Si Cerdik Hans

Dongeng Jerman

"Si Cerdik Hans" adalah cerita dongeng Jerman yang dikarang oleh Grimm Bersaudara. Pada edisi asli dari kumpulan dongeng oleh Grimm Bersaudara yang diterbitkan pada tahun 1812 dengan judul bahasa Jerman Kinder- und Hausmärchen atau dalam bahasa Indonesia Cerita anak dan rumahan, dongeng ini memiliki nomor 32.[1]

Cerita dongeng ini menceritakan tentang kehidupan seorang pemuda yang bernama Hans. Secara ironis, Hans inilah yang dirujuk sebagai si cerdik Hans dalam cerita ini. Ide cerita ini berputar pada Hans yang mengambil nasihat ibunya secara harfiah dalam konteks yang kurang tepat, sehingga menciptakan situasi yang menggelikan dan aneh.

Pada awalnya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Hans dihadiahi jarum. Namun, jarum ini kemudian diletakkan oleh Hans pada setumpuk jerami. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memberikan Hans nasihat untuk meletakkan hadiah tersebut pada lipatan bajunya.

Keesokan harinya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Hans dihadiahi sebilah pisau. Mengikuti nasihat ibunya, hadiah ini diselipkan oleh Hans pada lipatan bajunya. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memberikan Hans nasihat untuk meletakkan hadiah tersebut pada kantong celananya.

Keesokan harinya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Hans dihadiahi seekor kambing. Mengikuti nasihat ibunya, hadiah ini diletakkan oleh Hans pada kantong celanananya, yang menyebabkan kambing tersebut mati. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memberikan Hans nasihat untuk membawa kambing tersebut dengan mengikatkan tali pada leher kambing tersebut.

Keesokan harinya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Hans dihadiahi sepotong daging. Mengikuti nasihat ibunya, Hans kemudian mengikatkan tali pada daging tersebut. Daging tersebut akhirnya dimakan oleh anjing sepanjang perjalanan pulang. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memberikan Hans nasihat untuk meletakkan hadiah tersebut di kepalanya.

Keesokan harinya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Hans dihadiahi seekor anak sapi. Mengikuti nasihat ibunya, hadiah ini diletakkan oleh Hans di kepalanya. Sepanjang perjalanan, anak sapi tersebut menendangi kepala Hans dan akhirnya lepas. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memberikan Hans nasihat untuk meletakkan hadiah tersebut pada setumpuk jerami.

Keesokan harinya, sepulang dari kunjungan Hans dari Gretel, Gretel ikut pulang bersama Hans. Mengikuti nasihat ibunya, Hans kemudian mengikat Gretel dan meletakkannya pada tumpukan jerami. Ibu Hans yang mengetahui hal ini kemudian memarahi Hans dan menyuruhnya untuk memberikan pandangan yang ramah. Mengikuti nasihat ibunya, Hans kemudian memotong mata kambing dan sapi dan melemparkannya kepada Gretel. Gretel kemudian marah dan kabur, dan tidak lagi menjadi calon istri Hans.

ReferensiSunting

  1. ^ Clever Hans, dalam www.pitt.edu.