar que le hiciera daño". Cuentas Ormachea, Enrique (1986). "La Diablada: una expresión de coreografía mestiza del altiplano del Collao", Boletín de Lima, Nº44, hlm.35, Lima.