Buka menu utama

Mendadak Dangdut

Mendadak Dangdut adalah film Indonesia tahun 2006 yang disutradarai Rudi Soedjarwo dan dibintangi Titi Kamal, Kinaryosih dan Dwi Sasono. Skenarionya ditulis Monty Tiwa. Film ini berkisah tentang petualangan penyanyi alternative rock bernama Petris (Titi Kamal) yang karena suatu kejadian, tiba-tiba berganti karier menjadi penyanyi dangdut.

Mendadak Dangdut
Mendadak Dangdut.jpg
Poster Film Mendadak Dangdut
SutradaraRudi Soedjarwo
ProduserSinemart
PenulisMonty Tiwa
PemeranTiti Kamal
Kinaryosih
Dwi Sasono
Sakurta Ginting
Tanggal rilis
2006
Durasi
90 menit
NegaraIndonesia
BahasaBahasa Indonesia
Penghargaan
Festival Film Indonesia 2006

Proses pengambilan gambar Mendadak Dangdut hanya mengambil waktu 7 hari.[1] Diproduksi Sinemart, film ini diputar mulai 10 Agustus 2006. Soundtrack film ini berjudul Jablay dinyanyikan sendiri oleh Titi Kamal sempat menjadi hits di tangga lagu Indonesia.

Mendadak Dangdut adalah film yang sukses. Ditonton lebih dari 1,5 juta penonton di Indonesia dan mendapatkan banyak penghargaan

Daftar isi

SinopsisSunting

Petris (Titi Kamal), vokalis wanita alternative rock baru mulai menanjak kariernya. Ia digambarkan sebagai gadis yang egois, pemarah, yang selalu memandang remeh segala sesuatu. Kakak sekaligus manejernya, Yulia (Kinaryosih) kerap dibentak-bentak. Suatu hari mereka tertangkap basah membawa narkoba yang sebenarnya milik kekasih Yulia.

Petris berhasil melarikan diri dengan Yulia dan kabur kesebuah kampung. Disana, ada panggung dangdut keliling yang baru saja ditinggal salah satu penyanyinya. Yulia melihat kesempatan ini untuk menghapus jejak mereka dari polisi dan meminta Petris untuk menjadi penyanyi dangdut mereka untuk sementara. Petris, tentu saja, awalnya menolak. Namun setelah dipikir, Petris akhirnya mau juga dan ternyata ia terus dikontrak jadi penyanyi dangdut Senandung Citayam dengan nama Iis.

Hari-hari Petris diisi dengan tinggal dirumah sang pemilik Senandung Citayam (Dwi Sasono), yang diam-diam disukai oleh Yulia karena personality nya yang ramah. Petris pun semakin hari semakin melatih kemampuan menyanyi dangdutnya karena cengkoknya masih payah. Dari sana, Petris mulai menyadari bahwa hidup tidak pernah semudah yang ia kira. Ia bertemu dengan banyak karakter, dari anak cabul yang sebenarnya merindukan orangtua dan TKI yang setiap hari dipukuli majikannya.

Nama Petris sebagai Iis sang ratu panggung pun semakin meluas dan tawaran Senandung Citayam untuk manggung semakin banyak. Setiap minggunya Petris manggung dan karena keseksiannya, tidak jarang banyak penonton yang ribut karena ingin melihat Iis/Petris dari dekat. Senandung Citayam menjadi sangat sukses dan Petris dan Yulia semakin tenang karena mereka tidak dikejar polisi lagi, walaupun terkadang mereka masih harus sembunyi-sembunyi jika bertemu polisi.

Suatu malam, Petris yang sadar apa yang sudah dilakukannya selama ini menurutnya salah menghardik Yulia dan mengatakan bahwa kakaknya itu egois dan hanya mementingkan diri sendiri. Yulia, dengan air mata berlinang, mengatakan bahwa apakah Petris sudah tidak punya hati. Yulia adalah satu-satunya orang didunia ini yang peduli dengan Petris, karena bagaimanapun, dengan segala sifat sombongnya, Petris tetaplah adiknya. Yulia juga mengingatkan bahwa semenjak orangtua mereka meninggal, Yulia adalah orang yang selalu mengurusi Petris yang tetap tidak mau dewasa. Yulia tertekan kemudian lari menuju rumah pemilik Senandung Citayam tadi, meninggalkan Petris yang terbengong-bengong dan sedih.

