Suku sakat

Suku sakat (bahasa Inggris: collateral descendant) adalah sebuah istilah yang merujuk kepada golongan orang-orang (keluarga) yang masih memiliki garis keturunan yang sama.[1]

Contoh PenggunaanSunting

Suku sakat dalam silsilah keluargaSunting

Dalam silsilah keluarga, istilah ini dapat digunakan untuk merujuk kepada kesamaan garis susur galur dalam keluarga, contohnya yakni dapat berupa sepupu; yang merupakan saudara senenek.[2][3]

Suku sakat dalam suku bangsaSunting

Dalam konteks suku bangsa,[4] istilah ini dapat digunakan untuk merujuk kepada golongan-golongan sub-etnis yang berada dalam satu entitas kesatuan identitas suku bangsa. Sebagai contohnya, Mandailing[5] merupakan salah satu sub-bagian dari suku Batak (salah satu suku bangsa pribumi Indonesia), dan Tiochiu yang merupakan sub-etnis dari suku Han (salah satu suku bangsa Tiongkok). Suku sakat dalam suku bangsa dapat meliputi sistem patrilineal yang merupakan hubungan keturunan melalui garis kerabat pria saja,[6] dan matrilineal yang merupakan hubungan keturunan melalui garis kerabat wanita,[7] serta ambilinealitas yang merupakan hubungan keturunan yang menggunakan kedua sistem garis kerabat—pria maupun wanita— dalam waktu yang bersamaan. Suku bangsa pribumi Indonesia yang menggunakan sistem patrilineal contohnya yakni suku Batak, sedangkan dalam sistem matrilineal contohnya yakni digunakan dalam suku Minangkabau.

Lihat JugaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Suku sakat". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  2. ^ "Sepupu". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  3. ^ "Collateral descendant". Law Dictionary (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 5 Februari 2012. 
  4. ^ "Suku Bangsa". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  5. ^ "Batak Mandailing". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  6. ^ "Patrilineal". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021. 
  7. ^ "Matrilineal". kbbi.kemdikbud.go.id. Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 17 Agustus 2021.