Buka menu utama

Skadron Pendidikan 101 disingkat (Skadik 101) adalah unsur pelaksana pendidikan Wing Pendidikan Terbang dan berkedudukan langsung di bawah Danwingdik Terbang. Tugas pokok Skadik 101 adalah pelaksana Wingdikterbang yang bertugas melaksanakan pendidikan penerbangan latih dasar, Sekolah Navigator TNI AU, dan aptitute test calon siswa Sekolah Penerbang TNI AU.[1][2] Para siswa terbang mula di Skadik 101 ini menggunakan Pesawat Tempur Latih Grob G 120 TP-A.

Skadron Pendidikan 101
Wing Pendidikan Terbang
Gambar Skadik 101.png
Lambang Skadik 101
Dibentuk1 April 1952
NegaraIndonesia
CabangLambang TNI AU.png TNI Angkatan Udara
Tipe unitKomando Pendidikan
MotoVidya Bhakti Sura Akaca
Situs webwww.lanud-adisutjipto.mil.id

Daftar isi

FungsiSunting

Dalam pelaksanaan tugas tersebut, Skadik 101 menyelenggarakan fungsi sebagai berikut:

  1. Melaksanakan operasi pendidikan sekolah penerbang dan navigator.
  2. Melaksanakan kurikulum/silabus dan mengadakan koordinasi dengan kelompok tenaga pendidik, untuk pengarahan dan penyiapan persiapan mengajar (lesson plan).
  3. Mengawasi, mengendalikan, dan mengevaluasi pelaksanaan operasi pendidikan guna menjamin pencapaian sasaran kegiatan secara berhasil dan berdaya guna.

Sejarah Skadron Pendidikan 101Sunting

Kemerdekaan RI yang telah diraih oleh para pejuang dari tangan penjajah wajib dipertahankan, untuk itu perlu adanya kekuatan udara untuk menjaga wilayah kedaulatan Negara RI di udara, maka di perlukan tenaga penerbang yang handal. Untuk memenuhi tenaga penerbang tersebut dikeluarkanlah Ketetapan KSAU nomor: 57/47/PEN/KS/1952 tanggal 1 April 1952 tentang susunan dan penyatuan sekolah/pendidikan penerbang Angkatan Udara Republik Indonesia. Sejak tahun 1950 Sekolah Penerbang Lanjutan dilaksanakan di Pangkalan Udara Andir, Bandung yang sebelumnya telah lahir di Yogyakarta, selanjutnya pada tahun 1953 pindah ke Pangkalan Udara Kalijati, Subang. Pada tahun 1958 dipindahkan kembali dari Pangkalan Udara Kalijati ke Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta sekaligus penyempurnaan organisasi di tubuh TNI Angkatan Udara Republik Indonesia, sehingga beberapa kesatuan pendidikan sekolah penerbang di gabungkan dalam satu wadah Wing Pendidikan No. I antara lain Skadron Pendidikan A yang melaksanakan pendidikan penerbang tingkat mula. Pada tahun 1968 Skadron Pendidikan A berubah menjadi Skadron Pendidikan 012 dan selanjutnya berubah lagi menjadi Skadron Pendidikan 101, adapun tugasnya tetap yaitu melaksanakan pendidikan sekolah penerbang tingkat mula menggunakan pesawat AS–202 Bravo. Sesuai Skep KSAU nomor: Skep/5/II/2004 Skadron Pendidikan 101 juga melaksanakan operasi pendidikan dan latihan serta penerbangan khusus. Dan secara struktur organisasi berkedudukan di bawah Wing Pendidikan Terbang Pangkalan Udara Adisutjipto, Yogyakarta.[3]

KomandanSunting

  1. Mayor Pnb Moersabdo (1978-1981)
  2. Mayor Pnb Purnomo Sidhi (1981-1985)
  3. Letkol Pnb Suparno Muanam (1985-1988)
  4. Letkol Pnb Eddy Suwardjo (1988–1990)
  5. Letkol Pnb Suminar Hadi (1990–1992)
  6. Letkol Pnb Al Ibnu Muryanto (1992–1993)
  7. Letkol Pnb Eko Djatiprianto (1993–1996)
  8. Letkol Pnb Agus R. Barnas (1996–1997)
  9. Letkol Pnb Ras Rendro Bowo. S (1997–1999)
  10. Letkol Pnb Rakhman Hariyadi (1999–2001)
  11. Letkol Pnb Heri Ariyatno (2001–2001)
  12. Letkol Pnb H. Chairil Anwar (2001–2002)
  13. Mayor Pnb Kusworo (2002-)
  14. Letkol Pnb Surya Candra Siahaan, S.IP (2007)
  15. Letkol Pnb Ir. Bob Henry Panggabean (2007-2009)
  16. Letkol Pnb Mohammad Dadan Gunawan (2009-2009)
  17. Letkol Pnb Arief Hartono (2009-2011)
  18. Letkol Pnb Bonang Bayuaji Gautama (2011-2012)
  19. Letkol Pnb Andiwijanarko (2012-2014)
  20. Letkol Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E (2014-2015)
  21. Letkol Pnb Sukarno (2015-2017)
  22. Letkol Pnb Humaidi Syarif Romas, M.M.O.A.S (2017-2018)
  23. Letkol Pnb Frando L.H Marpaung, M.P.M.D.S. (2018-Sekarang)

ReferensiSunting