Sujiwo Tejo

seniman dalang Indonesia

Agus Hadi Sudjiwo atau yang lebih dikenal dengan Sujiwo Tejo (lahir 31 Agustus 1962) adalah pemeran, dalang, budayawan, penyanyi, dan penulis Indonesia.

Sujiwo Tejo
Sujiwo Tejo 2019.jpg
LahirAgus Hadi Sudjiwo
31 Agustus 1962 (umur 60)
Jember, Jawa Timur, Indonesia
Nama lainSujiwo Tejo
AlmamaterInstitut Teknologi Bandung
Pekerjaan
Tahun aktif1994—sekarang
Suami/istri
Rosa Nurbaiti
(m. 1989)

KarierSunting

Pada tahun 1994, Sujiwo menciptakan lakon-lakon wayang kulit yang dibawakannya dengan judul Semar Mesem.

Sepanjang kariernya, Sujiwo pernah menjadi wartawan di harian Kompas selama 8 tahun.[1][2][3][4]

Sujiwo tampil dalam drama teatrikal KabaretJo yang merupakan singkatan dari "Ketawa Bareng Tejo".

DiskografiSunting

Album studioSunting

Album kompilasiSunting

FilmografiSunting

FilmSunting

Tahun Judul Peran Keterangan
2000 Telegram Daku Debut film
2002 Kafir Kuntetdilaga
2003 100% Sari Ayah Sari
2004 Kanibal - Sumanto Ki Sirat Juga sebagai penata musik
2005 Detik Terakhir dr. Gunawan
Janji Joni Adam Subandi
2007 Kala Ronggoweni
Malam Jumat Kliwon Pengendara mobil
2008 The Storyteller Film pendek
Hantu Aborsi Paranormal
Barbi3 Malaikat
2009 Kawin Laris Bapak pengantin
Capres (Calo Presiden) Sugiarto
Maling Kutang Slamet Kartowardoyo
2010 Bahwa Cinta Itu Ada N/A Debut penyutradaraan
Sang Pencerah Kiai Muhammad Fadlil
2011 Tendangan dari Langit Pak Darto
Semesta Mendukung Cak Alul
2012 Sampai Ujung Dunia Ayah Daud
2013 Soekarno Soekemi Sosrodihardjo
2015 Guru Bangsa: Tjokroaminoto Mangoensoemo
2018 Kafir: Bersekutu dengan Setan Jarwo
Kucumbu Tubuh Indahku Guru lengger
2019 Gundala Ki Wilawuk
2020 Mangkujiwo Brotoseno
2022 Nagih Janji Cinta R. M. Cokrodiningrat
Anak Penangkap Hantu Uak Bomoh
Hantu Baru
2023 Mangkujiwo 2 Brotoseno
TBA Angkot vs Bajaj
Keterangan
  Belum dirilis
  • TBA : To be announced

SinetronSunting

Tahun Judul Peran Keterangan
TBA Pandawa Terakhir
Keterangan
  Belum dirilis
  • TBA : To be announced

Karya tulisSunting

BukuSunting

  • Kelakar Madura buat Gus Dur (Lotus, 2001)
  • Dalang Edan (Aksara Karunia, 2002)
  • The Sax (Eksotika Karmawibhangga Indonesia, 2003)
  • Ngawur Karena Benar (Imania, 2012)
  • Jiwo Jancuk (GagasMedia, 2012)
  • Lupa Endonesa (Bentang, 2012)
  • Republik Jancukers (Kompas, 2012)
  • Dalang Galau Ngetwit (Imania, 2013)
  • Kang Mbok: Sketsa Kehidupan Sri Teddy Rusdy (Komunitas Bambu, 2013)
  • Lupa Endonesa Deui (Bentang Pustaka, 2014)
  • Rahvayana 'Aku Lala Padamu' (Bentang Pustaka, 2014)
  • Rahvayana 'Ada yang Tiada' (Bentang Pustaka, 2015)
  • Serat Tripama Gugur Cinta di Maespati (Bentang Pustaka, 2016)
  • Balada Gathak Gathuk (Bentang Pustaka, 2016)
  • Lupa 3ndonesa (Bentang Pustaka, 2016)
  • Tuhan Maha Asyik (Pustaka Imania, 2016)
  • Serat Tripama #2: Kumbakarna (Bentang Pustaka, 2017)
  • Sabdo Cinta Angon Kasih (Bentang Pustaka, 2018)
  • Talijiwo (Bentang Pustaka, 2018)
  • Senandung Talijiwo (Bentang Pustaka, 2019)
  • Tembang Talijiwo (Diva Press, 2020)
  • Tuhan Maha Asyik 2 (Pustaka Imania, 2020)

Penghargaan dan nominasiSunting

Tahun Penghargaan Kategori Karya yang dinominasikan Hasil
2020 Piala Maya Penampilan Singkat nan Berkesan Kucumbu Tubuh Indahku Nominasi

ReferensiSunting

  1. ^ Bukik Bertanya: Laku Semar Ngawur Sudjiwotedjo, diakses dari situs bukik.com
  2. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-11-26. Diakses tanggal 2007-12-03. 
  3. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-05-06. Diakses tanggal 2007-03-18. 
  4. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2007-03-15. Diakses tanggal 2007-03-18. 

Pranala luarSunting