Zenius Education

Perusahaan pendidikan berbasis teknologi asal Indonesia

PT Zenius Education adalah perusahaan pendidikan berbasis teknologi asal Indonesia.[1] Zenius menyediakan layanan akses pendidikan dalam format video berbahasa Indonesia yang disajikan secara online melalui website (zenius.net) dan aplikasi ponsel. Hingga Desember 2020, Zenius memiliki lebih dari 16 juta pengguna.[2] Zenius hadir sebagai bentuk revolusi pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan cara berpikir kritis, logis, rasional, dan pengetahuan sains yang terintegrasi terhadap semua pelajar Indonesia.[3] Zenius bercita-cita mencetak generasi Indonesia yang memahami ilmu pengetahuan dan cinta belajar, ketimbang menjadi generasi penghafal.[4]

Zenius Education
Perseroan Terbatas
IndustriPendidikan dan Teknologi
Didirikan7 Juli 2007
PendiriSabda PS
Medy Suharta
Kantor
pusat
Setiabudi, Jakarta Selatan
Jakarta, Indonesia
Tokoh
kunci
Rohan Monga (CEO)
Karyawan
>150
Situs webhttp://www.zenius.net

SejarahSunting

Zenius didirikan oleh Sabda PS dan Medy Suharta pada 7 Juli 2007.[5] Pada awalnya, Zenius berdiri sebagai bimbingan belajar offline. Di tahun 2005, Zenius mulai meluncurkan materi pembelajaran dalam bentuk CD. Materi pembelajaran tersebut difokuskan untuk anak SMA sebagai persiapan masuk SPMB.[6] Di tahun 2007, Zenius Education resmi berdiri dan berbadan hukum sebagai perusahaan perseroan terbatas. Lalu pada 2010, Zenius meluncurkan situs pembelajaran pertama di Indonesia melalui Zenius.net.[7] Pada bulan Juli 2019, semua materi dan fitur belajar Zenius sudah bisa diakses melalui Zenius App yang tersedia di Play Store dan App Store.[8]

Beberapa media startup Indonesia menyebutkan bahwa, Zenius hadir sebagai bentuk revolusi pendidikan di Indonesia dengan mengedepankan cara berpikir kritis, logis, rasional, dan pengetahuan sains yang terintegrasi terhadap semua pelajar Indonesia.[9][10][11]

Pada bulan Maret 2015, Zenius Education menjadi satu di antara 12 perusahaan yang mewakili Indonesia dalam acara CeBIT 2015, sebuah pameran teknologi terbesar di dunia yang diselenggarakan setiap tahun di Jerman.[12][13][14] Dalam rangka membantu pemerintah Indonesia dalam mewujudkan pembelajaran non-tatap muka di tengah pandemi, pada Desember 2019, Zenius menggratiskan lebih dari 80.000 video materi pelajarannya.[15] Hingga kini, Zenius masih menawarkan lebih dari 90.000 video materi pelajaran yang bisa diakses secara gratis.

PendanaanSunting

Pada Februari 2020, Zenius mendapat pendanaan seri-A dari Northstar Group, Kinesys Group, dan BeeNext. Selain itu juga ada pergantian CEO, yang sebelumnya diisi oleh Sabda PS, lalu dilanjutkan oleh Rohan Monga.[16] Di awal tahun 2021, Zenius kembali mendapatkan pendanaan pra-seri B dari Alpha JWC Ventures, OpenSpace Ventures, dan investor-investor yang sebelumnya telah tergabung di pendanaan seri-A.[17]

RebrandingSunting

Pada Juli 2020, Zenius melakukan rebranding dengan mengubah logo, visual, dan tagline mereka untuk menandai evolusi Zenius dalam upaya menghadirkan masa depan pendidikan kepada setiap individu di Indonesia.[18][19]

Pendapatan Zenius tumbuh lebih dari 70% pada semester II-2020 dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.[20]

