Buka menu utama

‘’’Sunlie Thomas Alexander’’’ yang memiliki nama lahir Tang Shunli (湯順利) (lahir di Bangka, Kepulauan Bangka-Belitung, 7 Juni 1977; umur 42 tahun) adalah sastrawan dan penulis berkebangsaan Indonesia keturunan Tionghoa. Namanya dikenal melalui karya-karyanya berupa cerita pendek, puisi, esai, kritik sastra, catatan sepak bola, dan ulasan seni yang dipublikasikan di berbagai surat kabar dan jurnal (cetak dan daring) yang terbit di Indonesia maupun di luar negeri, antara lain Kompas, Jawa Pos, Koran Tempo, Media Indonesia, Horison, Suara Merdeka, Jurnal Cerpen Indonesia, Jurnal Poetika, Kedaulatan Rakyat, DetikSport, Jurnal Ruang, Gong, Lampung Post, Bangka Pos, Hai, Nova, 客家雜誌 (Hakka Monthly), 獨立評論, dan lain-lain, di samping juga terhimpun dalam puluhan buku antologi. Tahun 2016, Sunlie menerima beaiswa residensi penulis di Taiwan dari Menteri Kebudayaan Republik China Taiwan, sedangkan 2018 menerima beasiswa residensi ke Belanda dari Komite Buku Nasional Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. [1][2][3][4][5][6][7][8]

Sunlie Thomas Alexander
Sunlie Thomas.jpeg
Lahir (1977-07-07)7 Juli 1977
Bangka, Indonesia Bendera Indonesia
Pekerjaan Sastrawan
Penulis
Tahun aktif 2000 - sekarang

Latar BelakangSunting

Sunlie Thomas Alexander lahir dalam keluarga Tionghoa-Hakka di Belinyu, utara Pulau Bangka, 7 Juni 1977 dengan nama Tang Shunli (湯順利). Kakeknya adalah imigran China asal Jiāyīng Zhōu (sekarang Meizhou), provinsi Guangdong, Republik Rakyat China. Masa kecil dan remajanya dilewatinya di Pulau Bangka. Saat ini ia menetap di Yogyakarta.

Sunlie sempat belajar Desain Komunikasi Visual di Fakultas Seni Rupa, Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta, tetapi menyelesaikan studi Teologi-Filsafat di Fakultas Ushuluddin, Universitas Islam Negeri (UIN Sunan Kalijaga) di kota yang sama.

Ia diundang dan menghadiri berbagai festival sastra di Indonesia, seperti Kongres Cerpen Indonesia IV di Pekanbaru, Riau (2005), Temu Sastrawan Indonesia I di Jambi (2008), Temu Sastrawan Indonesia IV di Tanjungpinang, Kepulauan Riau (2010) dan Temu Sastrawan Indonesia V di Ternate, Maluku Utara (2011), Temu Sastra MPU di Lembang, Jawa Barat (2008), Korean-ASEAN Poets Literature Festival II di Pekanbaru, Riau (2011), Ubud Writers & Readers Festival di Ubud, Bali (2012), serta Pertemuan Sastrawan Nusantara XVII di Pekanbaru, Riau (2013). Pada tahun 2009, ia ditunjuk sebagai ketua pelaksana Temu Sastrawan Indonesia II di Pangkalpinang, Bangka-Belitung.

Pada tahun 2016, ia diundang oleh Menteri Kebudayaan Republic of China (Taiwan) dan Perpustakaan Asia Tenggara Brilliant Time untuk mengikuti residensi sastra di Taiwan selama enam bulan sekaligus menjadi juri Taiwan Literature Award for Migrants (台灣移民工文學獎). Kemudian menjadi pembicara dalam 2017 Asian Poetry Festival di Taipei, Taiwan yang ditaja oleh Qi Dong Poetry Salon dan majalah sastra INK pada bulan Oktober 2017. Pada musim gugur 2018, ia menjadi seniman mukim di Belanda atas beasiswa program Residensi Penulis dari Komite Buku Nasional, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Sunlie telah menerbitkan enam buah buku, berupa kumpulan cerpen dan puisi. Saat ini ia sedang mengerjakan novel pertamanya, Kampung Halaman di Negeri Asing dan sebuah kumpulan kisah memoar berjudul Memoar Pulau Timah.

BibliografiSunting

  • Malam Buta Yin (cerpen, Yogyakarta: Gama Media, 2009).
  • Istri Muda Dewa Dapur (cerpen, Yogyakarta: Ladang Pustaka & Terusan Tua, 2012).
  • Sisik Ular Tangga (puisi, Yogyakarta: Halaman Indonesia, 2014).
  • Youling Chuan [幽靈船] (cerpen dan puisi terjemahan dalam bahasa Mandarin, Taipei: Sifang Wén Chuàng [四方文創], 2016).
  • Makam Seekor Kuda (cerpen, Yogyakarta: Indie Book Corner, 2018).
  • My Birthplace and Other Stories (cerpen terjemahan dalam bahasa Inggris, Jakarta: Lontar, 2019).

PenghargaanSunting

  • 14 Cerpen Terbaik “Anugerah Sastra Horison” (2004).
  • Juara II Sayembara Esai “Ahmad Wahid Award” (2010).
  • Pemenang III Lomba Cipta Cerpen Tingkat Mahasiswa se-Indonesia STAIN Purwokerto (2011).
  • Pemenang II Lomba Cipta Cerpen Tingkat Mahasiswa se-Indonesia STAIN Purwokerto (2012).
  • Lima (5) Unggulan Terbaik Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta (2013).
  • Juara I Kritik Sastra dalam Lomba Sastra & Seni Universitas Gadjah Mada ke-3 Tahun (2015).
  • Pemenang III Sayembara Kritik Sastra Dewan Kesenian Jakarta (2017).
  • Juara I Kritik Sastra dalam Lomba Sastra & Seni Universitas Gadjah Mada ke-4 Tahun (2017).

ReferensiSunting

  1. ^ Sunlie Thomas Alexander (2012): [Istri Muda Dewa Dapur Yogyakarta: Ladang Pustaka & Terusan Tua. ISBN: 978-602-18231-2-5
  2. ^ Sunlie Thomas Alexander (2018): [Makam Seekor Kuda. Yogyakarta: Indie Book Corner. ISBN: 978-602-3093-03-8
  3. ^ Island of Imagination: Sunlie Thomas Alexander, diakses 30 Januari 2019
  4. ^ Bangka Tribun News: Sastra Babel Bagian dari Sastra Dunia, diakses 30 Januari 2019
  5. ^ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan: Hadiah Sastra Majalah Horison, diakses 30 Januari 2019
  6. ^ Slide Share: Memasak Nasi Goreng tanpa Nasi, Antologi Esai Pemenang Sayembara Kritik Sastra DKJ 2013, diakses 30 Januari 2019
  7. ^ Dewan Kesenian Jakarta: Pertanggungjawaban Dewan Juri Sayembara Kritik Sastra DKJ 2017, diakses 30 Januari 2019
  8. ^ Universitas Gajah Mada: Malam Anugerah Sastra dan Seni UGM 2017, diakses 30 Januari 2019