Buka menu utama

Sisca Soewitomo (lahir di Surabaya, 8 April 1949; umur 70 tahun) merupakan seorang pakar kuliner asal Indonesia yang dijuluki sebagai "Ratu Boga Indonesia".[1] Ia terkenal berkat perannya sebagai presenter acara memasak Aroma di stasiun televisi Indosiar.[2]

Sisca Soewitomo
LahirSisca Soewitomo
8 April 1949 (umur 70)
Bendera Indonesia Surabaya, Jawa Timur, Indonesia
Pendidikan
Karier kuliner
Gaya masakMasakan Indonesia
Sisca Soewitomo
PekerjaanKepala koki, Koki selebriti, Dosen
Tahun aktif1979 - sekarang
Suami/istriSoewitomo Soeleiman (alm.)
AnakDeddy Mulyawan
Novia Rizkihadiyanti
Johnny J. Soewitomo
Orang tuaRp. Tjipto Soemirat (ayah)
Rr. Chrysantini Slamet (ibu)
Situs websiscasoewitomo.com

Sisca merupakan alumnus dari Akademi Trisakti jurusan perhotelan. Ia lantas mendapatkan beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika. Sepulang dari Amerikalah nama Sisca mulai terkenal, baik sebagai dosen perhotelan maupun sebagai pakar tataboga. Beberapa nama yang sempat menjadi murid Sisca antara lain Tatang, Rudy Choiruddin, Deddy Rustandi, dan Haryanto Makmoer.

Sebagai seorang pionir dari acara memasak di televisi Indonesia dan penulis dari hampir 150 buku resep, Sisca Soewitomo telah mendedikasikan 50 tahun karirnya untuk memperkaya kancah kuliner Indonesia. Dicintai di seluruh negara, ia telah bekerja pada bidang tata makanan untuk merek-merek makanan terbesar Indonesia dan menerima beragam perghargaan, termasuk Ubud Food Festival Lifetime Achievement Award pada tahun 2016.[3]

Kehidupan awal dan karierSunting

Sisca merupakan anak pertama dari lima bersaudara. Ayahnya Rp. Tjipto Soemirat, asli Madura, merupakan seorang pegawai di kantor Bea dan Cukai di Surabaya sementara ibunya Rr. Chrysantini Slamet merupakan seorang ibu rumah tangga yang kerap memasak. Dari hobi memasak ibunyalah Sisca kemudian mengenal dunia kuliner. Sejak masih kecil ia kerap membantu ibunya dalam menyiapkan beragam penganan, terutama menjelang Idul Fitri.[4]

Sisca pernah mengenyam kuliah di fakultas kedokteran. Tapi, cita-citanya menjadi dokter kandas di tengah jalan karena berhenti kuliah pada semester kedua lantaran telah menikah. Namun, ia harus membuat sesuatu untuk menambah penghasilan keluarga. Sisca pun kemudian kuliah lagi di jurusan perhotelan, Akademi Trisakti.

Sisca kemudian mendapatkan beasiswa dari American Institute of Baking di Manhattan, Kansas, Amerika Serikat. Di sana, dia belajar mengolah berbagai macam makanan. Sepulang dari Amerika Serikat, dia berpetualang di industri boga hingga akhirnya didaulat menjadi pengisi acara Aroma di Indosiar pada 1997.[5]

Meski sudah tidak aktif mengisi acara di layar kaca, Sisca Soewitomo masih menggeluti profesinya sebagai koki. Sisca juga sesekali mengisi acara kuliner seperti yang dulu dilakukannya dalam program Aroma. Dia juga masih sering diminta berdemo masak di sejumlah acara di televisi. Sebagai seorang pakar kuliner, dia telah melahirkan banyak koki muda yang sukses di Tanah Air. Dedikasinya di bidang kuliner ini membuatnya dijuluki sebagai Ratu Boga. Buktinya, meski banyak koki muda yang muncul, namanya tetap dikenang sebagai salah satu pakar kuliner Indonesia.[6]

FilmografiSunting

Acara televisiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Sushmita, Chelin Indra (20 April 2018). "Ingat Sisca Soewitomo Si Ratu Boga? Begini Kabarnya Sekarang". Solopos.com. Diakses tanggal 23 Juni 2019. 
  2. ^ "Sisca Soewitomo Bercerita Tentang Acara Masak "Aroma" dan Tren Makanan Nusantara". White Board Journal. 7 November 2011. Diakses tanggal 23 Juni 2019. 
  3. ^ "Sisca Soewitomo – Queen of Indonesian Cuisine". Ubud Food Festival (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 23 Juni 2019. 
  4. ^ Grid Network (26 Desember 2018). "Perjalanan Karir Ibu Sisca Sebelum Jadi Chef, Sempat Dapat Beasiswa dan Melihat Sang Nenek Memasak". Tribunnews.com. Diakses tanggal 23 Juni 2019. 
  5. ^ Wahyuni, Tri (7 April 2015). "Sisca Soewitomo Belasan Tahun Jadi Bintang 'Adegan Panas'". CNN Indonesia. Diakses tanggal 23 Juni 2019. 
  6. ^ Hazmi, Adli (24 Mei 2019). "Sang Pakar Kuliner Indonesia, Sisca Soewitomo". Good News from Indonesia. Diakses tanggal 23 Juni 2019. 

Pranala luarSunting