Pusat Pendidikan Kavaleri

Pusat Pendidikan Kavaleri biasa disingkat (Pusdikkav) merupakan lembah kawah candra dimuka bagi prajurit Kavaleri TNI AD, Pusdikav berada di bawah jajaran Pusat Kesenjataan Kavaleri dan menyelenggarakan pendidikan kecabangan Kavaleri bagi prajurit TNI AD dari tingkat Tamtama, Bintara, maupun Perwira. Satuan kavaleri merupakan satuan lapis baja dan berkuda yang dikenal dengan "TRI DAYA CAKTI" yaitu Daya Gerak, Daya Kejut dan Daya Tembak atau juga dikenal juga dengan si Baret Hitam nya. Dislokasi satuan ini antara lain:

  1. Pussenkav (Pusat Kesenjataan Kavaleri) yang berada di Bandung Sebagai Pusat Kesenjataan Kavaleri.
  2. Pusdikkav yang berada di Padalarang sebagai Lemdik (Lembaga Pendidikan) yang mencetak prajurit-prajurit kavaleri.
  3. Detasemen Kavaleri Berkuda yang berada di Parongpong, Cisarua, Bandung Barat, Satuan berkuda yang di Komandoi oleh seorang Komandan Detasemen satuan ini bertugas selain sebagai satuan tempur berkuda, juga sebagai sekolah berkuda atau yang lebih dikenal dengan "REMONTE" (Pendidikan untuk kuda).
  4. Satuan Setingkat Batalyon, Detasemen, dan Kompi yang tersebar diseluruh indonesia, Sebagai Satuan tempur berkendaraan Tank maupun Panser yang bertugas mempertahankan NKRI. Motto Kavaleri "Jaya Dimasa Perang Berguna pada Masa Damai"
Pusat Pendidikan Kavaleri
Aktif8 Agustus 1950
NegaraIndonesia
CabangTNI Angkatan Darat
Tipe unitPendidikan Kavaleri
Bagian dariPussenkav
MarkasPadalarang, Bandung Barat, Jawa Barat
JulukanPusdikav
MotoGrha Anggatra Turangga Jurit
MaskotTank Kavaleri
Ulang tahun8 Agustus
Tokoh
KomandanBrigjen TNI Tatang Budiman
WadanKolonel Kav Dikdik Setiadi

Sejarah sunting

Latar belakang terbentuknya Pusat pendidikan Kavaleri tidak terlepas dari sejarah perjalanan panjang kelahiran korps Kavaleri TNI AD, dimana pada tanggal 26 Juli 1950 di Bandung, Letkol KGPH Soerjo Soejarwo mengambil alih secara simbolis dari KNIL diantaranya adalah Opledings Centrum Der Pantser Troepenâ dan empat Eskuadron Vechtwagens yang berada di Bandung, Padalarang, Magelang, dan Palembang. Dengan kendaraan lapis baja sisa Perang Dunia II (eks KNIL ). Opledings Centrum Der Pantser Troepen ini kemudian berkembang menjadi Lembaga Pendidikan Kavaleri TNI AD, yang kemudian disebut Pusat Pendidikan Pasukan Berlapis Baja ( P-3 B-2 ) berkedudukan di Bandung dibawah Pasukan Berlapis Baja disingkat PBB.

Bersamaan dengan disempurnakannya organisasi Pasukan Berlapis baja menjadi inspektorat Kavaleri sesuai instruksi Kasad No. 38 / Kasad / Inst/ 1952 tanggal 21 Maret 1952, organisasi Pasukan Berlapis Baja disempurnakan menjadi inspektorat Kavaleri, kemudian Pusat Pendidikan Pasukan Berlapis Baja ( P-3 B-2) dirubah menjadi Pusat Pendidikan Kavaleri ( P.P.Kav ).

Berdasarkan surat keputusan Danpus-kav TNI AD No. KPTS /37/IV 1960 tanggal 1 April 1960, dibentuk detasemen sebagai persiapan pembentukan Resimen Kavaleri Mekanis dan pada tanggal 21 Mei 1960 secara resmi berdiri Rin-kavnis di Puskav yang berkedudukan di Purabaya, Padalarang.[1]

Macam-Macam Brevet Kualifikasi Kavaleri sunting

  • Brevet Kualifikasi 'Yudha Wastu Wiratama' merupakan tanda kualifikasi kebanggan prajurit Kavaleri yang telah menyelesaikan aplikasi materi mengemudi kendaraan tempur Kavaleri baik secara teknis maupun taktis dihadapkan pada faktor medan dan cuaca.
  • Brevet Kualifikasi 'Yudha Turangga Wiratama' merupakan tanda kualifikasi kebanggaan prajurit Kavaleri yang telah menyelesaikan aplikasi materi menunggang kuda militer Kavaleri dan mampu bertempur untuk mencari, mendekati dan menghancurkan musuh dengan menggunakan dan mengendalikan berbagai jenis kuda militer Kavaleri.
  • Brevet Kualifikasi 'Yudha Bramasta Wiratama' merupakan tanda kualifikasi kebanggaan prajurit Kavaleri yang telah menyelesaikan aplikasi materi menembak senjata kendaraan tempur Kavaleri dan mampu bertempur dan menghancurkan berbagai macam tipe karakteristik musuh yang dihadapi dengan menggunakan tembakan canon Ranpur Kavaleri.

Dokter Kuda sunting

Selain pasukan manusia, Tentara Nasional Indonesia (TNI) memiliki 230 kuda perang terlatih. Adalah Letnan Kolonel Ckm drh Joko Suranto satu-satunya dokter khusus yang merawat ratusan hewan tersebut.[2]

Komandan sunting

Saat ini Pusdik Kavaleri dijabat seorang Danpusdik berpangkat Brigadir jenderal semenjak ada perubahan organisasi.


  1. Kolonel Kav Erman Mon
  2. Kolonel Kav Muhammad Mudakir
  3. Kolonel Kav Iman Basuki
  4. Kolonel Kav Tony Suhartono
  5. Kolonel Kav Hasto Pratisto Yuwono (2011)⭐
  6. Kolonel Kav Anang Dwitono (2011―2012)⭐⭐
  7. Kolonel Kav Nugroho Tjendakiarto, S.H.
  8. Kolonel Kav Abdul Rahman Made, S. Ip., M.Si.
  9. Kolonel Kav Purnomo Sidi ⭐⭐
  10. Kolonel Kav Widhioseno, S.E., M.Hum. ⭐⭐
  11. Kolonel Kav Hilman Hadi, S.Ip., M.B.A. (2015―2016)⭐⭐⭐
  12. Kolonel Kav Rayen Obersyl (2018—2020)⭐

Validasi Organisasi  ⭐ 


  1. Brigjen TNI Taufik Budi Santoso (2020―2021)⭐
  2. Brigjen TNI Tatang Budiman (2021—Sekarang)⭐

Referensi sunting

  1. ^ ""Latar belakang terbentuknya Pusat Pendidikan Kavaleri"". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-02. Diakses tanggal 2021-09-05. 
  2. ^ "Istri Maklumi Suami Bagi Kasih Sayang dengan Kuda". JPNN.com. 2013-09-16. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-29. Diakses tanggal 2014-03-28.