Buka menu utama

Mohammad Eunos Abdullah (lahir di Singapura tahun 1876 - wafat di Singapura tahun 1933) merupakan seorang wartawan, politisi, dan pendiri Kesatuan Melayu Singapura.

KehidupanSunting

Eunos merupakan anak seorang pedagang Minangkabau dari Sumatra Barat. Dia belajar di Raffles Institution pada tahun 1893. Pada tahun 1907 ia menjadi editor koran berbahasa Melayu "Utusan Melayu."[1] Dia merupakan salah seorang Melayu pertama yang menjadi Hakim Perdamaian pada tahun 1922.

Pada tahun 1924 ia terpilih sebagai wakil kaum Melayu dalam dewan legislatif Straits Settlements.[2] Dua tahun kemudian ia mendirikan "Kesatuan Melayu Singapura" (Singapura Melayu Union), sebuah organisasi politik yang membela hak-hak kaum Melayu Singapura.[3] Tujuan utama dari Kesatuan Melayu Singapura adalah untuk mempromosikan kemajuan Melayu, serta meningkatkan pendidikan dan minat dalam politik. Bisa dikatakan bahwa Kesatuan Melayu Singapura merupakan pelopor organisasi Nasionalis Melayu di Singapura.

Pada tahun 1927 dia meminta kepada pemerintah sebidang tanah untuk membangun sebuah Kampung Melayu.[4] Pemerintah menyetujui rencana tersebut dan memberikan uang sejumlah $ 700.000 kepada Eunos yang digunakannya untuk membeli tanah seluas 600 hektare. Untuk mengenang jasa-jasanya, kampung ini akhirnya diberi nama sebagai Kampung Eunos. Dan di dekatnya terdapat Stasiun MRT Eunos.

ReferensiSunting

  1. ^ Dru C. Gladney, Making Majorities, Stanford University Press, 1998
  2. ^ Edwin Lee, Singapore: The Unexpected Nation, ISEAS Publishing, 2008
  3. ^ Anthony Milner, The Malays, Wiley-Blackwell
  4. ^ Joel S. Kahn, Other Malays: Nationalism and Cosmopolitanism in the Modern Malay World, Singapore University Press, 2006