Polinukleotida adalah biopolimer yang tersusun atas 13 atau lebih monomer nukleotida yang terikat dalam suatu rantai secara kovalen[1]. DNA dan RNA didalam tubuh organisme merupakan contoh dari polinukleotida dengan fungsi yang sangat penting bagi organisme [2]. Polinukleotida tersusun atas rantai polimer dari subunit gula-fosfat basa identik, yang merupakan penyusun penting dari DNA[1]. Informasi herediter disimpan dalam asam nukleat, DNA dan RNA. Asam nukleat alami bersifat polimer, terdiri dari monomer yang dikenal sebagai nukleotida, dan karenanya istilah "polinukleotida" dapat digunakan untuk merujuk pada DNA dan RNA. Informasi dikodekan dalam urutan nukleotida dalam polimer ini sebagai saluran spesifik yang didefinisikan sebagai gen. Informasi diteruskan ke keturunan dengan replikasi dan diubah menjadi produk protein dengan transkripsi / terjemahan, yakni proses yang dikenal sebagai ekspresi gen[3].

ReferensiSunting

 Pengguna ini adalah peserta kompetisi Proyek Kompetisi Saraswati
  1. ^ a b Gardner, Eldon J. (Eldon John), 1909-1989. (1991). Principles of genetics. Simmons, Michael J., Snustad, D. Peter. (edisi ke-8th ed). New York: J. Wiley. ISBN 0-471-50487-4. OCLC 22490697. 
  2. ^ Snustad, D. Peter. (2012). Genetics. Simmons, Michael J. (edisi ke-6. ed., internat. student version). Hoboken, NJ: Wiley. ISBN 0-470-90359-7. OCLC 785834483. 
  3. ^ Reece, Jane B. Campbell biology. Urry, Lisa A., Cain, Michael L. (Michael Lee), 1956-, Wasserman, Steven Alexander, Minorsky, Peter V., Jackson, Robert B., Campbell, Neil A., 1946-2004. (edisi ke-Tenth edition). Boston. ISBN 978-0-321-77565-8. OCLC 849822337.