Buka menu utama

Saadoe'ddin Djambek gelar Datuak Sampono Radjo (lahir di Bukittinggi, Hindia Belanda, 24 Maret 1911 – meninggal di Jakarta, 22 November 1977 pada umur 66 tahun) adalah seorang ulama, pengajar, dan tokoh ilmu falak (astronomi) Indonesia. Ia dikenal sebagai ahli di bidang hisab dan rukyat. Saadoe'ddin banyak menghasilkan buku-buku buah pemikirannya yang sering dipakai sebagai rujukan bagi lembaga dan umat Muslim Indonesia.[1][2][3]

Saadoe'ddin Djambek
Saadoe'ddin Djambek, Mayor of Bukittinggi, 1950—1952.jpg
Wali Kota Bukittinggi 6
Masa jabatan
1950–1952
PresidenSukarno
PendahuluEny Karim
PenggantiNauman Djamil Dt. Mangkuto Ameh
Informasi pribadi
Lahir29 Rabiul awal 1329 H / (1911-03-24)24 Maret 1911
Bendera Belanda Bukittinggi, Hindia Belanda
Meninggal dunia11 Zulhijah 1397 H / 22 November 1977(1977-11-22) (umur 66)
Bendera Indonesia Jakarta
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
Orang tuaMuhammad Djamil Djambek
Alma materIndische Hoofdakte
Institut Teknologi Bandung
PekerjaanUlama, pengajar
Dikenal karenaTokoh Ilmu Falak (astronomi) Indonesia

RiwayatSunting

KarierSunting

Selama empat tahun (1930-1934 M/ 1349—1353 H) ia mengabdikan diri sebagai guru Gouvernements Schakelschool di Perbaungan, Palembang. Setelah menjalani karier di Palembang, ia berusaha melanjutkan pendidikannya dengan mengajukan permohonan untuk dipindahtugaskan ke Jakarta agar dapat melanjutkan pendidikan lebih tinggi.

Di Jakarta ia bekerja sebagai guru Gouvernement HIS nomor 1 selama setahun. Pada 1935 M /1354 H ia memperoleh kesepakatan untuk melanjutkan pendidikan ke Indische Hoofdakte (program diploma pendidikan) di Bandung sampai memperoleh ijazah pada 1937 M / 1356 H. Pada tahun yang sama memperoleh ijazah bahasa Jerman dan bahasa Prancis.

Setelah mengikuti pendidikan di Bandung, ia kembali menjalankan tugasnya sebagai guru Gouvernement HIS di Simpang Tiga, Sumatra Timur. Sebagai seorang guru, ia tidak pernah berhenti mengembangkan pendidikannya. Kariernya terus meningkat dari guru sekolah dasar sampai dengan menjadi dosen di Perguruan Tinggi dan terakhir menjadi pegawai tinggi di Departemen Pendidikan dan Kebudayaan di Jakarta.

Keahliannya di bidang ilmu pasti dan ilmu falak dikembangkannya melalui tugas yang dilaksanakannya di beberapa tempat. Pada tahun 1955-1956 M/1375-1376 H menjadi lektor kepala dalam mata kuliah ilmu pasti pada PTPG (Perguruan Tinggi Pendidikan Guru) di Batusangkar, Sumatra Barat.

Saadoe'ddin Djambek menjadi dosen tidak tetap di IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta (1959-1961), dan mempunyai murid yang menekuni ilmu falak, yaitu H. Abdur Rachim dan H. Wahyu Widiana. Tahun 1969-1973, Saadoe'ddin dipercaya sebagai ketua Majelis Pendidikan dan Pengajaran pada Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tahun 1973, dia dipilih sebagai ketua Badan Hisab dan Rukyat dengan anggota ahli hisab dan rukyat seluruh Indonesia.

Dengan pengalaman belajarnya, Saadoe'ddin mengembangkan sistem baru dalam pemikiran hisab dengan memperkenalkan teori Spherial Trigonometry (segitiga bola). Menurutnya, teori ini untuk menjawab tantangan jaman, yakni mendialogkan ilmu hisab dengan astronomi modern sehingga hasilnya lebih akurat.

PendidikanSunting

Saadoe'ddin Djambek menempuh pendidikan pertamanya di Hollandsch-Inlandsche School (HIS) yang berhasil diselesaikannya pada tahun 1924. Selanjutnya ia masuk ke sekolah pendidikan guru, yaitu Hollandsche Indische Kweekschool (HIK) dan tamat pada tahun 1927, sebelum meneruskan ke sekolah guru bantu Hollands Inlandsche Kweekschool (HKS), di Bandung, dimana ia berhasil memperoleh ijazah pada tahun 1930. Setelah Indonesia merdeka, ia mengikuti kuliah di Fakultas Ilmu Pasti Alam dan Astronomi Institut Teknologi Bandung (ITB) dari tahun 1954 sampai 1955.

Kehidupan pribadiSunting

Saadoe'ddin Djambek yang lahir pada 24 Maret 1911 di Bukittinggi merupakan putra dari seorang ulama terkenal Minangkabau, Syekh Muhammad Djamil Djambek. Ia meninggal dunia di Jakarta pada tanggal 22 November 1977 dalam usia 66 tahun.

KaryaSunting

  • Almanak Djamilijah (1953)
  • Waktu dan Djidwal: pendjelasan populer mengenai perdjalanan bumi, bulan dan matahari (1953)
  • Pendidikan Keagamaan: buku pemimpin bagi mendidik anak-anak jang belum dewasa (antara 1955 dan 1957)
  • Arah qiblat dan tjara menghitungnja dengan djalan ilmu ukur segi tiga bola (antara 1956 dan 1958)
  • Mensjukuri Ni'mat (1965)
  • Menghisab Awal Waktu Shalat (1967)
  • Perbandingan Tarich; memuat djadwal-djadwal untuk memindahkan penanggalan tarich Masehi kepada penanggalan tarich Hidjriah dan tarich Djawa, serta sebaliknja (1968)
  • Pendidikan Agama di Sekolah Pendidikan Guru (1970)
  • Berbagai Masalah Falaq dan Perkembangannya di Indonesia (1976, disampaikan pada Pekan Orientasi Ulama/Khatib Seluruh Indonesia, 6-12 Desember 1976, Jakarta) [4]
  • Pedoman Tehnik Rukyat (1984) [5]
  • Pedoman Waktu Shalat Sepanjang Masa
  • Sholat dan Puasa di Daerah Kutub
  • Hisab Awal Bulan [6]

ReferensiSunting

  1. ^ "Pembaharu Pemikiran Hisab Indonesia" Website Resmi Museum Astronomi, 24-05-2012 . Diakses 17 Januari 2015.
  2. ^ "Profil Saadoe'ddin Djambek" Hisab Rukyat Center, 29 Juli 2013. Diakses 17 Januari 2015.
  3. ^ "Di Balik Kisah Jadwal Imsakiyah" Kompas.com, 19 Juli 2013. Diakses 17 Januari 2015.
  4. ^ "Djambek, Saadoe'ddin 1911-" Worldcat Identities. Diakses 24 November 2013.
  5. ^ "Buku Saadoe'ddin Djambek" Books.google.co.id. Diakses 25 November 2013.
  6. ^ "Perkembangan Kajian Astronomi Islam di Alam Melayu" Jurnal Fiqh APIUM, 2010. Diakses 24 November 2013.

Pranala luarSunting