Buka menu utama

Reichskommissariat Ostland (RKO) adalah rezim pendudukan sipil yang didirikan oleh Jerman Nazi pada tahun 1941 di negara-negara Baltik (Estonia, Latvia dan Lituania), wilayah timur laut Polandia dan bagian barat Republik Sosialis Soviet Byelorusia pada masa Perang Dunia II. Rezim ini pada awalnya dikenal dengan nama Reichskommissariat Baltenland ("Tanah Baltik").[1][2] Sebelumnya, wilayah-wilayah tersebut dikuasai oleh pemerintahan militer. Pemerintahan sipil Reichskommissariat Ostland berada di bawah wewenang Kementerian Reich untuk Wilayah-Wilayah Pendudukan Timur (bahasa Jerman: Reichsministerium für die besetzten Ostgebiete) yang dipimpin oleh Alfred Rosenberg, tetapi Reichskommissariat Ostland sendiri dikendalikan oleh Hinrich Lohse yang telah diangkat sebagai Reichskommissar.

Reichskommissariat Ostland
Reichskommissariat Jerman Nazi
1941–1945
Bendera Lambang
Reichskommissariat Ostland oada tahun 1942.
Ibu kota Riga
Bahasa Jerman (resmi)
Belarusia · Estonia
Latvia · Lituania · Polandia
Struktur politik Reichskommissariat Jerman Nazi
Reichskommissar
 -  1941–1944 Hinrich Lohse
 -  1944–1945 Erich Koch
Era sejarah Perang Dunia II
 -  Dekret Führer 17 Juli 1941
 -  Menyerahnya Kantung Courland 10 Mei 1945
Mata uang Reichskreditkassenscheine
(de facto)
Sekarang bagian dari  Estonia
 Latvia
 Lituania
 Belarus
 Rusia

Tujuan utama Jerman dalam mendirikan Reichskommissariat ini adalah untuk memusnahkan warga Yahudi, mempersiapkan Lebensraum untuk orang-orang Jerman, mengusir penduduk asli, dan mengasimilasi sisanya. Kebijakan ini tidak hanya berlaku di Reichskommissariat Ostland, tetapi juga di wilayah-wilayah Soviet lainnya yang diduduki oleh Jerman. Dengan menggunakan Einsatzgruppen A dan B yang dibantu oleh pasukan lokal, lebih dari satu juta orang Yahudi tewas dibunuh di Reichskommissariat Ostland.[3]

Rencananya wilayah Smolensk, Pskov dan Novgorod juga akan digabung ke dalam Reichskommissariat ini jika Jerman berhasil memenangkan perang. Pada tahun 1943 dan 1944, Tentara Merah secara perlahan merebut kembali wilayah yang telah dikuasai oleh Jerman, tetapi pasukan Wehrmacht berhasil bertahan di Kantung Courland. Setelah kekalahan Jerman pada tahun 1945, Reichskommissariat ini pun turut bubar.

Lihat pulaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ David Gaunt, Jonathan C. Friedman (2010). Reichskommissariat Ostland. The Routledge History of the Holocaust. Taylor & Francis. hlm. 210–212. ISBN 1136870601. Diakses tanggal 20 February 2015. 
  2. ^ Alex J. Kay (2006). "Guidelines for Special Fields (13 March 1941)". Exploitation, Resettlement, Mass Murder: Political And Economic Planning for German Occupation Policy in the Soviet Union, 1940-1941. Berghahn Books. hlm. 70–71. ISBN 1845451864. Diakses tanggal 2013-06-25. 
  3. ^ Pohl, Reinhard (November 1998). "Reichskommissariat Ostland: Schleswig-Holsteins Kolonie" [Reichskommissariat Ostland: Schleswig-Holstein's Colony] (PDF). Gegenwind. Gegenwind-Sonderheft: Schleswig-Holstein und die Verbrechen der Wehrmacht (dalam bahasa German). Gegenwind, Enough is Enough, and anderes lernen/Heinrich-Böll-Stiftung Schleswig-Holstein. hlm. 10–12. Diakses tanggal 2014-03-27. Vom Einmarsch im Juni 1941 bis Ende Januar 1942, der Niederlage vor Moskau, töteten die deutschen Truppen im „Ostland“ etwa 330.000 Juden, 8359 „Kommunisten“, 1044 „Partisanen“ und 1644 „Geisteskranke“. [...] Die erste Tötungswelle hatten ungefähr 670.000 Juden überlebt, dazu kamen im Winter 1941/42 noch 50.000 deportierte Juden aus dem Reichsgebiet, die in die Ghettos von Minsk und Riga kamen. [...] Anfang 1943 begann die zweite große Tötungswelle, der mindestens 570.000 Jüdinnen und Juden zum Opfer fielen. [...] Die letzten 100.000 Juden kamen in Konzentrationslager in Kauen, Riga-Kaiserwald, Klooga und Vaivara, sie wurden 1944 beim Heranrücken der Roten Armee liquidiert.