Buka menu utama
Logo Papat Limpad

Papat Limpad adalah istilah dalam Bahasa Jawa yang berarti Empat Juara dan merupakan ajang kompetisi menulis di situs Wikipedia Bahasa Jawa yang digagas untuk diadakan di Universitas Negeri Semarang (UNNES) pada tahun 2011. Diikuti oleh 100 peserta yang merupakan mahasiswa dari UNNES Semarang, para peserta diuji ketahanannya selama 7 (tujuh) bulan (April-Oktober 2011). Melalui kompetisi ini diharapkan ada penambahan jumlah dan kualitas artikel-artikel berbahasa Jawa di situs Wikipedia Bahasa Jawa.

Daftar isi

Kompetisi menulisSunting

Kompetisi menulis ini digagas oleh Proyek Utama Wikimedia Cipta dimana kompetisi dirancang sebagai acara terintegrasi berupa pelatihan, uji ketahanan, upaya pengkayaan artikel berkualitas berbahasa Jawa dalam ranah internet selama tujuh bulan. Kompetisi yang berlangsung selama tujuh bulan dirancang sebagai sasana pelatihan yang akan memacu penulis-penulis pemula dalam bahasa Jawa dalam mengumpulkan dan menuliskan informasi. Diharapkan dengan adanya para penambahan penulis-penulis baru berbahasa Jawa, artikel-artikel berbahasa Jawa di Indonesia dapat semakin kaya dan memberikan akses pengetahuan bagi penutur bahasa Jawa yang mencari informasi melalui internet. Oleh karena itu, gaya penulisan para peserta, selain diwajibkan mengikuti kaidah bahasa Jawa yang baik dan benar, haruslah bergaya ensiklopedis dan dimengerti semua orang secara umum. Karya dan aktivitas para peserta dinilai secara periodik oleh para juri yang terdiri dari gabungan panitia, dosen UNNES, dan juga perwakilan dari pengguna Wikipedia Bahasa Jawa. Kompetisi ini dimulai dengan pelatihan kepada semua peserta sehingga mereka dapat menulis sesuai standar kompetisi yang diperkenalkan oleh Wikimedia Indonesia.

PembelajaranSunting

Terlaksana dengan baikSunting

 
Peningkatan pembaca Wikipedia bahasa Jawa. Kondisi normal (kiri) pada tahun 2010 dimana Desember tercatat 1,4 juta pembaca per bulan dan setelah intervensi (kanan) pada tahun 2011 dimana Agustus 2,2 juta pembaca per bulan tercatat sebagai rekor tertinggi
  1. Liputan media - pada saat melakukan pendekatan pada UNNES, banyak hal dicoba agar univesitas bersedia berpartisipasi lebih mendalam dan tidak berhenti pada sumbangan kelas dan internet. Salah satunya adalah mencoba agar universitas bersedia menyediakan hadiah tambahan berupa beasiswa bagi para mahasiswanya yang berhasil menduduki lima peringkat atas kompetisi. Walaupun tidak berhasil, Wikimedia Indonesia kemudian menyadari bahwa hal-hal seperti 1) memperkenalkan bahasa Jawa pada era digital, 2) mempertahan kan budaya dan kearifannya pada anak muda dengan teknologi, 3) peningkatan kemampuan dan pengetahuan pada era internet, 4) Pelatihan-pelatihan dan, 5) Pembelajaran kolaborasi - bukan hal yang paling menarik. Universitas lebih menunjukan ketertarikan besar saat nama universitas masuk koran dan media masa.
  2. Tujuan utama mahasiswa dan tetap melibatkan dosen - hasil dari proyek menunjukkan bahwa hampir sebagian besar keberhasilan proyek bergantung dari kerja keras panitia yang dibayar untuk menjamin bahwa proyek berjalan dengan baik dan mengkomunikasikan hasil-hasil ini pada dosen-dosen mereka. Dengan pelayanan kelas satu pemberian informasi ini baik pada dosen maupun mahasiswa yang berpartisipasi - proyek dapat terus berlangsung berkesinambungan selama 7 bulan. Hal ini terjadi karena adanya pelatihan dan dorongan untuk malakukannya dari Wikimedia Indonesia yang berada di Jakarta.
  3. Jangkauan keluar - Akibat sampingan dari peliputan media adalah saat berita tersebar bahwa UNNES sedang melakukan kompetisi Wikipedia Bahasa Jawa dan menjadi sorotan media - hal ini membuat "panas" universitas lainnya di Semarang yang memiliki jurusan serupa. Wikimedia Indonesia langsung mendapatkan permintaan untuk melakukan pelatihan dan kompetisi Wikipedia di Universitas lainnya, yaitu IKIP PGRI Semarang, dan karena keinginan datang dari pihak Universitasnya maka hal ini mengurangi beban Wikimedia Indonesia untuk melakukan jangkauan keluar untuk mengidentifikasi pihak yang tertarik untuk melakukan kerjasama. Program kerjasama yang lebih sederhana dengan solusi yang sama-sama menguntungkan mungkin dapat tercapai.
  4. Peningkatan jumlah pembaca - walaupun bukan merupakan salah satu tujuan, Wikipedia bahasa Jawa sudah menunjukkan kemajuan signifikan dalam jumlah halaman yang dilihat (page view) dari 1,1 juta pembaca menjadi 2,2 juta pembaca per bulannya yang terjadi saat kompetisi sedang berlangsung. Walaupun begitu "lompatan" ini bukan hal yang mengejutkan. Berdasarkan pembelajaran dari proyek Bebaskan Pengetahuan 2010 dan Pijar Teologi 2011 yang terjadi sebelumnya, ada keterkaitan dimana apabila Wikipedia dibanjiri oleh artikel dan kontributor, lima bulan kemudian setelah "masukan" terjadi, jumlah pembaca Wikipedia akan "naik" secara signifikan. Kesimpulan ini berdasarkan asumsi bahwa ada banyak pembaca degan bahasa lokal dan tidak adanya halangan mereka untuk mengakses informasi melalui internet oleh penutur asli (Bahasa Jawa).

