Buka menu utama

Hujjatul Islam wal Muslimeen Sayyed Mohammad Khatami (bahasa Persia: سید محمد خاتمی Seyyed Moḥammad Khātamī) (lahir di Kota Ardakan, (Provinsi Yazd), 29 September 1943; umur 76 tahun) adalah intelektual, filosof, dan politikus Iran. Ia tampil keempat sebagai Presiden Iran pada periode 2 Agustus 1997 - 2 Agustus 2005 dan digantikan Mahmoud Ahmadinejad. Selama masa jabatannya, ia juga menjabat sebagai anggota Expediency Council.

Mohammad Khatami
سید محمد خاتمی
Mohammad Khatami.jpg
Presiden Republik Islam Iran ke-5
Masa jabatan
3 Agustus 1997 – 2 Agustus 2005
Wakil PresidenHassan Habibi (19972001)
Mohammad Reza Aref (20012005)
PendahuluAli Akbar Hashemi Rafsanjani
PenggantiMahmoud Ahmadinejad
Informasi pribadi
Lahir29 September 1943 (umur 76)
Ardakan, Iran
KebangsaanIran
Partai politikMilitant Clerics League
PasanganZohreh Sadhegi

Khatami diangkat sebagai presiden pada 23 Mei 1997 dan kembali terpilih pada 8 Juni 2001 untuk yang kedua kalinya. Sebagian besar kaum wanita dan pemuda Iran memilih Khatami karena janjinya untuk meningkatkan status wanita dan tanggap akan permintaan generasi muda Iran.

Khatami dianggap sebagai presiden reformis pertama di Iran karena kampanyenya memfokuskan pada penegakan hukum, demokrasi dan pencakupan seluruh rakyat Iran dalam proses perencanaan politik. Namun asas pemerintahannya acap kali bertentangan dengan kelompok garis keras dan konsevatif Islamis di dalam pemerintah Iran, yang menguasai organisasi pemerintahan utama seperti Dewan Perlindungan (Guardian Council) yang anggotanya dipilih oleh Pemimpin Agung.

Sebelum menjadi presiden, Khatami menjabat sebagai anggota parlemen (1980-1982), pengawas Institut Kayhan, Menteri Budaya dan Penuntun Islam (1982-1986, kemudian pada periode kedua dari 1989-1992, ketika dia mengundurkan diri), kepala Perpustakaan National Iran (1992-1997), dan anggota Dewan Agung Revolusi Kebudayaan.

Khatami mempunyai gelar sarjana muda filsafat Barat, tetapi membatalkan kuliah sarjana Pendidikan Sains untuk menyelesaikan studi sains Islamis di Qom selama tujuh tahun hingga mencapai level tertinggi, Ijtihad. Kemudian, dia menuju Jerman untuk mengetuai Pusat Islamis Hamburg dan tinggal di negeri itu hingga revolusi Iran.Perserikatan Bangsa-Bangsa mencanangkan tahun 2001 sebagai Tahun Dialog Peradaban PBB, atas saran Khatami.

Selain menguasai bahasa Persia, Khatami juga dapat berbahasa Arab, Inggris dan Jerman. Ia menikah dengan Zohreh Sadeghi dan dikaruniai tiga anak.


Pada pemakaman Paus Yohanes Paulus II tanggal 8 April 2005, Presiden Khatami duduk dekat Moshe Katsav, Presiden Israel yang lahir di Iran, karena penataan kursi yang berdasarkan abjad. Presiden Katsav kemudian mengklaim bahwa dia berjabat tangan dan berbicara dengan Presiden Khatami. Aksi tersebut adalah kontak politik pertama antara kedua negara sejak 1979. Namun Khatami membantah hal tersebut terjadi.

Ia meminta pemerintahan pimpinan Presiden Mahmoud Ahmadinejad berkompromi soal program nuklir untuk menghindari krisis hubungan dengan kekuatan dunia dan menghindari sanksi kedua dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa. Khatami juga mengatakan bukan hal tabu untuk berunding dengan Amerika Serikat.

Pranala luarSunting