Buka menu utama

Memasuki Surga dalam keadaan hidup (disebut oleh berbagai agama "kenaikan", atau "translasi") adalah sebuah kepercayaan yang dipegang sebagai kebenaran oleh berbagai agama. Karena kematian merupakan akhir hidup yang normal pada kehidupan setiap orang di Bumi dan awal mula kehidupan setelah kematian, maka memasuki Surga tanpa mengalami kematian pertama-tama dianggap luar biasa dan biasanya dipandang sebagai suatu tanda pengakuan khusus dari Allah akan kesalehan seseorang.

Beberapa tokoh Alkitab yang diangkat ke Surga (tidak mengalami kematian jasmani) adalah Henokh dan Elia.

KekristenanSunting

 
Batu Kenaikan, di dalam Kapel Kenaikan (Yerusalem), digambarkan tercantum cetakan kaki kanan Yesus ketika ia meninggalkan bumi dan naik ke surga.

Sejak pengadopsian Kredo Nicea pada 325, Kenaikan Yesus Kristus ke surga, seperti yang tercantum dalam Perjanjian Baru, secara resmi diajarkan oleh seluruh gereja Kristen ortodoks dan dirayakan pada Kamis Kenaikan. Dalam Gereja Katolik Roma, Kenaikan Yesus adalah suatu Hari Raya Wajib. Dalam Gereja Ortodoks Timur, Kenaikan adalah salah satu dari dua belas Hari Raya Besar. Sebagian besar penganut Kristen percaya bahwa Yesus mati terlebih dahulu namun kemudian dibangkitkan dari kematian oleh Allah, sebelum naik ke surga untuk duduk di sebelah kanan Allah dengan janji untuk kembali ke bumi pada suatu saat nanti. Sebagian kecil yang memandang bahwa Yesus tidak mengalami kematian jasmani terlebih dahulu dikenal sebagai hipotesis Swoon dan Doketisme.

Dalam tradisi gereja-gereja Reformed Calvinisme, keyakinan akan kenaikan Yesus termuat dalam Pengakuan Iman Westminster, Katekismus Heidelberg, dan Konvensi Helvetik Kedua.[1]

CatatanSunting

  1. ^ Quotations as cited by Redman, Gary, article/Web page titled "A Comparison of the Biblical and Islamic Views of the States of Christ/ Part 2: The State of Exaltation", at "The Muslim-Christian Debate Website". Retrieved March 29, 2007.

ReferensiSunting

  • Encyclopedia of Religion s.v. Ascension; Eliade, Mircea, ed. in chief. New York, Macmillan 1987