Butuh perbaikanSunting

  1. Partisipasi: Pada awalnya pihak Universitas menyayangkan keinginan Wikimedia Indonesia untuk membuka kompetisi pada 100 peserta, menurut mereka ada 700 mahasiswa potensial hanya pada jurusan Bahasa Jawa. Namun Wikimedia Indonesia tetap menolak jumlah yang besar ini mempertimbangkan panitia yang dilatih baru dan hanya terdiri dari lima orang. Jumlah 700 peserta dianggap terlalu banyak. Pada akhirnya hanya 70 peserta yang muncul di pelatihan awal dan 11 peserta saja yang mampu menyelesaikan 7 bulan kompetisi.
  2. Koordinasi dengan staf Wikimedia Foundation: Pada tanggal 15 Januari 2011 surel dilayangkan ke Tim Starling Cc Fred Vassard untuk membuka pembatasan pembuatan akun baru di Wikipedia bahasa Jawa dan Wikipedia bahasa Sunda (account throttle). Sebelumnya hal ini juga terjadi di Wikipedia bahasa Indonesia dimana saat Wikimedia Indonesia melakukan pelatihan penyuntingan langsung - satu hari terbuang percuma karena pengguna baru tidak dapat membuat akun dikarenakan adanya pembatasan jumlah. Surel ini tidak pernah dibalas dan akibatnya cukup fatal dimana sekitar 80 peserta yang hadir untuk pelatihan tidak bisa berkontribusi karena tidak dapat membuat akun. Pelatihan teknis satu harian menjadi percuma, dan empat orang pelatih yang diterbangkan dari Jakarta ke Semarang untuk menangani peserta tidak dapat berbuat apa-apa. Walaupun dihari kedua pelatihan hal ini dapat diatasi, tetapi jumlah peserta yang muncul turun drastis dari 70 orang menjadi 40 orang.
  3. Gegar budaya: walaupun tidak serius, tetapi terjadi gegar budaya saat dilakukannya pelatihan selama 8 bulan antara Jakarta dan Semarang. Hal ini dikarenakan Jakarta dianggap memiliki budaya cepat dan meminta segala sesuatunya secara langsung, sedangkan Semarang memiliki budaya santun yang tinggi dan bertanya segala sesuatunya dengan tidak langsung. Setelah enam bulan dan dilakukan banyak komunikasi serta pertemuan- pertemuan maka hal ini mulai dapat dijembatani.

