Raja Pontas Lumbantobing

salah seorang penguasa di Silindung

Raja Pontas Lumbantobing (1835—1900), terkadang diidentifikasi oleh RMG dengan nama baptisnya Obaja Lumbantobing, adalah salah seorang penguasa di Pearaja, Silindung yang pertama sekali menjadi pengikut misionaris Ludwig Ingwer Nommensen. Ia dibaptis oleh Nommensen pada 27 Agustus 1865.[1]

Raja Pontas Lumbantobing
KITLV A38 - Een dorpshoofd uit Silindoeng in de Bataklanden. Vermoedelijk Radja Pontas Lumbantobing, KITLV 12143.tiff
Raja Pontas Lumbantobing pada sekitar tahun 1890.
Informasi pribadi
Lahirca. 1835
Meninggal1900 (sekitar 65 tahun)
Anak
  • (anak laki-laki)
    • Raja Gayus Lumbantobing
    • Demang Marinus Lumbantobing
    • Demang Ancus Lumbantobing
    • Raja Balameha Lumbantobing
    • Raja Gerhard Lumbantobing

Latar belakangSunting

 
Istri dan beberapa anak dari Raja Pontas Lumbantobing.

Perang BatakSunting

 
Suasana permukiman di Pearaja, Silindung pada sekitar tahun 1890.
 
Potret keluarga Si Singamangaraja XII di Siborongborong yang akan ditawan oleh Belanda di Pearaja.

Usai Perang Batak berakhir pada tahun 1907 dengan dibunuhnya Si Singamangaraja XII di Si Onom Hudon, pemerintah kolonial Belanda menawan seluruh anggota keluarga Si Singamangaraja XII. Mereka ditawan di rumah Raja Pontas Lumbantobing di Pearaja, yang disewakan kepada pemerintah kolonial Belanda.

PenghargaanSunting

Sebagai penghargaan atas jasanya dalam membantu penginjilan di Tanah Batak, nama Raja Pontas Lumbantobing diabadikan sebagai nama salah satu gedung pertemuan Kantor Pusat HKBP di Pearaja, Tarutung.[2]

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ A., Aritonang, Jan S. Steenbrink, Karel. A history of Christianity in Indonesia. ISBN 978-90-474-4183-0. OCLC 1162616170. 
  2. ^ hariansib.com; hariansib.com. "HKBP Bangun Gedung untuk Abadikan Raja Pontas Lumban Tobing". Sinar Indonesia Baru - HarianSIB.com. Diakses tanggal 2022-10-03.