Pogrom Sumgait

Pogrom Sumgait (Bahasa Armenia: Սումգայիթի ջարդեր, Sumgayit'i ĵarder lit.: "Pembantaian Sumgait "; Azerbaijani: Sumqayıt hadisələri lit.: "Peristiwa Sumgait") adalah pogrom yang menyerang populasi Bangsa Armenia di pinggiran kota Sumqayit di Republik Sosialis Soviet Azerbaizan pada akhir bulan Februari 1988. Pogrom terjadi pada awal Gerakan Karabakh. Pada tanggal 27 Februari 1988, kumpulan etnik Bangsa Azerbaijan membentuk kelompok penyerangan dengan menyerang Bangsa Armenia di jalanan dan apartemen mereka serta melakukan penjarahan besar-besaran. Pada saat peristiwa ini terjadi, polisi bersikap tidak acuh dengan membiarkan kekerasan ini berlangsung selama tiga hari.

Sumgait pogrom
290px
Foto diambil dari tampilan video pembakaran mobil dan kerumunan perusuh di jalanan Sumqayit.
LokasiSumqayit, Azerbaijan, Uni Soviet
TanggalFebruari 26 – Maret 1, 1988
Sasaranmasyarakat dari bangsa Armenia setempat
Jenis serangan
pembunuhan, pemerkosaan, kerusuhan[1]
Korban tewas
32 (data resmi Soviet )
200+ (Sumber Armenia )[2]
Korban luka
tidak diketahui

Pada tanggal 28 februari 1988, rombongan kecil pasukan bersenjata dari Kementerian Dalam Negeri memasuki kota dan gagal dalam menghentikan kerusuhan. Satu hari kemudian, lebih banyak militer memasuki kota dengan menggunakan tank dan kendaraan personel lapis baja. Pasukan pemerintah menerapkan dengan paksa status negara dalam keadaan darurat militer serta jam malam untuk menghentikan krisis yang terjadi. Jumlah korban jiwa yang diumumkan oleh Jaksa agung dari Republik Sosialis Uni Soviet (USRR) yang dihitung dari kumpulan data dari korban yang memiliki nama berjumlah 32 orang, sedangkan sumber lain menyatakan bahwa korban mencapai ratusan orang.[3][4][5]

Kekerasan di Sumqayit yang tidak terduga dan ramai diberitakan di media Barat sangat mengejutkan Negara Armenia dan Uni Soviet karena konflik etnik di negara itu sangat ditekan oleh pemerintah dengan mengenalkan kebijjakan Internasionalisme proletariat, persaudaraan rakyat dan patriotisme sosialis sebagai pengalihan atas konflik yang terjadi. Pembantaian bersamaan dengan konflik Nagorno-Karabakh menjadi tantangkan yang besar terhadap reformasi yang sedang diterapkan oleh Mikhail Gorbachev. Pada akhirnya, Gorbachev dinilai lamban memberikan reaksi terhadap krisis yang terjadi.

Dikarenakan peristiwa ini dianggap sangat kejam terhadap Bangsa Armenia sebagai kelompok etnik, pogrom yang terjadi sering diikaitkan dengan genosida Armenia yang terjadi pada tahun 1915 sebagai kesadaran nasional Bangsa Armenia[6] Pogrom Sumgayit diperingati setiap tahun pada tanggal 28 Februari di Armenia, Artsakh dan oleh diaspora asal Armenia.[7]

Latar BelakangSunting

Kota Sumqayit berlokasi di dekat pesisir Laut Kaspia yang berjarak 30 kilometer arah utara dari ibukota Baku. Kota ini telah direnovasi pada dekade 1960-an dan menjadi kota industri terkemuka kedua setelah Baku dengan kilang minyak dan pabrik petrokimia sebagai pusat industri yang dibangun pada masa ini. Kepadatan penduduk berjumlah 60.000 dan meningkat hingga 223.000 orang(Bangsa armenia berjumlah 17.000) hingga dekade 1980an. Populasi yang terlalu padat menjadi masalah sosial yang menghantui kota yang berakibat pada tingginya pengganguran dan kemiskinan di kalangan warga Azerbaizan yang mayoritas merupakan terdiri dari sektor pendidikan dan pekerja.[8]

Reformasi ekonomi politik yang diusulkan oleh Sekretaris Jenderal Gorbachev pada tahun 1985 merupakan tanda dari desentralisasi kekuasaan Soviet sehingga Bangsa armenia baik yang ada di Nagorno-Karbakh dan Armenia melihat reformasi Gorbachev ini sebagai usaha untuk menyatukan dua negara tersebut.

Daftar PustakaSunting

  1. ^ De Waal, Thomas (2010). The Caucasus: An Introduction. New York: Oxford University Press. hlm. 111. ISBN 978-0195399776. 
  2. ^ Vaserman, Arie; Ginat, Ram (1994). "National, territorial or religious conflict? The case of Nagorno‐Karabakh". Studies in Conflict & Terrorism. 17 (4): 348. doi:10.1080/10576109408435961. Peristiwa ini berkontribusi terhadap kerusuhan anti bangsa Armenia pada tanggal 28-29 Februari di dekat Baku. Data resmi mentakan bahwa ada 32 orang Armenian yang terbunuh selama kerusuhan, tapi sumber lain menyatakan korban mencapai 200 orang. 
  3. ^ Remnick, David (6 September 1989). "Hate Runs High in Soviet Union's Most Explosive Ethnic Feud - The Washington Post | HighBeam Research". highbeam research. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-03-29. Diakses tanggal 2020-10-19. 
  4. ^ Hosking, Geoffrey A (1993). The first socialist society : a history of the Soviet Union from within (edisi ke-2). Cambridge, Masshauchets: Harvard University Press. hlm. 475. ISBN 0-674-30443-8. OCLC 26851510. 
  5. ^ Kenez, Peter. (2006). A history of the Soviet Union from the beginning to the end (edisi ke-2). Cambridge: Cambridge University Press. hlm. 272. ISBN 0-511-16930-2. OCLC 69661604. 
  6. ^ Pheiffer, Evan. "A Place to Live For | Jacobin". Jacobin. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-09-19. Diakses tanggal 2020-10-19. 
  7. ^ "Communities Worldwide Mark Sumgait Anniversary Along with Government Officials". asbarez. 1 Maret 2011. Diakses tanggal 21 Oktober 2020. 
  8. ^ Krivopuskov VV (2007). Mi︠a︡tezhnyĭ Karabakh : iz dnevnika ofit︠s︡era MVD SSSR (Rebellious Karabakh: From the diary of an officer of the USSR (dalam bahasa Armenia) (edisi ke-2 dengan tambahan). Moskow: Golos-press. hlm. 87–88. ISBN 5-7117-0163-0. OCLC 173857011.