Sekolah menengah teologi Kristen

Artikel ini adalah bagian dari seri
Pendidikan di Indonesia
Logo of Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia.svg
Pendidikan anak usia dini

Taman kanak-kanak
Raudatul athfal
Kelompok bermain

Pendidikan dasar (Kelas 1-6)

Sekolah dasar
Madrasah ibtidaiyah
Kelompok belajar Paket A

Pendidikan dasar (Kelas 7-9)

Sekolah menengah pertama
Madrasah tsanawiyah
Kelompok belajar Paket B

Pendidikan menengah (Kelas 10-12)

Sekolah menengah atas
Sekolah menengah kejuruan
Madrasah aliyah
Madrasah aliyah kejuruan
Sekolah menengah agama Katolik
Sekolah menengah teologi Kristen
Kelompok belajar Paket C

Pendidikan tinggi

Perguruan tinggi
Akademi
Institut
Politeknik
Sekolah tinggi
Universitas

Sekolah menengah teologi Kristen (disingkat SMTK) adalah jenjang pendidikan menengah pada pendidikan formal di Indonesia yang setara dengan sekolah menengah atas. Pengelolaannya dilakukan oleh Kementerian Agama. Jenjang kelas dalam waktuh tempuh sekolah menengah teologi Kristen sama seperti sekolah menengah atas.

Pada tahun kedua (kelas 11), siswa SMTK memilih salah satu dari 4 jurusan, yaituː Ilmu Alam, Ilmu Sosial, Ilmu-ilmu Keagamaan Kristen, dan Bahasa. Pada akhir tahun ketiga (kelas 12), siswa diwajibkan mengikuti Ujian Nasional.

Pada dasarnya kurikulum SMTK sama dengan kurikulum sekolah menengah atas, hanya saja pada SMTK terdapat porsi lebih banyak mengenai pendidikan agama Kristen Protestan. Berikut mata pelajaran yang diajarkan di MA selain mata pelajaran umum:

  • Alkitab
  • Etika Kristen
  • Sejarah Gereja

SMA/SMTK tidak termasuk program wajib belajar pemerintah, sebagaimana siswa sekolah dasar (atau sederajat) 6 tahun dan sekolah menengah pertama (atau sederajat) 3 tahun.

Di Indonesia, kepemilikan sekolah menengah teologi Kristen dipegang oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

Lihat pulaSunting