Buka menu utama

Drs. H. Risuddin (lahir di Tanjung Balai, Sumatra Timur, 6 Januari 1950 – meninggal di Medan, Sumatra Utara, 20 November 2010 pada umur 60 tahun) adalah bupati Kabupaten Asahan masa jabatan 2005-2010. Ia dinonaktifkan dari jabatannya pada Maret 2006 setelah ditetapkan sebagai terdakwa kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Asahan tahun 2003 terkait pengadaan baju dinas. Risuddin kemudian dibebaskan majelis hakim Pengadilan Negeri Kisaran dari segala tuduhan korupsi. Atas putusan bebas ini, jaksa mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung (MA), tetapi MA menolak kasasi jaksa dan membebaskan Risuddin pada tanggal 23 Januari 2007. Pada 12 Maret, Risuddin resmi kembali menjabat sebagai bupati Asahan.

Drs. H.
Risuddin
Risuddin-9thregentofasahan.jpeg
Bupati Asahan ke-9
Masa jabatan
25 Maret 2000 – 19 Agustus 2010
PresidenAbdurrahman Wahid
Megawati Soekarno Putri
Susilo Bambang Yudhoyono
GubernurTengku Rizal Nurdin
Rudolf Pardede
Syamsul Arifin
Gatot Pujo Nugroho
WakilYahdi Khoir Harahap (2000–2005)
Taufan Gama Simatupang (2005–2010)
PendahuluHakimil Nasution (Pjs.)
PenggantiTaufan Gama Simatupang
Informasi pribadi
Lahir(1950-01-06)6 Januari 1950
Bendera Indonesia Tanjung Balai, Sumatra Timur
Meninggal dunia20 November 2010(2010-11-20) (umur 60)
Bendera Indonesia Medan, Sumatra Utara
Kebangsaan Indonesia
Partai politikLogo GOLKAR.jpg Partai Golongan Karya
PasanganHj. Helmiati
Anak5 orang anak dan Akbar Risuddin (anak angkat)

Ia pernah mengadopsi seorang bayi yang masuk rekor MURI sebagai bayi dengan bobot lahir terbesar yakni seberat 8,7 kilogram bayi ini diberi nama Muhammad Akbar Risuddin.[1] Nama ini lalu berganti menjadi Ilham Arya, saat beralih adopsi ke bupati Batubara OK Arya Zulkarnaen pada tahun 2009.[2]

Jenazah Risuddin saat disemayamkan di rumah duka

Ia meninggal dunia dikarenakan penyakit diabetes yang ia derita, Sabtu 20 November 2010 sekitar pukul 09.00 WIB di RS Permata Bunda Medan pada usia 60 tahun. Menurut adik ipar Risuddin, Akhyar, dirinya sudah sejak lama menderita penyakit diabetes miletus. Bahkan sebelum ia meninggal dunia, dirinya sempat mengunjungi anaknya di Jakarta beberapa waktu lalu. "Jumat 19 November pagi kadar gulanya tinggi yakni mencapai 800. kemudian, pihak keluarga membawanya ke Klinik Labuhan," kata warga Jalan Medan Marelan Pasar IV itu. Dikarenakan kondisinya tidak memungkinkan, akhirnya Risuddin dirujuk ke RS Permata Bunda guna tindakan medis lanjutan. "Sekira pukul 10.00 wib, abang (Risuddin_red), langsung dirawat di Ruang ICU selama satu malam. Dan tadi pagi sekira pukul 09.00 Wib, dia sudah dipanggil Allah SWT," jelasnya. Risuddin meninggalkan 1 istri dan 5 anak yang terdiri dari tiga laki-laki dan dua perempuan. "Tadi pagi saya mendengarkan kabar itu, waktu saya mau berangkat kerja ke Kisaran. Dan niat itu terpaksa saya batalkan," lanjutnya.[3]

ReferensiSunting

Pranala luarSunting

Jabatan politik
Didahului oleh:
Hakimil Nasution (Pjs.)
Bupati Asahan
25 Maret 2000 – 25 Maret 2005
Diteruskan oleh:
Taufan Gama Simatupang (Pjs.)
Didahului oleh:
Taufan Gama Simatupang (Pjs.)
Bupati Asahan
8 Agustus 2005 – 19 Agustus 2010
Diteruskan oleh:
Taufan Gama Simatupang