Buka menu utama

Simão Rodrigues de Azevedo (1510, Vouzela, Portugal - 15 Juni 1579, Lisbon), adalah seorang imam Yesuit Portugis,[1], salah satu dari pendiri Serikat Yesus.

Sebagai seorang keturunan ningrat Portugis, Rodrigues adalah salah satu dari enam rekan pertama Ignatius Loyola di Universitas Paris yang mengambil sumpah suci untuk miskin dan suci di sebuah kapel di kota Montmartre, pada tanggal 15 Agustus 1534. Kelompok 'Teman dalam Tuhan' akhirnya nanti membentuk inti dari Serikat Yesus, yang disetujui pada tahun 1540 (lewat Bulla kepausan Regimini militantis Ecclesiae).

Setelah selama beberapa tahun bekerja di bawah arahan Ignatius di Italia, ia dikirim ke Portugal, dimana kepribadiannya yang kuat segera menarik perhatian para pemuda disana pada Serikat Yesus dan menjadi seseorang yang sangat berpengaruh di sidang kerajaan. Sayangnya, sebagai Kepala Provinsi Yesuit Portugis ia membiarkan beberapa devosi rohani menjadi merosot, dan menyebabkan skandal (seperti seruan publik di malam hari demi penebusan dosa lewat prosesi pencambukan diri di jalan-jalan di kota Coimbra). Beberapa surat Ignatius, yang menyerukan ketaatan padanya, tidak diindahkan. Provinsi Yesuit itu terbelah menjadi dua karena ternyata banyak juga Yesuit yang menghormati Rodrigues. Keluhan-keluhan terus masuk dan Rodrigues akhirnya dipanggil pulang ke pusat.

Dengan berat hati dan menunda-nunda waktu ia akhirnya tiba di Roma dimana atas permintaanya ia diadili (1544). Ketiga hakim Yesuit menilai ia telah bersalah karena 'tidak taat yang berlebihan'. Semua hukuman yang dijatuhkan padanya dibatalkan oleh Ignatius kecuali keputusan yang menyatakan bahwa ia tidak diperbolehkan untuk kembali ke Portugal. Ia dikirim untuk tugas lainnya di Italia dan kemudian Spanyol. Rodrigues adalah orang yang keras kepala dan selama beberapa tahun ia berusaha untuk membatalkan keputusan sidang terhadap dirinya, namun semua permohonannya atas hal ini yang diajukan ke teman-temannya yang berpengaruh tidak berhasil. Akhirnya ia menyerah, tidak melanjutkan usaha-usahanya ini dan kembali taat pada serikat. Pada masa tuanya ia diperbolehkan untuk kembali di negara asalnya dimana, sebelum wafat, ia menulis sejarah awal berdirinya Serikat Yesus.[2]

ReferensiSunting