Pulau Dompak adalah sebuah pulau yang terletak di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau. Letak pulau ini berada di arah selatan dari pusat kota dan dihubungkan dengan dua buah jembatan dengan daratan utama Kota Tanjungpinang di Pulau Bintan. Pulau ini memiliki luas tanah kurang-lebih 995 Ha. Pulau ini merupakan pusat pemerintahan Provinsi Kepulauan Riau.

unik nya pulau dompak ini memiliki cerita mengenai asal usul nama Dompak. dan ada dua versi . Versi pertama menyatakan sebelum kemerdekaan,pada masa Kerajaan Riau Lingga, Kampung Dompak Lama merupakan tempat  persembunyian perompak. Para perompak berasal dari sejumlah etnis, yakni Tioanghoa, Bugis, Melayu, Thailand dan ada juga yang Jawa. Ketua perompak adalah etnis Tionghoa.  Pimpinan perompak yang menyediakan peralatan dalam merompak. Wilayah perompakan mereka di Perairan Sela t Malaka, termasuk beraksi merampok di daerah kini masuk wilayah  Malaysia, Singapura dan Bintan. Setiap selesai merompak (merampok), mereka beristirahat disebuah kampung Dompak Seberang. Kampung itu belum punya nama, namun sudah bermukim  sejumlah orang Tionghoa (Cina). Kampung yang jadi lokasi tempat peristirahatan dan persembunyian itu diberi nama Kampung Lompak oleh Orang Tionghoa. Nama itu mengandung  pengertian kampung para perompak. Namun, aktivitas mereka ditempat ini tak bisa bertahan lama karena ditentang pihak Kerajaan Riau Lingga dan mereka dibasmi. Setelah itu,  oleh Orang Melayu yang bermukim dis sana, nama Kampung Lompak diubah Jadi Kampung Dompak. Artinya tetap sama kampung perompak.[1]

Versi kedua menyebutkan, di wilayah Dompak Seberang tepatnya di Kampung Dompakm Lama adalah tempat persembunyian sekaligus tempat peristirahatan para perompak. Mereka adalah  Orang Tionghoa, sedangkan penduduk aslinya Orang Melayu Kepri. Para perompak yang berada di daerah ini tidak menetap dan mereka tak menganggu penduduk daerah itu dan daerah  sekitarnya. Penduduk asli selalu mewaspadainya. Saat mereka datang dari jauh, terdengar suara gongnya. Apabila mendengar gong itu, gadis-gadis Melayu penduduk asli langsung  masuk ke dalam rumah.

Lokasi persembembunyian para perompak itu di hutan kayu bakau. Pada suatu hari, saat pimpinan perompak sedang tertidur, tiba-tiba dadanya ditimpa buah kayu bakau. Dia meraung  kesakitan dan membuat anak buahnya heran. Ia merasa ada firasat jelek. Kejadian ini pertanda kehadiran mereka tak disukai penduduk asli kampung itu. Kepala perompak tak lama  kemudian meninggal dunia. Anak buahnya memilih pergi dari kampung itu. Sebelum pergi, mereka memberikan informasi kepada penduduk kampung. Daerah ini takkan mereka tempati  lagi. Penduduk asli timbul gagasan atau ide untuk memberi nama kampung mereka, Kampung Dompak artinya kampung para perompak.

Penduduk asli Dompak adalah orangn Melayu yang berasal dari Penyengat dan pulau-pulau di sekitar Pulau Bintan. Daerah pertama yang dihuni adalah kampung lama. Kampung ini jauh terisolir, maka penduduknya pindah ke kampung Dompak Lama. Dalam perkembangannya, penduduk juga pindah dan menyebar ke Tanjung Siambang, Dompak Seberang (Dompak Laut), dan Sei Jang (Dompak Daratan). Di Dompak Lama dan Dompak Seberang, penduduk Melayu berbaur dengan orang Bugis, Buton, Flores dan Tionghoa.[2]


ReferensiSunting


Lihat pulaSunting

LokasiSunting

di wikimapia

  1. ^ "asal usul dan sejarahdompak". asal usul dan sejarah dompak. Diakses tanggal 8 februari 2020. 
  2. ^ "asal usul nama dan sejarah dompak".