Buka menu utama

Reichskommissariat Niederlande adalah rezim pendudukan sipil yang didirikan oleh Jerman Nazi di wilayah Belanda selama Perang Dunia II. Nama lengkapnya adalah Reich Commissariat untuk Wilayah Pendudukan Belanda (bahasa Jerman: Reichskommissariat für die besetzten niederländischen Gebiete). Pemerintahan ini dikepalai oleh seorang Reichskommissar yang bernama Arthur Seyss-Inquart, yang merupakan kanselir Austria terakhir sebelum negara tersebut dicaplok oleh Jerman (Anschluss). Di bawah Reichskommissar terdapat empat Generalkommissare, yaitu:

  • Hans Fischböck, Generalkommissar für Finanz und Wirtschaft (keuangan dan ekonomi);
  • Hanns Albin Rauter, Generalkommissar für das Sicherheitswesen (keamanan);
  • Fritz Schmidt, Generalkommissar zur Besonderen Verwendung ('tugas-tugas khusus'). Digantikan oleh Willi Ritterbusch setelah ia bunuh diri pada 26 Juni 1943;
  • Friedrich Wimmer, Generalkommissar für Verwaltung und Justiz (administrasi dan keadilan).
Reichskommissariat Niederlande
Rijkscommissariaat Nederland  
Reichskommissariat Jerman
1940–1945
Bendera Lambang
Reichskommissariat Niederlande tahun 1942.
Ibu kota Amsterdam
Bahasa Belanda
Jerman
Bentuk pemerintahan Pemerintahan sipil
Reichskommissar
 -  1940–1945 Arthur Seyss-Inquart
Pemimpin Bangsa Belanda
 -  1942–1945 Anton Mussert
Era sejarah Perang Dunia II
 -  Seyss-Inquart diangkat 19 Mei 1940
 -  Jerman menyerah 9 Mei 1945
Populasi
 -  Perk. 1940 8.834.000 
Mata uang Guilder Belanda (NLG)
Pendahulu
Pengganti
Belanda
Belanda
Sekarang bagian dari  Belanda

Adolf Hitler, Heinrich Himmler, dan petinggi-petinggi Nazi sendiri menganggap bangsa Belanda sebagai bagian dari "Herrenvolk" (ras unggul) Arya. Maka dari itu, kebijakan Seyss-Inquart adalah untuk mempersiapkan negara dan bangsa Belanda kepada ideologi Nazisme dan pada akhirnya mengasimilasi mereka ke dalam Jerman Raya setelah perang selesai. Namun, ia sadar bahwa kebijakan ini tidak akan didukung oleh rakyat Belanda, sehingga ia menyesuaikan gaya kepemimpinannya agar tidak menimbulkan kecemasan di antara orang-orang Belanda. Ia juga sadar bahwa kelompok fasis dan Nazi lokal di Belanda (terutama Nationaal-Socialistische Beweging (NSB) yang dipimpin oleh Anton Mussert) merupakan kelompok minoritas yang dibenci oleh sebagian besar orang Belanda.

ReferensiSunting

  • (Belanda) L. de Jong (1969–1991). Het Koninkrijk der Nederlanden in de Tweede Wereldoorlog. Staatsuitgeverij, The Hague.