Republik Lituania Tengah

Republik Lituania Tengah (bahasa Polandia: Republika Litwy Środkowej, bahasa Lituania: Vidurio Lietuvos Respublika, bahasa Belarus: Рэспубліка Сярэдняе Літвы / Respublika Siaredniaje Litvy) atau Lituania Tengah saja (bahasa Polandia: Litwa Środkowa, bahasa Lituania: Vidurio Lietuva atau Vidurinė Lietuva, bahasa Belarus: Сярэдняя Літва / Siaredniaja Litva) adalah sebuah negara berusia pendek yang tidak diakui oleh dunia internasional. Republik ini didirikan pada tahun 1920 setelah Divisi Infantri Lituania-Belarusia Pertama Angkatan Darat Polandia yang dipimpin oleh Lucjan Żeligowski melancarkan pemberontakan yang didukung oleh angkatan udara, kavaleri dan artileri Polandia.[1] Negara ini berpusat di ibu kota Keharyapatihan Lituania dalam sejarah, Vilna (bahasa Lituania: Vilnius, bahasa Polandia: Wilno). Republik Lituania Tengah berdiri selama delapan belas bulan dan menjadi pembatas antara Polandia dengan Lituania.[2] Setelah beberapa kali ditunda, pemilu yang dipersengketakan diadakan pada tanggal 8 Januari 1922 dan wilayah ini kemudian dicaplok oleh Polandia.

Republik Lituania Tengah

Republika Litwy Środkowej (bahasa Polandia)
Vidurio Lietuvos Respublika (bahasa Lituania)
Рэспубліка Сярэдняе Літвы (bahasa Belarusia)
1920–1922
Bendera Lituania Tengah
Bendera
{{{coat_alt}}}
Lambang
Wilayah Republik Lituania Tengah (hijau).
Wilayah Republik Lituania Tengah (hijau).
StatusNegara boneka Republik Polandia Kedua
Ibu kotaVilna (Wilno, Vilnius)
PemerintahanRepublik
Era SejarahPeriode antar perang
12 Oktober 1920
• Pemilu
24 Maret 1922
Didahului oleh
Digantikan oleh
Lituania
Republik Polandia Kedua
Republik Polandia Kedua
Sekarang bagian dari Lituania
 Belarus

Koordinat: 54°30′N 25°45′E / 54.500°N 25.750°E / 54.500; 25.750

Republik ini dianggap sebagai negara boneka Polandia. Pada awalnya Polandia menampik tuduhan bahwa Polandia telah mendalangi pemberontakan Żeligowski, tetapi pemimpin Polandia Józef Piłsudski kemudian mengakui bahwa ia telah memberikan perintah secara langsung kepada Żeligowski untuk berpura-pura menjadi perwira Polandia yang memberontak.

Perbatasan Polandia-Lituania selama periode antar perang tidak diakui oleh Republik Lituania yang berpusat di kota Kaunas[3] dan mereka menolak membina hubungan diplomatik dengan Polandia hingga Polandia melayangkan ultimatum kepada Lituania pada tahun 1938. Pada tahun 1931, pengadilan internasional di Den Haag menyatakan bahwa pencaplokan Vilnius oleh Polandia melanggar hukum internasional, tetapi pernyataan ini tidak mengubah apa-apa.[4]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Čepėnas, Pranas (1986). Naujųjų laikų Lietuvos istorija, vol. II (dalam bahasa Lituavi). Chicago: Dr. Griniaus fondas. ISBN 5-89957-012-1. 
  2. ^ Rauch, Georg von (1974). "The Early Stages of Independence". Dalam Gerald Onn. The Baltic States: Years of Independence – Estonia, Latvia, Lithuania, 1917–40. C. Hurst & Co. hlm. 100–102. ISBN 0-903983-00-1. 
  3. ^ The Vilna problem. London: Lithuanian Information Bureau. 1922. hlm. 24–25. 
  4. ^ Miniotaitė, Gražina (1999). "The Security Policy of Lithuania and the 'Integration Dilemma'" (pdf). NATO Academic Forum: 21. Diakses tanggal 2008-03-14.