Buka menu utama
Perenjak Rawa
Prinia flavi raff 190221-P900964 rup.JPG
Perenjak rawa, Prinia flaviventris rafflesi
dari Karang Dapo, Sumatra Selatan
Status konservasi
Klasifikasi ilmiah
Kingdom: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Aves
Ordo: Passeriformes
Famili: Cisticolidae
Genus: Prinia
Spesies: P. flaviventris
Nama binomial
Prinia flaviventris
(Delessert, 1840)
Sinonim

Perenjak rawa[3]:358 atau perenjak perut-kuning[4]:323 (Prinia flaviventris) adalah spesies burung dalam famili Cisticolidae. Burung kecil ini tersebar luas mulai dari Pakistan di barat, melalui anak-benua India dan Asia Tenggara hingga ke Cina selatan di timur, serta Sumatra, Kalimantan dan Jawa di selatan.

Daftar isi

PengenalanSunting

Perenjak berukuran agak kecil, lk. 13 cm, berekor panjang. Kepala berwarna abu-abu, alis mata keputih-putihan samar (kadang-kadang tak ada). Sisi atas tubuhnya berwarna hijau zaitun dengan bagian perut berwarna kuning khas, kontras dengan bagian dada, tenggorokan dan dagu yang berwarna putih (atau agak krem).[3]:358-9,[4]:323,[5]:371

Iris cokelat, paruh hitam hingga cokelat, kaki jingga.[3]:359,[4]:323

Suara kasar, pelan: "tsyink-tsyink-tsyink" dan suara mengeong halus seperti anak kucing.[4]:323 Suara nyanyian dari atas tenggeran: "tidli-idli-u, tidli-idli-u...", cepat meluap-luap, bergemerincing, dan berulang-ulang bersemangat.[3]:359

Habitat dan kebiasaanSunting

Sebagaimana namanya, perenjak ini biasa menghuni rawa gelagah, semak-semak dan padang rumput tinggi. Burung ini agak pemalu, beraktivitas dan mencari makanan sambil bersembunyi di balik lindungan rumput-rumput tinggi. Kecuali ketika bernyanyi, perenjak rawa bertengger di atas batang yang tinggi.[3]:359,[4]:323,[5]:371

Mangsanya terutama serangga dan larvanya, termasuk pula belalang dan cengkerik, serta pelbagai jenis lalat.[4]:323,[6]

Penyebaran dan subspesiesSunting

 
Ras P. f. sindiana dari Pakistan

Perenjak rawa tersebar di Pakistan sampai Cina selatan, Asia Tenggara, Semenanjung Malaya, dan Sunda Besar. Burung ini terdiri atas enam subspesies, dengan daerah persebaran masing-masing:[6]

  1. P. f. sindiana Ticehurst, 1920 - tersebar di Pakistan (aliran Sungai Indus dari sebelah timur Bannu dan sampai Sind di selatan) dan India barat laut (Punjab, Delhi dan Haryana).
  2. P. f. flaviventris (Delessert, 1840) - tersebar pecah-pecah mengikuti wilayah paya-paya di anak-benua India bagian utara, sejak dari India utara (Uttarakhand) ke timur sampai Arunachal Pradesh dan Burma barat dan utara.
  3. P. f. delacouri Deignan, 1942 - tersebar di Burma timur dan selatan, Cina selatan (Yunnan selatan), Thailand, Laos, Kamboja dan Vietnam.
  4. P. f. rafflesi Tweeddale, 1877 - tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatra, dan Jawa bagian barat dan tengah.
  5. P. f. halistona (Oberholser, 1912) - terbatas di Pulau Nias.
  6. P. f. latrunculus (Finsch, 1905) - terbatas di Kalimantan.

Di Sumatra, Nias, dan Kalimantan didapati hingga ketinggian 900 m dpl.[3]:359

ReferensiSunting

  1. ^ BirdLife International (2016). Prinia flaviventris. The IUCN Red List of Threatened Species 2016: e.T103777145A94382034. http://dx.doi.org/10.2305/IUCN.UK.2016-3.RLTS.T103777145A94382034.en. Diakses pada 06 Maret 2019.
  2. ^ Delessert, A. (1840). Souvenirs d'un Voyage dans l'Inde exécuté de 1834 à 1839, p. 2: 30.
  3. ^ a b c d e f MacKinnon, J., K. Phillipps, dan B. van Balen. (2000). Burung-burung di Sumatra, Jawa, Bali dan Kalimantan. Bogor:Puslitbang Biologi LIPI dan BirdLife IP. ISBN 979-579-013-7
  4. ^ a b c d e f MacKinnon, J. (1993). Panduan lapangan pengenalan burung-burung di Jawa dan Bali. Jogyakarta:Gadjah Mada University Press. ISBN 979-420-150-2
  5. ^ a b King, B., M. Woodcock, and E.C. Dickinson (1975). A Field Guide to The Birds of South-East Asia. London:Collins. ISBN 0-00-219206-3
  6. ^ a b Madge, S. & G.M. Kirwan (2019). Yellow-bellied Prinia (Prinia flaviventris). In: del Hoyo, J., Elliott, A., Sargatal, J., Christie, D.A. & de Juana, E. (eds.). Handbook of the Birds of the World Alive. Barcelona:Lynx Edicions. (dari laman https://www.hbw.com/node/58590 diakses pada 06 Maret 2019)

Bacaan lanjutSunting

Pranala luarSunting