Buka menu utama

Ordo Hospitaler Militer Berdaulat Santo Yohanes dari Yerusalem, Rodos, dan Malta (bahasa Latin: Supremus Ordo Militaris Hospitalis Sancti Ioannis Hierosolymitani Rhodius et Melitensis), juga dikenal sebagai Ordo Militer Berdaulat Malta (SMOM) atau Ordo Malta, adalah ordo agama Katolik tradisional militer, ksatria, dan bangsawan[5] yang didirikan dengan nama Ksatria Hospitaller sekitar tahun 1099 di Yerusalem, Kerajaan Yerusalem, oleh Gerard Thom. Ordo ini merupakan ordo ksatria tertua yang masih berdiri di dunia.[6] Bermarkas di Palazzo Malta, Roma, Ordo ini diakui secara luas sebagai lembaga berdaulat di bawah hukum internasional.[7] Misinya terangkum dalam semboyannya: "Tuitio Fidei et Obsequium Pauperum"; melindungi Gereja Katolik dan melayani orang-orang yang membutuhkan bantuan.

Ordo Hospitaler Militer Berdaulat Santo Yohanes dari Yerusalem, Rodos, dan Malta

Sovrano Militare Ordine Ospedaliero di San Giovanni di Gerusalemme di Rodi e di Malta  (Italia)
Supremus Ordo Militaris Hospitalis Sancti Ioannis Hierosolymitani Rhodius et Melitensis  (Latin)
Bendera Ordo Militer Berdaulat Malta
Bendera
Semboyan"Tuitio Fidei et Obsequium Pauperum" (Latin)
"Pertahanan keyakinan dan bantuan bagi kaum papa"
Lagu kebangsaanAve Crux Alba  (Latin)
Terpujilah Salib Putih
Ibu kotaPalazzo Malta
Via dei Condotti 68
Roma, Italia
Bahasa resmiItalia, Latin
Pemerintahan
H.M.E.H. Fra' Matthew Festing
H.E. Fra' Ludwig Hoffmann von Rumerstein
H.E. Freiherr Albrecht von Boeselager
H.E. Pangeran dan Bangsawan Dominique de La Rochefoucauld-Montbel
Lembaga berdaulat di bawah hukum internasional
sekitar 1099 oleh Gerard Thom
1113 oleh Paus Paskalis II
• Siprus
1291–1310
• Rodos
1310–1523
• Malta
1530–1798
• Terasingkan
di Roma
1834–
Population
 - Perkiraan
3 orang[1][2]
13.000 anggota
80.000 relawan[3][4]
Mata uangScudo Maltab
Situs web resmi
orderofmalta.int
  1. "Lieutenant ad Interim".
  2. Euro untuk prangko.

Ordo Militer Berdaulat Malta adalah pengganti Ksatria Hospitaller yang lebih modern dan berpusat di Roma.[8] Ordo ini berasal dari rumah sakit Fraternitas Hospitalaria yang didirikan sekitar tahun 1048 oleh pedagang Amalfi di distrik Muristan, Yerusalem, Kekhalifahan Fatimiyah, untuk memberi layanan kesehatan kepada para peziarah di Tanah Suci. Setelah pengepungan Yerusalem tahun 1099 semasa Perang Salib Pertama dan jatuhnya Kerajaan Yerusalem ke tangan Kesultanan Mamluk, ordo ini diresmikan sebagai ordo militer untuk menghentikan penindasan umat Kristen oleh Muslim, diakui sebagai lembaga berdaulat pada tahun 1113 oleh Paus Paskalis II. Ordo ini berpusat di Siprus (1291–1310), Rhodes (1310–1523), Malta (1530–1798; berakhir ketika Perancis menduduki Malta), dan Palazzo Malta di Roma sejak 1834 sampai sekarang. Ordo ini memilih Maria, ibu Yesus, sebagai pelindungnya dengan gelar "Our Lady of Mount Philermos".

Entitas ini memiliki kedaulatan di bawah hukum internasional, termasuk status pengamat permanen di Perserikatan Bangsa-Bangsa,[9] mencetak paspor, mata uang, dan prangkonya sendiri dengan lambang salib Malta. Korps militernya yang terdiri atas tiga brigade ditempatkan di seluruh Italia dan bekerja sama dengan Angkatan Bersenjata Italia.

Ordo yang beranggotakan 13.500 ksatria, perwira, dan anggota cadangan ini mempekerjakan sekitar 25.000 dokter, perawat, tenaga pembantu, dan paramedis yang dibantu oleh 80.000 relawan di lebih dari 120 negara.[3] Mereka semua membantu anak-anak, tunawisma, penyandang cacat, pengungsi, manula, pasien terminal, dan penderita lepra di seluruh dunia tanpa memandang suku bangsa atau agama.[3] Lewat badan bantuannya, Malteser International, Ordo Malta membantu para korban bencana alam, wabah penyakit, dan perang. Di beberapa negara, termasuk Perancis, Jerman, dan Irlandia, cabang Ordo Malta merupakan penyedia layanan darurat medis dan pelatihan yang penting.

MedaliSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Report from Practically Nowhere" by John Sack, 1959, published by Harper, page 140: "as part of the bargain only three men – the grand master, the lieutenant grand master, and the chancellor – could be citizens there. The other S.M.O.M.ians were to be citizens of the country they lived in."
  2. ^ Sovereign Military Order of Malta, 26 December 2008 by Rob Raeside: "by agreement with the Italian government, citizens of the S.M.O.M. are limited to three: the Grand Master, the Deputy Grand Master, and the Chancellor. These carry S.M.O.M. passports. The numerous other members of the order remain citizens of their own respective countries."
  3. ^ a b c As the order's website says, "Its programmes include medical and social assistance, disaster relief in the case of armed conflicts and natural catastrophes, emergency services and first aid corps, help for the elderly, the handicapped and children in need and the provision of first aid training, and support for refugees and internally displaced persons regardless of race, origin or religion."
  4. ^ "Italy: Knights of Malta rejects alleged link to military action – Adnkronos Religion". Adnkronos.com. 7 April 2003. Diakses tanggal 17 March 2010. 
  5. ^ "Sovereign Order of Malta". Orderofmalta.int. Diakses tanggal 2016-04-12. 
  6. ^ Sainty, Guy Stair, ed. World Orders of Knighthood and Merit, Burke's, August 2006.
  7. ^ The Holy See, the Order of Malta and International Law, Bo J. Theutenberg, ISBN 91-974235-6-4
  8. ^ Joint Declaration of SMOM and the Alliance of the Orders of St John of Jerusalem, Rome, 22 October 2004.
  9. ^ "Malta Permanent Mission to the United Nations". Un.int. Diakses tanggal 2016-04-12. 

Daftar pustakaSunting

Pranala luarSunting