Buka menu utama

Drs. H. Parhan Ali, M.M. (lahir di Muntok, 19 Januari 1947 – meninggal di Pangkalpinang, 1 Februari 2019 pada umur 72 tahun) adalah seorang politikus dan birokrat asal Indonesia yang menjabat sebagai Bupati Bangka Barat selama dua periode tidak berturut-turut, dari tahun 2005 hingga 2010 dan tahun 2016 sampai ia meninggal pada 2019.[1]

Parhan Ali
Bupati Parhan Ali.png
Bupati Bangka Barat
Masa jabatan
22 Maret 2016 – 1 Februari 2019
PresidenJoko Widodo
GubernurRustam Effendi
Erzaldi Rosman Djohan
WakilMarkus
PendahuluZuhri M. Syazali
Sudirganto (penjabat bupati)
PenggantiMarkus
Masa jabatan
5 Agustus 2005 – 5 Agustus 2010
PresidenSusilo Bambang Yudhoyono
GubernurHudarni Rani
Eko Maulana Ali
WakilZuhri M. Syazali
PendahuluHuzarni Rani (penjabat bupati)
PenggantiRamli Ngad Jum (pelaksana tugas bupati)
Informasi pribadi
Lahir(1947-01-19)19 Januari 1947
Muntok, Bangka Barat, Bangka Belitung, Indonesia
Meninggal dunia1 Februari 2019(2019-02-01) (umur 72)
Pangkalpinang, Bangka Belitung, Indonesia
Partai politikPartai Demokrat (2006−2011)
PasanganAnnisa Hadidjah
Anak4
Orang tuaAli Bachsin dan Sy. Chodijah
Alma materInstitut Ilmu Keuangan
STIE-IPWI Jakarta

Daftar isi

Kehidupan awal dan pendidikanSunting

Parhan Ali lahir di Muntok pada 19 Januari 1947, ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara dari pasangan Ali Bachsin dan Sy. Chodijah, dua saudara kandungnya yang lain adalah Edwar Ali Bachsin dan Medlar Bachsin.[2] Pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama ia selesaikan di Muntok dari tahun 1954 hingga 1963. Ia kemudian hijrah ke Bandung pada tahun 1963, untuk melanjutkan sekolah menengah atasnya, dan melanjutkan pendidikannya di Akademi Akuntan Pajak di kota yang sama.[2]

Ia mendapatkan gelar sarjana dari Institut Ilmu Keuangan (sekarang STAN) di Jakarta pada tahun 1975. Pada tahun 1993, ia melanjutkan studinya di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi IPWI Jakarta, dan mendapatkan gelar Magister Manajemen pada tahun 1996.[2]

KarierSunting

Parhan mulai menjadi pegawai negeri sipil (PNS) sejak tahun 1970 dengan jabatan sebagai pelaksana di Direktorat Jenderal Pajak Departemen Keuangan, kurang lebih ia berkarier selama 32 tahun sebagai birokrat. Pada tahun 2002, menjelang pensiun, ia pindah tugas dari Jakarta ke kampung halamannya di Pulau Bangka, jabatan PNS terakhir yang ia emban adalah sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.[2]

Pada tahun 2005, Parhan Ali memenangkan pemilihan kepala daerah (pilkada) Bangka Barat 2005, pilkada yang baru pertama kali digelar di kabupaten yang baru berdiri pada 2003 tersebut menghasilkan Bupati dan Wakil Bupati definitif pertama, yakni pasangan Parhan Ali dan Zuhri M. Syazali yang memerintah dari 5 Agustus 2005 hingga 5 Agustus 2010.[2] Pada periode selanjutnya (2010-2015), Parhan Ali kalah tipis dari Zuhri M. Syazali yang sebelumnya merupakan wakil bupatinya pada pilkada Bangka Barat 2010, ia pun akhirnya digantikan oleh Zuhri.[3]

Setelah tidak lagi menjabat sebagai bupati, Parhan mencoba peruntungannya pada pilkada Bangka Belitung 2012, ia sempat mendaftarkan diri sebagai calon wakil gubernur mendampingi calon gubernur Syamsudin Basari melalui jalur independen, akan tetapi mereka gugur karena tak memenuhi syarat dukungan.[2] Pada pemilu legislatif Indonesia 2014, Parhan mencalonkan diri menjadi anggota Dewan Perwakilan Daerah dari daerah pemilihan Bangka Belitung,[4] tetapi ia tidak terpilih sebagai senator.

Pada pemilihan umum Bupati Bangka Barat 2015, Parhan Ali dan pasangannya, Markus, yang diusung oleh PDI-P, PAN, dan Hanura, berhasil keluar sebagai pemenang dengan perolehan suara sebesar 29.290 suara (35,43%), unggul tipis 250 suara atas pasangan Sukirman dan Safri yang diusung oleh Partai Nasdem, Demokrat, Gerindra, dan PBB, mereka memperoleh suara sebesar 29.040 suara (35,13%).[5][6][7]

Parhan Ali dan Markus dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka Barat periode 2016-2021 pada 22 Maret 2016 oleh Gubernur Rustam Effendi.[8]

Kehidupan pribadiSunting

Parhan Ali menikah dengan Annisa Hadidjah pada tanggal 26 April 1971, dan dikaruniai dua orang putri, yaitu Vera Farahdiana dan Miena Fiscarina, serta dua orang putra, Rieza Firmansyah dan Arief Ferdiansyah.[2]

Ia meninggal dunia karena sakit pada tanggal 1 Februari 2019 sekitar pukul 16.00 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah Soekarno, Pangkalpinang, dalam usia 72 tahun.[9] Ia dimakamkan di komplek pemakaman keluarga Kampung Ulu, Jalan Tebingsalam, Muntok, Bangka Barat pada 2 Februari 2019.[10]

ReferensiSunting