Rounders

Rounders adalah salah satu jenis permainan olahraga memukul bola yang dimainkan oleh dua tim. Rounders adalah permainan tim yang melibatkan kegiatan memukul bola kecil, keras, dan berselubung kulit dengan tongkat kayu, plastik, atau logam yang ujungnya bulat. Para pemain mencetak angka dengan berlari di sekitar empat pangkal/marka (base) di lapangan.[2][3] Permainan ini mirip dengan bisbol dan sofbol.

Rounders
Game of rounders on Christmas Day at Baroona, Glamorgan Vale, 1913.jpg
Rounders dimainkan di Baroona, Glamorgan Vale, Australia, Desember 1913.
Induk organisasiRounders England (Inggris), GAA Rounders (Irlandia, divisi dari Gaelic Athletic Association)[1]
Pertama dimainkanInggris, 1500-an (aturan dibakukan tahun 1884)
Karakteristik
Anggota tim2 tim, masing-masing 6-15 orang

Rounders berasal dari Inggris, telah dimainkan sejak zaman Tudor (sekitar abad ke-16), serta tercatat dalam buku anak-anak A Little Pretty Pocket-Book pada tahun 1744 dengan sebutan Base-Ball. Nama baseball (bisbol) kemudian digantikan oleh rounders di Inggris, sementara penyesuaian lain olahraga ini yang dimainkan di tempat lain tetap menggunakan nama bisbol. Permainan ini populer di kalangan anak-anak sekolah Inggris dan Irlandia, terutama di kalangan anak perempuan.[4][5][6] Pada tahun 2015 rounders tercatat dimainkan oleh tujuh juta anak di Inggris.[7] Di Indonesia, permainan ini terkadang dimainkan di kalangan anak-anak sekolah dasar.

ReferensiSunting

  1. ^ "GAA Rounders - Constitution". Gaelic Athletic Association. Diakses tanggal 7 Desember 2020. 
  2. ^ "History of the Game". National Rounders Association. Diarsipkan dari versi asli tanggal 12 November 2007. Diakses tanggal 23 Februari 2022. 
  3. ^ Alice Bertha Gomme, Traditional Games of England, Scotland and Ireland, Volume 2, 1898
  4. ^ "Rounders (Irish Game)". Encyclopædia Britannica
  5. ^ "Rounders all-round show". Gulf News. 3 Maret 2011.
  6. ^ “Fair Play for Girls and Boys”. National Teachers Organisation. Diakses 9 Maret 2018.
  7. ^ "Save rounders! It's the only sport for people who hate sport". The Telegraph. 8 April 2018. Diarsipkan dari versi asli  tanggal 12 January 2022.