Petris sadar bahwa sebenarnya, Yulia adalah orang yang paling berarti dalam hidupnya. Petris menangis memikirkan kata-kata kakaknya. Saat Petris akan minta maaf pada Yulia, sayang sekali semuanya terlambat. Petris melihat polisi berdatangan menggerebek rumah tadi. Untungnya, Petris dan Yulia berhasil kabur namun pada akhirnya mereka tersudut juga. Petris mengambil kesimpulannya bahwa ia bersalah selama ini pada Yulia, dan menyuruh Yulia kabur. Setelah melepaskan Petris dengan sangat menyentuh hati, Yulia kabur sementara Petris dengan tangan terangkat menyerahkan diri pada polisi.

Setelah beberapa bulan dipenjara, kita melihat Petris keluar dari selnya. Namun bukan mengimplikasikan bahwa Petris sudah bebas, namun kakaknya bertemu dengan dia di penjara. Yulia ternyata menyerahkan diri saat Petris kabur, dan akhirnya mereka berdua hidup bebas walalu "dihukum" menyanyi di panggung penjara.

AlbumSunting

Ost. Mendadak Dangdut
 
Album studio karya Kompilasi
Dirilis2006
Direkam2005-2006
GenrePop
LabelTrinity Optima Production
ProduserMonty Tiwa
Singel dari album Mendadak Dangdut
  1. Jablai
  2. Mars Pembantu

Ost. Mendadak Dangdut album lagu tema film 2006, untuk mengiringi film Mendadak Dangdut. Hits singel album ini adalah jablai dan Mars Pembantu.

Daftar laguSunting

  • Bunuh Reality – Titi Kamal
  • Dangdutkah Kita – The Mon’s
  • Dangdutkah Kita – Titi Kamal
  • Mars Pembantu – Titi Kamal
  • Selalu Ada – Titi Kamal
  • Buronan Cinta – Titi Kamal
  • Adeudeuh Kakang – Titi Kamal
  • Jablai – Titi Kamal (DJ Ichun City Mix)
  • Dongeng Klasik – The Mon’s

ReaksiSunting

Film ini sangat sukses pada jamannya. Berhasil menyedot lebih dari dua juta penonton saat masa rilisnya, juga disambut meriah oleh para kritikus dalam negeri. Salah satu poin yang membuat film ini menjadi sangat kuat adalah adanya chemistry yang kuat di antara Titi Kamal dan Kinaryosih sebagai adik-kakak, dimana sang adik tidak tahu diri dan egois sedangkan sang kakak baik dan selalu berusaha kuat mengurusi adiknya.

Film ini mendapat 8 nominasi Festival Film Indonesia 2006, memenangkan satu. Walaupun termasuk salah satu pemeran utama, Kinaryosih memenangkan piala FFI untuk kategori Aktris Pendukung Terbaik. Nominasi lainnya adalah :

  1. Film Terbaik
  2. Aktor Terbaik - Dwi Sasono
  3. Aktris Terbaik - Titi Kamal
  4. Aktor Pendukung Terbaik - Sakurta Ginting
  5. Aktris Pendukung Terbaik - Kinaryosih
  6. Skenario Asli Terbaik - Monty Tiwa
  7. Tata Suara Terbaik - Adityawan Susanto dan Trisno
  8. Tata Musik Terbaik - Andi Rianto

Juga dipenghargaan film lain, film ini mendapatkan 10 nominasi, memenangkan 4 di antaranya.

  1. Film Terbaik
  2. Sutradara Terbaik - Rudi Soedjarwo
  3. Aktor Terbaik - Dwi Sasono
  4. Aktris Terbaik - Titi Kamal
  5. Aktris Terbaik - Kinaryosih
  6. Aktor Pendukung Terbaik - Sakurta Ginting
  7. Skenario Asli Terbaik
  8. Tata Sinematografi Terbaik
  9. Tata Kamera Terbaik
  10. Tata Musik Terbaik

ReferensiSunting

Pranala luarSunting