Untuk Catatan Dikemudian HariSunting

  1. Menghindari melakukan intervensi hanya satu pada satu universitas - mirip dengan Pengalaman Pijar Teologi 2011 - intervensi yang dilakukan pada satu universitas saja dinilai tidak efektif untuk program yang bergantung keberhasilannya dari sistem kompetisi. Walaupun saat itu Wikimedia Indonesia tidak memiliki sumber daya untuk melakukan pendekatan ke lebih dari satu universitas, sudah menjadi catatan bahwa dua pengalaman menunjukkan kecenderungan kuat untuk melakukan lebih dari tiga universitas bahkan sejak perencanaan.
  2. Investasi pendanaan lebih untuk dapat mengintervensi lebih dari satu universitas, bahkan saat pendekatan untuk satu universitas dinilai "aman".

Penemuan yang menarikSunting

 
Statistik kontributor baru Wikipedia bahasa Jawa dan waktu intervensi
  1. Zona jatuh bebas berdasarkan masukan dari panitia, ada beberapa alasan kontribusi turun secara signifikan:
    1. Duta Pengetahuan Bebas Wikimedia Indonesia - Christian Sugiono saat datang ke Universitas menjadi magnet banyak peserta perempuan, tetapi peserta tidak berkontribusi untuk kompetisi, mereka hanya datang untuk pelatihan pertama untuk melihat Christian Sugiono.
    2. Masukan lain adalah karena pelatihannya "gratis" sehingga peserta tidak menganggap serius dan merasa tidak berkewajiban untuk datang atau untuk terus berpartisipasi karena tidak merasa "kehilangan apapun".
    3. Kesalahan teknis batasan login membuat peserta yang sudah datang untuk pelatihan tidak bisa login dan berpartisipasi
    4. Sambungan Wi Fii yang sulit. Banyak peserta dan panitia yang berada di UNNES harus masuk daring (online) tengah malam untuk mendapatkan kualitas sambungan yang baik.
  2. Setelah mendapatkan pelajaran bahwa tingkat jatuh sangat tinggi di bulan pertama, Wikimedia Indonesia panik dan meluncurkan gelombang kedua pertandingan untuk menahan angka kejatuhan kontribusi merosot lebih jauh lagi. Komputer jinjing yang pada awalnya di alokasikan untuk guru dijadikan untuk hadiah gelombang kedua, menjadikan total hadiah 5 laptop untuk seluruh peserta.
  3. Hal menarik yang ditemukan dari statistik adalah saat tidak dilakukan program intervensi wikipediawan baru jatuh ke angka awal, sehingga aman untuk disimpulkan bahwa tanpa program intervensi hampir mustahil bahwa Wikipedia bahasa Jawa dapat terus tumbuh. "Lonjakan" (lihat gambar diatas) pengguna baru Wikipedia tergantung seluruhnya dari kompetisi dan (diasumsikan) program-program luar jaringan di kemudian hari.
  4. Tiga pemenang dari empat kompetisi menggunakan sistem FYKS adalah perempuan.
  5. Kendala terbesar untuk berkontribusi adalah upaya yang dikerahkan untuk "menulis" dalam bahasa Jawa. Secara umum hal ini yang terungkap dari pertanyaan pada peserta dan panitia, bukan kendala teknis seperti sambungan internet atau penggunaan kode.
  6. Ditinjau dari statistik pengguna sangat aktif antara panitia dan peserta jelas menunjukkan bahwa peserta yang tidak dibayar berkontribusi jauh lebih banyak pada bulan pertama mereka menguasai keahlian berwikipedia untuk berkompetisi dibandingkan saat panitia berlatih.
  7. Terapi kejut untuk mahasiswa menurut panitia dan peserta, mereka cukup terkejut dari banyaknya hal yang harus dipelajari, dikuasai, dan dilakukan untuk dapat bertahan di kompetisi.
  8. Terapi kejut - dosen - sepanjang terjadinya kompetisi para dosen dibayar untuk mengevaluasi kemampuan muridnya dalam menulis. Secara mengejutkan mereka merasa kemampuan menulis dalam bahasa Jawa para muridnya dianggap jelek. Ini mungkin dikarenakan sistem kompetisi yang dirancang sehingga para peserta yang ikut berkompetisi tidak dapat melakukan salin tempel atau menerjemahkan. Untungnya kemampuan menulis mahasiswa meningkat seiring berlangsungnya kompetisi.

Lihat pulaSunting

RujukanSunting

Pranala luarSunting