Buka menu utama

Pusat Pendidikan Kavaleri biasa disingkat (Pusdikav) merupakan lembah kawah candra dimuka bagi prajurit Kavaleri TNI AD, Pusdikav berada di bawah jajaran Pusat Kesenjataan Kavaleri, Kodiklat TNI AD. Satuan kavaleri merupakan satuan lapis baja dan berkuda yang dikenal dengan "TRI DAYA CAKTI" yaitu Daya Gerak, Daya Kejut dan Daya Tembak atau juga dikenal juga dengan si Baret Hitam nya. Dislokasi satuan ini antara lain:

  1. Pussenkav (Pusat Kesenjataan Kavaleri) yang berada di Bandung Sebagai Pusat Kesenjataan Kavaleri.
  2. Pusdikkav yang berada di Padalarang sebagai Lemdik (Lembaga Pendidikan) yang mencetak prajurit-prajurit kavaleri.
  3. Detasemen Kavaleri Berkuda yang berada di Parongpong, Cisarua, Bandung Barat, Satuan berkuda yang di Komandoi oleh seorang Komandan Detasemen satuan ini bertugas selain sebagai satuan tempur berkuda, juga sebagai sekolah berkuda atau yang lebih dikenal dengan "REMONTE" (Pendidikan untuk kuda).
  4. Satuan Setingkat Batalyon, Detasemen dan Kompi yang tersebar diseluruh pelosok di indonesia, Sebagai Satuan tempur berkendaraan Tank maupun Panser yang bertugas mempertahankan NKRI. Motto Kavaleri "Jaya Dimasa Perang Berguna pada Masa Damai".
Pusat Pendidikan Kavaleri
Pusat Kesenjataan
Kavaleri TNI AD
Pusat Pendidikan Kavaleri Kodiklat.png
Lambang Pusdik Kavaleri
NegaraIndonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitPusat Pendidikan Kavaleri
Bagian dariTentara Nasional Indonesia
MarkasPadalarang, Bandung Barat, Jawa Barat
JulukanPusdikav

Daftar isi

Komandan Pusdik KavaleriSunting

Saat ini Pusdik Kavaleri dijabat seorang Danpusdik berpangkat Kolonel, Kolonel Kav Hilman Hadi, Abituren Akademi Militer 1988 dan lulusan sesko TNI 2014

  1. Kolonel Kav Erman Mon
  2. Kolonel Kav Iman Basuki
  3. Kolonel Kav Tony Suhartono
  4. Kolonel Kav Hasto Pratisto Yuwono
  5. Kolonel Kav Anang Dwitono
  6. Kolonel Kav Nugroho Tjendekiarto
  7. Kolonel Kav Abdul Rahman Made
  8. Kolonel Kav Purnomo Sidi
  9. Kolonel Kav Widhioseno
  10. Kolonel Kav Hilman Hadi

SejarahSunting

Latar belakang terbentuknya Pusat pendidikan Kavaleri tidak terlepas dari sejarah perjalanan panjang kelahiran korps Kavaleri TNI AD, dimana pada tanggal 26 Juli 1950 di Bandung, Letkol KGPH Soerjo Soejarwo mengambil alih secara simbolis dari KNIL diantaranya adalah Opledings Centrum Der Pantser Troepenâ dan empat Eskuadron Vechtwagens yang berada di Bandung, Padalarang, Magelang, dan Palembang. Dengan kendaraan lapis baja sisa Perang Dunia II (eks KNIL ). Opledings Centrum Der Pantser Troepen ini kemudian berkembang menjadi Lembaga Pendidikan Kavaleri TNI AD, yang kemudian disebut Pusat Pendidikan Pasukan Berlapis Baja ( P-3 B-2 ) berkedudukan di Bandung dibawah Pasukan Berlapis Baja disingkat PBB.

Bersamaan dengan disempurnakannya organisasi Pasukan Berlapis baja menjadi inspektorat Kavaleri sesuai instruksi Kasad No. 38 / Kasad / Inst/ 1952 tanggal 21 Maret 1952, organisasi Pasukan Berlapis Baja disempurnakan menjadi inspektorat Kavaleri, kemudian Pusat Pendidikan Pasukan Berlapis Baja ( P-3 B-2) dirubah menjadi Pusat Pendidikan Kavaleri ( P.P.Kav ).

Berdasarkan surat keputusan Danpus-kav TNI AD No. KPTS /37/IV 1960 tanggal 1 April 1960, dibentuk detasemen sebagai persiapan pembentukan Resimen Kavaleri Mekanis dan pada tanggal 21 Mei 1960 secara resmi berdiri Rin-kavnis di Puskav yang berkedudukan di Purabaya, Padalarang.

Dokter KudaSunting

Selain pasukan manusia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki 230 kuda perang terlatih. Adalah Kapten Ckm drh Joko Suranto satu-satunya dokter khusus yang merawat ratusan hewan tersebut.[1]

ReferensiSunting