Buka menu utama

Non-overlapping magisteria (NOMA) adalah sebuah konsep yang dikemukakan oleh Stephen Jay Gould yang menyatakan bahwa sains dan agama masing-masing memiliki ranah yang berbeda: sains berkecimpung dengan fakta, sementara agama berpusat pada nilai-nilai. Menurut Gould, kedua ranah ini tidak saling bersentuhan.[1] Konsep ini pertama kali dikemukakan dalam sebuah esai dari tahun 1997 yang berjudul "Nonoverlapping Magisteria"[2] yang diterbitkan di majalah Natural History, dan kemudian ia kembali mengemukakan gagasan ini di bukunya yang berjudul Rocks of Ages (1999). Gould mengajukan konsep ini sebagai "penyelesaian... apa yang dikatakan sebagai konflik antara sains dengan agama."[3] Ia mengambil istilah magisterium dari ensiklik Paus Pius XII yang berjudul Humani generis (1950).

Konsep ini dikritik oleh Richard Dawkins karena menurutnya "Sangat tidak realistis untuk mengklaim, seperti yang telah dilakukan oleh Gould dan yang lainnya, bahwa agama menjauhkan diri dari sains, membatasi dirinya pada moral dan nilai-nilai. Alam semesta dengan kehadiran supernatural pada dasarnya dan secara kualitatif berbeda dengan alam semesta tanpanya. Perbedaan itu adalah perbedaan ilmiah. Agama membuat klaim-klaim mengenai keberadaan, dan ini adalah klaim ilmiah."[4] Konsep Gould bahwa ranah agama dan sains tidak saling bersentuhan juga tidak mempertimbangkan klaim berbagai agama mengenai kejadiaan di dunia nyata, seperti keajaiban dan kemujaraban doa.

Catatan kakiSunting

  1. ^ "Leonardo's Mountain of Clams and the Diet of Worms", Stephen J. Gould, hlm. 274, Jonathan Cape, 1998, ISBN 0-224-05043-5
  2. ^ Gould, S. J. (1997). "Nonoverlapping Magisteria." Natural History 106 (March): 16–22 dan 60-62.
  3. ^ Gould, Stephen Jay (2002). Rocks of Ages: Science and Religion in the Fullness of Life. New York: Ballantine Books. ISBN 0-345-45040-X. 
  4. ^ Dawkins, Richard (1998). "When Religion Steps on Science's Turf". Free Inquiry. Archived from the original on 2012-03-16. Diakses tanggal 2008-09-13.