Melati di Tapal Batas

Melati di Tapal Batas adalah lagu perjuangan karya Ismail Marzuki dan Suto Iskandar yang diciptakan pada masa perjuangan Indonesia pasca kemerdekaan. Lagu ini diciptakan sebagai pesan moral kepada para pejuang muda kala itu, terutama untuk para pemudi yang terjun langsung memanggul senjata berjuluk Barisan Srikandi. Mereka disadarkan bahwasanya perjuangan tidak semata-mata membawa senjata di medan pertempuran garis depan.[1] Namun masih banyak yang membutuhkan tenaga para pemudi di garis belakang, seperti membantu pasokan logistik dan medis.

"Melati di Tapal Batas"
Lagu oleh Ismail Marzuki
Dirilis1947 (1947)
GenreLagu nasional Indonesia
PenciptaIsmail Marzuki, Suto Iskandar

Adalah Letnan Kolonel Moeffreni Moe'min,[2] seorang Komandan Resimen V Cikampek yang membawahi wilayah pertempuran Jakarta dan sekitarnya kala itu, merasa terenyuh sekaligus prihatin melihat para pemudi yang berjuang dengan penuh heroik di medan pertempuran. Banyak dari mereka menjadi sasaran peluru musuh karena kurangnya keterampilan dalam bertempur. Sebagian dari mereka berasal dari keluarga petani yang hanya bermodalkan semangat berjuang tanpa dibekali keahlian khusus. Moeffreni Moe’min kemudian bertemu dengan Ismail Marzuki dan Suto Iskandar, menyatakan keinginannya untuk membuatkan sebuah lagu yang dapat mempengaruhi para pemudi tersebut untuk menarik diri dari garis depan tanpa merasa rendah diri dan kehilangan semangat berjuang.

LirikSunting

Engkau gadis muda jelita
Bagai sekuntum melati
Engkau sumbangkan jiwa raga
Di tapal batas Bekasi
Engkau dinamakan Srikandi
Pendekar putri sejati
Engkau turut jejak pemuda
Turut mengawal negara

Oh pendekar putri yang cantik
Dengarlah panggilan ibu
Sawah ladang rindu menanti
Akan sumbangan baktimu

Duhai putri muda remaja
Suntingkan kampung halaman
Kembali kepangkuan Bunda
Berbakti kita di ladang

ReferensiSunting

  1. ^ "Melati di Tapal Batas - Portal Resmi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta". jakarta.go.id. Diakses tanggal 2020-06-28. 
  2. ^ "Hikayat Lagu Melati di Tapal Batas - Historia". historia.id. Diakses tanggal 2020-06-28.