Monopsoni adalah keadaan pasar dengan jumlah penjual yang banyak dan pembeli tunggal.[1] Keadaan ini akan membuat suatu pasar komoditas akan memiliki barang atau jasa yang hanya dibeli oleh pembeli tunggal.[2] Harga komoditas di dalam pasar tersebut dapat dipengaruhi oleh pembeli tunggal.[3] Monopsoni dapat memberikan laba secara berlebihan kepada pihak yang menguasai pasar.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Yuningsih, Ayu (September 2018). "Upah Minimum dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013 Ditinjau dari Perspektif Ekonomi Islam". Al-Intaj. 4 (2): 280. doi:10.29300/aij.v4i2.1214. ISSN 2621-668X. 
  2. ^ Redaputri, A.P., dan Barusman, M.Y.S. (2018). "Strategi Pembangunan Perekonomian Provinsi Lampung". Jurnal Manajemen Indonesia. 18 (2): 90. doi:10.25124/jmi.v18i2.1340. ISSN 2502-3713. 
  3. ^ Maharani, Hertria (April 2015). "Pengembangan Sektor Pemasaran sebagai Dukungan terhadap Program Industrialisasi Perikanan (Studi Kasus: Komoditas Nilai di Kabupaten Musi Rawas, Provinsi Sumatra Selatan)". Widyariset. 18 (1): 20. 
  4. ^ Sukmawati, Dety (Juli 2015). "Pembentukan Harga Cabai Merah Keriting (Capsicum annum L) dengan Analisis Harga Komoditas di Sentra Produksi dan Pasar Induk (Suatu Kasus pada Sentra produksi Cabai Merah Keriting di Kecamatan Cikajang, Pasar Induk Gedebage, Pasar Induk Caringin dan Pasar Induk Kramat Jati)". Mimbar Agribisnis. 1 (1): 80. doi:10.25157/ma.v1i1.35. ISSN 2579-8340.