Space-Based Infrared System

Space-Based Infrared System (SBIRS) adalah sistem terpadu yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pengintaian inframerah Amerika Serikat dari ruang angkasa pada dua sampai tiga dekade pertama di abad ke-21. Program SBIRS dirancang untuk memberikan kemampuan utama di bidang peringatan rudal, pertahanan rudal, dan karakterisasi ruang pertempuran menggunakan satelit di orbit geosinkron Bumi (GEO), instrumen sensor pada satelit di orbit sangat elips (HEO), dan fasilitas pemroses data di darat. Perangkat lunak darat SBIRS mengintegrasikan program sensor inframerah Angkatan Udara AS (USAF) dengan sensor inframerah baru.

Hingga Januari 2018, total sepuluh satelit yang membawa muatan SBIRS atau STSS telah diluncurkan: GEO-1 (USA-230, 2011), GEO-2 (USA-241, 2013), GEO-3 (USA-273, 2017), GEO-4 (USA-282, 2018), HEO-1 (USA-184, 2006), HEO-2 (USA-200, 2008), HEO-3 (USA-259, 2014), STSS-ATRR (USA-205, 2009), STSS Demo 1 (USA-208, 2009), dan STSS Demo 2 (USA-209, 2009). Kontrak manufaktur untuk GEO-5 dan GEO-6 diberikan pada tahun 2014, dengan dua satelit dijadwalkan untuk dikirim ke Angkatan Udara pada tahun 2022.[1][2]

ReferensiSunting

  1. ^ "Contracts for May 25, 2017". U.S. DEPARTMENT OF DEFENSE. 25 May 2017. Diakses tanggal 13 November 2017. 
  2. ^ "SBIRS GEO 5, 6 Contract Awarded". Los Angeles Air Force Base. U.S. Air Force. June 27, 2014. Diakses tanggal January 4, 2018.