Raihanah binti Zaid

Raihanah binti Zaid (bahasa Arab: ريحانة بنت زيد‎) adalah seorang wanita Yahudi dari suku Banu Nadir. Ia dimuliakan oleh kaum Muslim sebagai salah satu Ummahaatu'l-Mu'mineen, atau Bunda Para Umat Islam.

BiografiSunting

Rayhana awalnya adalah anggota suku Banu Nadir yang menikahi seorang pria dari Banu Qurayza. Setelah Banu Qurayza dikalahkan oleh tentara Muhammad dalam Pengepungan kawasan Banu Qurayza, Raihanah diperbudak, sementara suaminya dieksekusi.

Menurut Ibnu Ishaq, Muhammad menjadikannya budak dan berniat untuk menikahinya.[1]

Dikisahkan bahwa ia bersuamikan Hakam namun suaminya tak berumur panjang atau meninggal. Saat Perang Bani Quraizhah Raihanah menjadi tawanan, Rasulullah   menawarinya masuk Islam namun ia tetap memilih sebagai Yahudi. Lalu Rasul   memanggil Ibnu Sa'yah dan menceritakan penolakan Raihanah/ Ibnu Sa'yah bertekad membantu Rasul   mengajak Raihanah masuk Islam, dan Raihanahpun masuk Islam. Lalu Raihanah tinggal di rumah Ummul Mundzir sampai ia suci dari haidnya. Rasul   menemuinya dan menawarkan dua pilihan, dimerdekakan dan dinikahi atau dijadikan pembantu. Ia menjadi isteri Rasul   sejak Muharram 6 Hijriah sampai meninggal sepulang haji 10 Hijriah dan dimakamkan di Baqi. Namun ada riwayat yang lain bahwa ia pembantu Rasul   dan tidak pernah dijadikan isteri. [2].

Dari berbagai pendapat sejarawan Islam Al-Waqidi menguatkan pendapat bahwa Raihanah dimerdekakan dan dinikahi Rasul  . Sedangkan Ibnu Hisyam menulis tentang keislaman Raihanah. Wallahu a'lam. [3]

ReferensiSunting

  1. ^ Guillaume, Alfred. The Life of Muhammad: A Translation of Ibn Ishaq's Sirat Rasul Allah, p. 466. Oxford University Press, 1955. ISBN 0-19-636033-1
  2. ^ https://republika.co.id/berita/koran/dialog-jumat/16/06/03/o86zwa6-raihanah-binti-yazid-mulia-hidup-bersama-rasulullah diakses 26 Juni 2019
  3. ^ Sirah Ibnu Hisyam, Jilid IV, Ghazwatu Bani Quraizhah, Islam Raihanah