Buka menu utama

Puncak Suroloyo adalah puncak tertinggi di Perbukitan Menoreh, Yogyakarta.[2] Perbukitan yang memiliki ketinggian kurang lebih 2000 meter dpl ini membentang sepanjang Yogyakarta dan Jawa Tengah.[3][2] Dari Puncak Suroloyo, wisatawan bisa melihat Yogyakarta dari atas awan dan bisa melihat langsung keindahan Candi Borobudur di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.[2][4] Di Puncak Suroloyo terdapat tiga buah gardu pandang yang secara umum disebut pertapaan, masing-masing memiliki nama Suroloyo, Sariloyo dan Kaendran.[3] Selain itu, Bukit Suroloyo juga merupakan tempat yang menyimpan cerita legenda.[3] Legenda ini mengkisahkan seorang Raden Mas Rangsang yang kemudian hari bergelar Sultan Agung Hanyokrokusumo, bertapa untuk menjalankan wangsit yang datang padanya.[3]

Puncak Suroloyo
Pemandangan suroloyo.jpg
Pemandangan dari Puncak Suroloyo
Titik tertinggi
Ketinggian1019 m (3343 ft)[1]
Geografi
Puncak Suroloyo berlokasi di Indonesia
Puncak Suroloyo
Puncak Suroloyo
DaerahID
PegununganPerbukitan Menoreh

Daftar isi

LegendaSunting

Legenda mengenai Puncak Suroloyo bermula dari seorang pujangga bernama Ngabehi Yasadipura dari Keraton Surakarta yang dalam kitabnya berjudul Cabolek.[5] Ia mengisahkan bahwa Raden Mas Rangsang, Putra Mahkota Kerajaan Mataram Islam, pernah menerima wangsit untuk menjadi penguasa tanah Jawa.[5] Raden Mas Rangsang harus berjalan kaki dari keraton di wilayah Kotagede menuju ke arah barat.[5] Setelah menempuh perjalanan dengan jarak sekitar 40 kilometer di wilayah Pegunungan Menoreh, ia jatuh pingsan karena kelelahan.[5] Dalam pingsannya, Raden Mas Rangsang mendapat wangsit yang kedua.[5] Wangsit tersebut memerintahkan agar Raden Mas Rangsang, yang ketika besar bergelar Sultan Agung Hanyakrakusuma, untuk melakukan tapa kesatrian di tempat itu.[5] Tempat itulah yang sekarang disebut dengan Puncak Suroloyo.[5]

WisataSunting

Ada tiga pendopo di Puncak Suroloyo.[6] Pendopo pertama ialah Pertapaan Suroloyo.[6] Lokasinya Pertapaan Suroloyo berada di paling bawah dibandingkan dengan dua pendopo lainnya.[6] Dari sini wisatawan dapat melihat Candi Borobudur.[6] Pendopo kedua bernama Pertapaan Sariloyo yang terletak 200 meter ke arah barat.[6] Dari Pertapaan Sariloyo, wisatawan bisa memandang Gunung Sumbing dan Gunung Sindoro. Untuk mencapai pendopo ketiga, wisatawan harus naik tangga sekitar 200 meter lagi.[6] Pendopo ini diberi nama Pertapaan Kaendran.[6] Dari tempat ini secara samar-samar akan terlihat warna biru berbatas dengan abu-abu yang merupakan Pantai Glagah di Kulonprogo.[6] Semua pertapaan ini berada dalam satu area berdekatan di kawasan Puncak Suroloyo.[6] Puncak Suroloyo merupakan satu titik temu antara empat gunung, yakni: Merapi, Sindoro, Sumbing dan Merbabu.[6]

Perjalanan menuju Puncak SuroloyoSunting

 
tangga menuju Puncak Suroloyo

Ada dua jalur yang bisa dipilih sebelum menuju Puncak Suroloyo, pertama adalah rute Jalan Godean - Sentolo - Kalibawang dan rute kedua melalui Jalan Magelang - Pasar Muntilan - Kalibawang.[3] Untuk mencapai puncak Suroloyo, harus melewati perjalanan yang naik turun dengan kelokan tajam serta tanjakan yang curam.[3] Jalan menuju Puncak Suroloyo bisa dilalui motor, namun untuk mobil harus berhati-hati karena lebar jalan sebesar 3 meter.[6] Jika sudah melewati jalan sempit berkelok, jalan yang perlu ditempuh adalah tangga menuju ke Puncak Suroloyo.[6] Untuk mencapai Puncak Suroloyo harus melewati sebanyak 290 anak tangga.[6]

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Suroloyo Peak". yogyes.com. Diakses tanggal 5 Mei 2014. 
  2. ^ a b c "Puncak Suroloyo, Tempat Melihat Yogyakarta dari Atas Awan". www.travel.detik.com. Diakses tanggal 1 Mei 2014. 
  3. ^ a b c d e f "Puncak Suroloyo". www.kotajogja.com. Diakses tanggal 4 Mei 2014. 
  4. ^ "Kadispar DIY: Puncak Suroloyo Sangat Eksotis". www.travel.kompas.com. Diakses tanggal 4 Mei 2014. 
  5. ^ a b c d e f g "Puncak Suroloyo". www.jogjatrip.com. Diakses tanggal 15 Mei 2014. 
  6. ^ a b c d e f g h i j k l m "Puncak Suroloyo: Soneta Empat Gunung". www.intisari-online.com. Diakses tanggal 4 Mei 2014.