Saul

Raja pertama Israel

Saul (שָׁאוּל Diinginkan,[3] Ibrani Standar Šaʾul, Ibrani Tiberias Šāʾûl), raja pertama Israel berasal dari suku Benyamin. Ayahnya bernama Kish (atau dieja Kisy), dan ia berasal dari keluarga Matri.

Saul
שָׁאוּל
Saulus digambarkan secara mendetail dari lukisan cat minyak tahun 1878 oleh Ernst Josephson
Raja Israel
PenerusIsyboset[1][2]
PasanganAhinoam
Rizpah (selir)
KeturunanIsyboset
Jonathan
Abinadab
Melchishua
Merab
Michal
Armoni
Mephiboset
Nama lengkap
Saul bin Kish (שאול בן קיש)
WangsaWangsa Saul
AyahKish

Pemilihan menjadi raja Israel

sunting

Ada dua kisah tentang pemilihan Saul menjadi raja Israel. Yang pertama mengisahkan bahwa ia dipilih atas petunjuk Yahweh kepada Samuel (1 Samuel 9:16–17), dan yang kedua mengisahkan bahwa ia dipilih melalui undian (1 Samuel 10:17–27). Saul diurapi oleh Samuel, hakim terakhir bangsa Israel.

Akhir hayat

sunting

Akhir masa pemerintahan Saul ditandai oleh beberapa pemberontakannya kepada Allah. Saul tidak sabar untuk menunggu kedatangan Samuel untuk memimpin upacara persembahan kurban sebelum ia memimpin peperangan melawan bangsa Filistin (1 Samuel 13), dan ia menolak perintah untuk menghabisi orang Amalek dan seluruh ternaknya (1 Samuel 15). Akibatnya, Saul ditolak Allah, dan ia digantikan oleh Daud.

Suatu peristiwa yang menggambarkan titik nadir kehidupan rohani Saul adalah ketika ia pergi menghubungi seorang medium perempuan di En-Dor untuk bertanya kepada roh Samuel guna mengetahui apa yang akan terjadi dalam peperangan melawan orang Filistin yang akan segera dihadapinya (1 Samuel 28:1–25). Ini adalah keputusan Saul yang diwarnai oleh rasa putus asanya karena Samuel telah meninggal, sementara Allah tidak menjawab dia.

Saul kemudian meninggal di dalam peperangan melawan bangsa Filistin. Karena terjepit dan tidak rela jatuh ke tangan musuhnya hidup-hidup, Saul menjatuhkan dirinya ke pedang yang dibawa oleh pembantunya (1 Samuel 31).

Menurut sejarawan Yahudi-Romawi abad ke-1 M, Flavius Yosefus (37-100 M), Saul menjadi raja atas Israel selama 18 tahun ketika Samuel masih hidup, dan kemudian memerintah sendirian selama 22 tahun.[4]

Keluarga

sunting
  • Isteri Saul bernama Ahinoam, anak Ahimaas/Ahima'as.[5]
  • Anak-anak lelaki Saul ialah Yonatan, Yiswi dan Malkisua.[6]
  • Nama kedua anaknya yang perempuan: yang tertua bernama Merab, yang termuda bernama Mikhal.[6]
  • Panglima tentaranya bernama Abner, anak Ner, paman Saul.[5] (Kish/Kis, ayah Saul, dan Ner, ayah Abner, adalah anak-anak Abiel)[7]

Pengganti Saul

sunting

Setelah kematian Saul, Isyboset/Isboset, anak Saul, diumumkan oleh Abner, panglima pasukan Saul, sebagai penggantinya (2 Samuel 2:8). Isboset berusia 40 tahun saat itu dan memerintah Israel selama dua tahun (2 Samuel 2:10). Namun sebuah kelompok lain menyatakan Daud sebagai raja Israel. Hal ini menyebabkan pecahnya perang antara kedua kelompok ini. Kelompok Daud akhirnya menang (2 Samuel 3:1), tetapi perang baru berakhir setelah Abner bergabung dengan Daud (2 Samuel 3:6).

Lihat pula

sunting

Referensi

sunting
  1. ^ Garfinkel, Yosef; Ganor, Saar; Hasel, Michael G. (2018). In the Footsteps of King David: Revelations from an Ancient Biblical City. Thames & Hudson. hlm. 182. ISBN 978-0-50077428-1. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-11. Diakses tanggal 2020-10-05. 
  2. ^ Avioz, Michael (2015). Josephus' Interpretation of the Books of Samuel. Bloomsbury. hlm. 99. ISBN 9780567458575. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-10-11. Diakses tanggal 2020-10-04. 
  3. ^ "Arti Kata Saul". 
  4. ^ Flavius Yosefus, Antiquitates Iudaicae, Volume VI, Bab 14, alinea 9.
  5. ^ a b 1 Samuel 14:50
  6. ^ a b 1 Samuel 14:49
  7. ^ 1 Samuel 14:51

Pranala luar

sunting