Layanan UnggulanSunting

Tersedia di laman website dan aplikasi mobile, Zenius menawarkan tiga program belajar yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan penggunanya, yaitu:

  • Zenius Aktiva, yaitu program belajar untuk kelas 1 SD sampai kelas 12 SMA. Zenius Aktiva memiliki dua paket, yaitu Aktiva Sekolah dan Aktiva UTBK. Pengguna Zenius Aktiva akan mendapatkan fitur video materi pelajaran premium dan video pembahasan soal. Sedangkan untuk pengguna Aktiva UTBK, ada fitur tambahan berupa video pembahasan soal UTBK.
  • Zenius Optima, adalah program belajar untuk kelas 9 SMP sampai 12 SMA. Program ini cocok digunakan untuk persiapan ujian sekolah (PTS & PAS). Pengguna Zenius Optima akan mendapatkan fitur video pembelajaran premium, video pembahasan soal, dan kelas live. Di kelas live, pengguna bisa berinteraksi dengan tutor Zenius.
  • Zenius Ultima, adalah program belajar yang memiliki fitur yang sama seperti Zenius Aktiva dan Zenius Optima Bedanya, pengguna Zenius Ultima akan mendapatkan fitur persiapan UTBK berupa kelas live bersama para tutor Zenius.

Penggunaan Artificial Intelligence (AI)Sunting

Sebagai perusahaan rintisan teknologi yang berfokus di bidang pendidikan, Zenius mengembangkan kecerdasan buatan untuk menjawab masalah pendidikan yang ada. Teknologi AI yang dikembangkan oleh Zenius ditempatkan pada dua fitur, yaitu:

  1. ZenCore: fitur baru yang menyediakan materi pembelajaran dan pelatihan secara adaptif. ZenCore terdiri dari dua bagian utama, yaitu:
    • ZenPractice: serangkaian pertanyaan yang dirancang dari empat fokus ilmu, yaitu: logika, matematika, bahasa, dan sains. Seluruh pertanyaan muncul dalam format kuis, lengkap dengan penilaian dan level untuk mengukur pemahaman setiap pengguna. Teknologi AI yang dikembangkan oleh Zenius akan merekomendasikan topik dan pertanyaan terbaik yang dapat disajikan secara berbeda kepada setiap pengguna berdasarkan level pengetahuan mereka.
    • ZenInsights: penjelasan lanjutan dan mendalam dari pertanyaan ZenCore yang tersedia dalam bentuk video konsep, podcast, dan penjelasan teori.
  2. ZenBot: teknologi kecerdasan buatan yang dapat membantu siswa menjawab pertanyaan matematika. Pengguna hanya perlu mengunggah foto pertanyaan dan mencari tahu jawabannya melalui video/diskusi konsep rekomendasi tentang topik yang sesuai.

Zenius untuk GuruSunting

Tidak hanya berfokus pada siswa, Zenius juga memiliki manajemen pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru, yang bernama ‘Zenius untuk Guru’. Diluncurkan bertepatan dengan Hari Guru Nasional 2020, Zenius mengumumkan peluncuran “Zenius untuk Guru” (ZenRu), sebuah Sistem Manajemen Pembelajaran gratis yang dibuat oleh guru, untuk guru. Platform ini sudah bisa digunakan oleh guru se-Indonesia secara gratis, oleh guru segala mata pelajaran, pada segala jenjang pendidikan untuk memudahkan pengelolaan aktivitas pembelajaran.

Pengembangan ZenRu berangkat dari misi Zenius sebagai pionir perusahaan ed-tech yang ingin meningkatkan kompetensi pendidikan Indonesia hingga ke tingkat global dan mewujudkan Indonesia yang lebih cerdas, cerah, dan asyik. Melalui hubungan yang terus dijalin dengan para guru, Zenius memahami tantangan yang kerap dihadapi para guru, terlebih selama masa pandemi ini. Contoh tantangan yang dihadapi para guru antara lain adalah mencari bahan materi belajar yang menarik, membuat soal ujian yang cocok dengan tingkat kognitif dan pemahaman siswa, dan beragam beban administratif.

