Pemberontakan Danzig

Pemberontakan Danzig (Gdańsk) adalah sebuah pemberontakan yang dilancarkan pada pertengahan tahun 1570-an di kota Danzig. Pemberontakan ini menentang hasil pemilihan raja di Polandia. Tahta Polandia sebelumnya diperebutkan oleh István Báthory dan Kaisar Romawi Suci Maximillian II.

Thaler yang dikeluarkan oleh kota Danzig selama pengepungan kota tersebut pada tahun 1577 dengan gambar Yesus Kristus dan bukan gambar Raja István Báthory.

Pemberontakan ini dimulai pada tanggal 12 Desember 1575 setelah Kaisar Maximilian dipilih sebagai raja oleh Senat Polandia, tetapi mayoritas bangsawan (szlachta) Polandia telah memilih Bathory. Pemberontakan ini berakhir pada tanggal 16 Desember 1577.[1] Kematian Maximilian II pada musim gugur tahun 1576 telah melemahkan posisi Danzig dan konflik ini berubah dari pengakuan atas seorang penguasa menjadi konflik yang terkait dengan hak istimewa kota Danzig. Kedua belah pihak tidak dapat saling mengungguli satu sama lain, sehingga konflik ini diakhiri oleh kompromi ekonomi dan keagamaan.[2] Hak istimewa kota Danzig dipulihkan dan diakui, dan sebagai gantinya mereka harus membayar pampasan perang yang besar dan juga mengakui István Báthory sebagai raja.

Catatan kakiSunting

  1. ^ "Encyclopædia Britannica". Diakses tanggal 27 May 2015. 
  2. ^ "Europe Divided". Diakses tanggal 27 May 2015.