Buka menu utama

Sandra Diana Sari (lahir di Payakumbuh, Sumatra Barat, 4 Mei 1995; umur 24 tahun) adalah seorang atlet angkat berat Indonesia yang pernah jadi juara Angkat berat Asia.[1] Ia meraih predikat tersebut pada Kejuaraan Angkat Berat Asia di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang berlangsung dari tanggal 1 Mei hingga 5 Mei 2017, dengan raihan empat medali emas. Keempat medali emas tersebut ia persembahkan dari kelas 52 kg yunior putri, yakni nomor lomba squat (170 kg), bench press (170 kg), deadlift (170 kg), dengan total angkatan 430 kg.[2]

Sandra Diana Sari
Informasi pribadi
KewarganegaraanBendera Indonesia Indonesia
Lahir4 Mei 1995 (umur 24)
Bendera Indonesia Payakumbuh, Sumatra Barat
KediamanPadang, Sumatra Barat
Berat52 kg (115 lb)
Olahraga
NegaraIndonesia
OlahragaAngkat berat
PeristiwaSquat, Bench press, dan Deadlift
KlubFamily Barbell Club Padang
Prestasi dan gelar
Putaran final tingkat regionalJuara Asia

Kontroversi penggalangan danaSunting

Menjelang Kejuaraan Nasional Angkat Berat 2017 pada bulan Agustus 2017 di Medan, Sumatra Utara, Sandra bersama teman-temannya dari Klub Family Barbel melakukan penggalangan dana di jalanan. Hal itu ia lakukan karena ia kekurangan dana untuk membiayai keikutsertaannya di ajang tersebut. Tindakannya ini kemudian mendapatkan teguran dari KONI Sumatra Barat, sehingga ia diancam terkena sanksi. Sandra yang berlatih di Family Barbell Club di Kelurahan Matoaia, Kecamatan Padang Selatan, kota Padang ini juga tak mendapatkan perhatian dalam bentuk hadiah atau bonus dari KONI Sumbar atas prestasi yang telah mengharumkan nama daerah dan negara tersebut.[1][2]

Kejadian ini kemudian menjadi ramai di media sosial sehingga menimbulkan kontroversi bagi kalangan yang berkepentingan. Pada 28 Mei 2017 Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengunjungi Sandra Diana di kota Padang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.[3] Sandra adalah anak ketiga di antara lima bersaudara, dan telah menjadi yatim sejak ditinggal mati ayahnya. Ia bekerja di suatu warung makan di kota Padang dengan upah Rp 60.000-Rp 70.000 per hari. Sandra juga bertanggung jawab membiayai kehidupan kedua orang adiknya.[2]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting