Peristiwa kepunahan Kapur–Paleogen

Peristiwa kepunahan Kapur-Paleogen (K-Pg)[a] (juga dikenal sebagai peristiwa kepunahan Kapur-Tersier [K-T])[b] adalah sebuah peristiwa kepunahan massal mendadak dari tiga perempat spesies tumbuhan dan hewan di Bumi, sekitar 66 juta tahun yang lalu.[2][3][4] Tidak ada hewan tetrapoda dengan berat lebih dari 25 kilogram yang selamat dari peristiwa ini kecuali beberapa spesies ektotermik seperti penyu dan buaya.[5] Peristiwa ini menandai akhir dari Periode Kapur dan dengannya, seluruh Era Mesozoikum. Era Kenozoikum bermula setelah peristiwa ini dan berlanjut hingga hari ini.

Ilustrasi seniman yang menggambarkan sebuah asteroid yang bertabrakan dengan Bumi. Peristiwa seperti ini dapat melepaskan energi yang setara dengan jutaan senjata nuklir yang meledak bersamaan.
Badlands di dekat Drumheller, Alberta, Kanada tempat batas K – Pg tersingkap.
rock in museum with layering
Batuan dari Wyoming, Amerika Serikat dengan lapisan batu lempung yang memiliki kandungan iridium 1.000 kali lebih banyak dibandingkan lapisan di atasnya dan di bawahnya (spesimen dari koleksi Museum Sejarah Alam San Diego).
Cretaceous Paleogene clay layer with finger pointing to boundary
Kompleks lempung Kapur-Paleogen (abu-abu) di Geulhemmergroeve dekat Geulhem, Belanda (tangan pada gambar berada di bawah batas Kapur-Paleogen).

Dalam catatan geologi, peristiwa K-Pg ditandai oleh sebuah lapisan sedimen yang disebut batas K-Pg yang dapat ditemukan di seluruh dunia baik di batuan di laut maupun darat. Lapisan ini memiliki kadar logam iridium yang sangat tinggi yang tidak biasa ditemukan di kerak Bumi dan lebih umum ditemukan di asteroid.[6]

Pemikiran umum saat ini mengenai penyebab peristiwa kepunahan K-Pg mengungkapkan bahwa peristiwa ini disebabkan oleh jatuhnya sebuah komet atau asteroid selebar 10 hingga 15 km sekitar 66 juta tahun yang lalu yang kemudian menghancurkan ekosistem global utamanya melalui musim dingin yang berkelanjutan akibat tertutupnya sinar Matahari oleh material lontaran yang kemudian menghambat fotosintesis tumbuhan dan plankton.[7][8][9][10] Pemikiran ini berasal dari teori yang mulanya dikemukakan oleh sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh fisikawan Luis Alvarez serta anaknya Walter Alvarez pada tahun 1980.[11][12]

Catatan kakiSunting

  1. ^ Kependekan K-Pg berasal dari huruf K yang umum digunakan sebagai singkatan Periode Kapur, dari nama bahasa Jermannya, Kreide sedangkan Pg merupakan kependekan dari Paleogen.
  2. ^ Kependekan sebelumnya yaitu K-T menggunakan istilah lama Tersier (disingkat T), yang sekarang tidak lagi dipakai secara resmi sebagai satuan geokronologi menurut International Commission on Stratigraphy.[1]

ReferensiSunting

  1. ^ Ogg, James G.; Gradstein, F. M.; Gradstein, Felix M. (2004). A geologic time scale 2004. Cambridge, UK: Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-78142-8. 
  2. ^ "International Chronostratigraphic Chart". International Commission on Stratigraphy. 2015. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-05-20. 
  3. ^ Renne, Paul R.; Deino, Alan L.; Hilgen, Frederik J.; Kuiper, Klaudia F.; Mark, Darren F.; Mitchell, William S.; Morgan, Leah E.; Mundil, Roland; Smit, Jan (2013-02-07). "Time scales of critical events around the Cretaceous-Paleogene boundary" (PDF). Science. 339 (6120): 684–687. Bibcode:2013Sci...339..684R. doi:10.1126/science.1230492. PMID 23393261. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2017-02-07. 
  4. ^ Fortey, Richard (1999). Life: A natural history of the first four billion years of life on Earth. Vintage. hlm. 238–260. ISBN 978-0-375-70261-7. 
  5. ^ Muench, David; Muench, Marc; Gilders, Michelle A. (2000). Primal Forces. Portland, Oregon: Graphic Arts Center Publishing. hlm. 20. ISBN 978-1-55868-522-2. 
  6. ^ Schulte, Peter (2010). "The Chicxulub Asteroid Impact and Mass Extinction at the Cretaceous-Paleogene Boundary" (PDF). Science. 327 (5970): 1214–1218. Bibcode:2010Sci...327.1214S. doi:10.1126/science.1177265. JSTOR 40544375. PMID 20203042. 
  7. ^ Sleep, Norman H.; Lowe, Donald R. (2014-04-09). "Scientists reconstruct ancient impact that dwarfs dinosaur-extinction blast". American Geophysical Union. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-01-01. Diakses tanggal 2021-03-07. 
  8. ^ Amos, Jonathan (2017-05-15). "Dinosaur asteroid hit 'worst possible place'". BBC News Online. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-03-18. Diakses tanggal 2021-03-07. 
  9. ^ Renne, Paul R.; Deino, Alan L.; Hilgen, Frederik J.; Kuiper, Klaudia F.; Mark, Darren F.; Mitchell, William S.; Morgan, Leah E.; Mundil, Roland; Smit, Jan (2013). "Time scales of critical events around the Cretaceous-Paleogene boundary" (PDF). Science. 339 (6120): 684–687. Bibcode:2013Sci...339..684R. doi:10.1126/science.1230492. PMID 23393261. 
  10. ^ Vellekoop, J.; Sluijs, A.; Smit, J.; et al. (May 2014). "Rapid short-term cooling following the Chicxulub impact at the Cretaceous-Paleogene boundary". Proc. Natl. Acad. Sci. U.S.A. 111 (21): 7537–41. Bibcode:2014PNAS..111.7537V. doi:10.1073/pnas.1319253111. PMC 4040585 . PMID 24821785. 
  11. ^ Alvarez, L W; Alvarez, W; Asaro, F; Michel, H V (1980). "Extraterrestrial cause for the Cretaceous–Tertiary extinction" (PDF). Science. 208 (4448): 1095–1108. Bibcode:1980Sci...208.1095A. doi:10.1126/science.208.4448.1095. PMID 17783054. 
  12. ^ Yarris, Lynn (2010-03-09). "Alvarez Theory on Dinosaur Die-Out Upheld: Experts Find Asteroid Guilty of Killing the Dinosaurs". Berkeley Lab. Diakses tanggal 2021-03-07.