Buka menu utama

Ragtime (dieja juga sebagai rag-time atau rag time[1]) adalah sebuah gaya musik yang menikmati popularitas puncaknya antara tahun 1895 sampai 1918.[2] Sifat utamanya adalah sinkopasinya, atau ritme "ragged".[2]

Scott Joplin mencapai ketenaran untuk komposisi ragtime dan dijuluki sebagai "Raja Ragtime"

SejarahSunting

Gaya musik ini berasal dari komunitas Afrika-Amerika di kota-kota seperti St. Louis.[3][4] Ernest Hogan (1865–1909) adalah perintis ragtime dan merupakan komposer pertama yang memiliki potongan ragtime (atau "rag") yang diterbitkan sebagai lembaran musik, dimulai dengan lagu "La Pas Ma La", yang diterbitkan pada tahun 1895. Hogan juga dikenal sebagai yang mencetuskan istilah ragtime. Istilah ini sebenarnya berasal dari kampung halamannya yakni "Shake Rag" di Bowling Green, Kentucky.[butuh rujukan] Ben Harney, orang asal Kentucky lainnya, sering dikreditkan sebagai yang memperkenalkan musik ini ke publik arus utama. Komposisi ragtime pertamanya, "You've Been a Good Old Wagon But You Done Broke Down", turut membantu mempopulerkan gaya musik ini. Komposisi ini diterbitkan pada tahun 1896, beberapa bulan setelah lagu milik Ernest Hogan, "La Pas Ma La."[5][6] Ragtime juga merupakan modifikasi dari musik mars yang dipopulerkan oleh John Philip Sousa, dengan tambahan poliritmik yang berasal dari musik Afrika.[7] Komposer ragtime, Scott Joplin (kr. 1868-1917) menjadi terkenal melalui publikasi "Maple Leaf Rag" (1899) dan serangkaian hits ragtime seperti "The Entertainer" (1902). Namanya sempat dilupakan namun menjadi terkenal kembali ketika kebangkitan musik ragtime terjadi di awal 1970-an.[8][9] Setidaknya selama 12 tahun setelah publikasi, "Maple Leaf Rag" sangat mempengaruhi komposer-komposer ragtime berikutnya dalam berkarya, dilihat dari segi garis melodi, perkembangan harmonik atau pola metrik musiknya.[10]

ReferensiSunting

  1. ^ Perlman, Itzhak. "THE EASY WINNERS and other rag-time music of Scott Joplin". Diakses tanggal 2010-04-26. 
  2. ^ a b Berlin, Edward. "Ragtime". The Grove Music Dictionary. Oxford University Press. Diakses tanggal 2009-06-29. 
  3. ^ The Globalization of Music in History by Richard Wetzel, Routledge, 2013, hlm. 58.
  4. ^ Jazz: A Regional Exploration by Scott Yanow, Greenwood Publishing Group, 2005, hlm. 2
  5. ^ Blesh, Rudi. Scott Joplin: Black-American Classicist, Introduction to Scott Joplin Complete Piano Works, New York Public Library, 1981, hlm. xvii.
  6. ^ Brogan, Hugh. The Penguin History of the USA, 2nd Edition, 1999, ISBN 978-0-14-025255-2, hlm. 415.
  7. ^ Scott Joplin: Black-American Classicist, hlm. xv–xvi.
  8. ^ Scott Joplin: Black-American Classicist, hlm. xiii
  9. ^ Scott Joplin: Black-American Classicist, hlm. xviii
  10. ^ Scott Joplin: Black-American Classicist, hlm. xxiii.

Bacaan lebih lanjutSunting

  • Berlin, E.A. (1980). Ragtime: a musical and cultural history. California: University of California Press. 
  • Blesh, R.; Janis, H. (1971). They all played ragtime, 4th ed. Oak Publications. 
  • De Stefano, Gildo; Baraka, Amiri (2007). Ragtime, jazz & dintorni. Milan: SUGARCO Editions. ISBN 978-88-7198-532-9. 
  • Jasen, D.A.; Tichenor, T.J. (1980). Rags and ragtime. Dover. 
  • Schafer, W.J.; Riedel, J. (1973). The art of ragtime: form and meaning of an original black American art. Louisiana: Louisiana State University Press. 
  • Waldo, Terry (2009). This is Ragtime. Jazz at Lincoln Center Library Editions. 

Pranala luarSunting