ZenRu menyediakan forum bertukar pikiran dan wawasan melalui chat group, media sosial, dan berbagai kegiatan belajar. Selain itu, ZenRu juga menyediakan LMS ZenRu dan aplikasi Zenius. LMS ZenRu dirancang untuk menyederhanakan tugas administrasi guru. Dengan menghemat waktu administratif seperti ini, guru diharapkan bisa menghabiskan waktu berkualitas dengan keluarga dan mengembangkan diri. Dalam perjalanannya, ZenRu sudah bekerja sama dengan Dinas Pendidikan di berbagai daerah di Indonesia, seperti Sulawesi Selatan, Papua, Bangka Belitung, Gorontalo, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Barat. Kerja sama ini hadir dalam beberapa bentuk, termasuk lokakarya yang sudah diikuti oleh lebih dari 56 ribu guru di seluruh Indonesia.

PenghargaanSunting

  • 2017 Startupranking.com Top 10 Startup in Indonesia
  • 2021 Dinas Pendidikan Sulawesi Selatan

ReferensiSunting

  1. ^ "Tech in Asia – Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com. 
  2. ^ "Zenius Ingin Pimpin Pasar Edutech, Siapkan Teknologi AI | Teknologi". Bisnis.com. 2021-01-07. Diakses tanggal 2021-10-18. 
  3. ^ "Zenius Siap Revolusi Cara Belajar Siswa Indonesia | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  4. ^ "Sabda dan Zenius, Revolusi Pendidikan dengan Bimbel Online Interaktif". Ziliun. 2014-09-25. Diakses tanggal 2021-10-18. 
  5. ^ "Tech in Asia – Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com. 
  6. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  7. ^ "Startup Teknologi Pendidikan Zenius Dikabarkan Raih Pendanaan 283 Miliar Rupiah dari Northstar Group | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  8. ^ "Zenius App, Revolusi Belajar Kini dalam Genggaman". suara.com. 2019-07-18. Diakses tanggal 2021-10-18. 
  9. ^ "Zenius Siap Revolusi Cara Belajar Siswa Indonesia – Dailysocial". dailysocial.net. [pranala nonaktif permanen]
  10. ^ "Sabda dan Zenius, Revolusi Pendidikan dengan Bimbel Online Interaktif". 25 September 2014. 
  11. ^ "Salinan arsip". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-09-28. Diakses tanggal 2015-09-16. 
  12. ^ http://berita.suaramerdeka.com/teknologi-canggih-indonesia-sempat-dipamerkan-di-cebit-2015/[pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "12 perusahaan TIK Indonesia berpartisipasi di CeBIT 2015 – ANTARA News". 
  14. ^ Liputan6.com. "Pameran di Eropa, Produk IT Indonesia Raup Jutaan Dollar". 
  15. ^ Hastuti, Rahajeng Kusumo. "Dukung Belajar di Rumah, Zenius Gratiskan 80.000 Konten". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-10-18. 
  16. ^ "Tech in Asia - Connecting Asia's startup ecosystem". www.techinasia.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  17. ^ "Zenius Announces Pre Series B Funding; Revenue Boost Supported by "Live Class" | Dailysocial". dailysocial.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  18. ^ Ermaningtiastuti, Clara (2020-07-15). "Rebranding, Zenius Hadirkan Dua Layanan Baru". Marketeers - Majalah Bisnis, Marketing, dan Entrepreneurship Online - Marketeers.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-10-18. 
  19. ^ Hastuti, Rahajeng Kusumo. "Luncurkan 2 Produk Baru, Zenius Berevolusi dengan Rebranding". CNBC Indonesia. Diakses tanggal 2021-10-18. 
  20. ^ Mediatama, Grahanusa (2021-01-06). "Alpha JWC Ventures dan Openspace Ventures suntik dana ke Zenius". kontan.co.id. Diakses tanggal 2021-10-18. 

Pranala luarSunting